Mad Badal, Iwadh, dan Shilah
Membedakan tiga mad praktis yang sering ditemukan pemula.
Bait hafalan
atau didahulukan hamzah sebelum mad dan ini
badal seperti amanu dan imanan ambillah (sebagai contoh)
Kaidah dalam bait
Badal mempunyai hamzah sebelum huruf mad dan pada pegangan Hafsh dibaca dua harakat. Iwadh terjadi ketika waqaf pada tanwin fathah yang memenuhi syarat. Shilah berkaitan dengan ha’ dhamir di antara dua huruf berharakat ketika washal.
Ketelitian membaca
Ta marbuthah bertanwin fathah menjadi ha sukun saat waqaf, bukan mad iwadh. Shilah tidak dibaca ketika berhenti.
Hamzah sebelum mad
Pada mad badal, hamzah mendahului huruf mad dalam satu kata, seperti آمَنَ. Dalam pegangan Hafsh yang dipakai di sini, panjangnya dua harakat pada contoh dasar tanpa sebab lain yang lebih kuat. Bedakan dari muttashil, yang hamzahnya datang sesudah huruf mad. Urutan huruf menentukan pembahasan, bukan sekadar adanya hamzah dan alif.
Tanwin fathah saat waqaf
Mad iwadh terjadi ketika berhenti pada tanwin fathah yang dibaca sebagai alif mad dua harakat. Contohnya أَفْوَاجًا saat berhenti. Pengecualian penting ialah ta’ marbuthah: kata berakhir ةً ketika waqaf dibaca dengan bunyi ha’ sukun, bukan diberi alif mad. Ketika sambung, tanwin tetap mengikuti hukum pertemuan dengan huruf berikutnya.
Petikan Al-Qur’an untuk latihan
أَفْوَاجًا
Jika berhenti pada kata ini, tanwin fathah menjadi mad iwadh dua harakat.
Petikan QS 110:2 · Buka ayat lengkapإِنَّهُ كَانَ
Ha’ dhamir di antara dua huruf berharakat: shilah qashirah ketika sambung.
Petikan QS 110:3 · Buka ayat lengkapContoh dan penjelasan
Apakah setiap huruf ه mempunyai shilah?
Tidak; harus berupa ha’ dhamir dan memenuhi syaratnya.
Latihan praktik
Baca bait 46, jelaskan kaidahnya, lalu setorkan contoh kepada guru.
Cek pemahaman
Apakah setiap huruf ه mempunyai shilah?
Lihat panduan jawaban
Tidak; harus berupa ha’ dhamir dan memenuhi syaratnya.
Apa yang harus menyertai hafalan bait?
Lihat panduan jawaban
Pemahaman dasar dan praktik bacaan yang disimak guru.