Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Syarah Tuhfatul Athfal TEMAS — Kelas 1
Kembali ke kurikulum
Pondok Pesantren Ibadurrahman TEMAS

Syarah Tuhfatul Athfal TEMAS — Kelas 1

Menghafal 61 bait, memahami kaidah, dan membuktikannya dalam bacaan.

30 pelajaran2 semesterEdisi 1 · Oktober 2026

Ketuk setiap kata Arab pada matan untuk melihat arti, posisi kata, dan penggalan baitnya.

24
Kelas 1 · Semester 1 · Pelajaran 2 · Bait 3–5

Hadiah bagi Pelajar Al-Qur’an

Menghafal bait 3–5 dan menjelaskan tujuan Tuhfatul Athfal serta pentingnya talaqqi.

Bait hafalan

Bait 3

adapun selanjutnya ini nazam bagi pelajar yang ingin belajar

tentang nun dan tanwin dan berbagai mad

Bait 4

aku menamainya dengan Tuhfah (hadiah) anak-anak

bersumber dari guru kami al-Mihi pemilik kesempurnaan (keutamaan ilmu)

Bait 5

aku berharap dengannya agar memberi manfaat kepada para pelajar

dan pahala dan penerimaan dan balasan baik

Nama dan tujuan kitab

Tuhfah berarti hadiah yang berharga. Nazam ini ditujukan kepada orang yang ingin mempelajari hukum nun sukun, tanwin, mad, dan beberapa bab tajwid dasar. Kata athfal menunjukkan kemudahan bagi pemula; orang dewasa yang baru belajar juga mengambil manfaat darinya.

Ilmu diterima melalui guru

Al-Jamzuri menyebut gurunya, al-Mihi, sebagai mata rantai penerimaan ilmu. Kita membaca kaidah, mendengar contoh, membaca di hadapan guru, menerima koreksi, dan mengulang. Buku membantu pemahaman, sedangkan ketepatan bunyi dibangun melalui musyafahah.

Pengertian dan tujuan tajwid

Secara bahasa, tajwid berarti membaguskan. Dalam pelajaran membaca Al-Qur’an, tajwid berarti memberikan hak dan sifat yang semestinya kepada setiap huruf sebagaimana bacaan diterima melalui para guru. Buahnya ialah menjaga lisan dari kekeliruan dalam membaca Kitab Allah. Suara yang merdu merupakan karunia, tetapi yang lebih dahulu dilatih ialah ketepatan huruf, panjang-pendek, dengung, dan tempat berhenti.

Teori harus menjadi bacaan

Mengenal kaidah disebut pembelajaran tajwid secara teori; mengucapkan Al-Qur’an dengan benar merupakan praktiknya. Rujukan tingkat pertama ini menerangkan bahwa mempelajari teori merupakan kewajiban bersama, sedangkan memperbaiki bacaan wajib diusahakan setiap pembaca sesuai kemampuannya. Karena itu, hafalan istilah tidak cukup. Lihat gerak mulut guru, dengarkan contoh pendek, tirukan, terima koreksi, lalu ulangi. Buku dan rekaman membantu, tetapi tidak menggantikan talaqqi.

Contoh dan penjelasan

Mengapa kitab dinamai Tuhfatul Athfal?

Karena ia merupakan hadiah ilmu yang disusun mudah bagi pemula.

Latihan praktik

Hafalkan bait 3–5 dan ceritakan lima langkah belajar: memahami, mendengar, membaca, memperbaiki, mengulang.

Cek pemahaman

  1. Siapa guru yang disebut penyusun?

    Lihat panduan jawaban

    Syaikh al-Mihi.

  2. Apa sasaran nazam ini?

    Lihat panduan jawaban

    Membantu pelajar memahami hukum dasar tajwid dan memperbaiki bacaan.

Rujukan pelajaran

Arti kata dalam konteks bait

Arti mengikuti susunan bait. Satu kata Arab dapat memiliki arti lain pada konteks yang berbeda.

Catat bacaanmu

Syarah Tuhfatul Athfal TEMAS — Kelas 1 · Hadiah bagi Pelajar Al-Qur’an

Tersimpan di perangkat ini. Masuk agar progres dapat dibuka di perangkat lain.
Masuk untuk sinkronisasi

BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Syarah Tuhfatul Athfal TEMAS — Kelas 1 · Hadiah bagi Pelajar Al-Qur’anSyarah Tuhfatul Athfal TEMAS — Kelas 1 · versi 148

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan