Mad ‘Aridh Lissukun dan Dasar Waqaf
Mengenali sukun yang baru muncul karena berhenti.
Bait hafalan
dan seperti ini jika muncul sementara sukun
karena berhenti seperti ta‘lamun nasta‘in
Kaidah dalam bait
Mad ‘aridh terjadi ketika huruf setelah mad menjadi sukun karena waqaf. Pada sukun murni tersedia dua, empat, atau enam harakat. Ketika washal, harakat akhir kembali dan sebab ‘aridh hilang.
Ketelitian membaca
Tempat berhenti tetap harus menjaga makna. Panjang napas bukan alasan memutus ayat di tempat yang merusak susunan.
Sukun yang baru muncul
Mad aridh lissukun terjadi ketika huruf sesudah mad menjadi sukun karena waqaf. Pada الْعَالَمِينَ, ya’ mad diikuti nun yang menjadi sukun saat berhenti. Pilihan panjang yang dikenal adalah dua, empat, atau enam harakat; guru menentukan pola latihan dan siswa menjaganya. Saat sambung, sebab waqaf tersebut tidak ada sehingga contoh kembali mengikuti mad aslinya.
Waw atau ya’ setelah fathah
Huruf lin adalah waw sukun atau ya’ sukun yang didahului fathah, seperti waw pada خَوْفٍ. Ketika berhenti dan huruf sesudahnya menjadi sukun, mad lin boleh dibaca dua, empat, atau enam harakat sesuai wajah yang dibimbing guru dan dijaga konsisten. Ketika sambung, huruf lin tidak dipanjangkan sebagai mad dua harakat seperti huruf mad biasa. Bunyi dilafalkan lembut dengan ketepatan makhraj.
Petikan Al-Qur’an untuk latihan
خَوْفٍ
Waw sukun didahului fathah; saat berhenti, fa’ menjadi sukun dan dibaca sebagai mad lin.
Petikan QS 106:4 · Buka ayat lengkapContoh dan penjelasan
Mengapa disebut ‘aridh?
Karena sukunnya muncul sementara akibat waqaf.
Latihan praktik
Baca bait 45, jelaskan kaidahnya, lalu setorkan contoh kepada guru.
Cek pemahaman
Mengapa disebut ‘aridh?
Lihat panduan jawaban
Karena sukunnya muncul sementara akibat waqaf.
Apa yang harus menyertai hafalan bait?
Lihat panduan jawaban
Pemahaman dasar dan praktik bacaan yang disimak guru.