Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Syarah Tuhfatul Athfal TEMAS — Kelas 1
Kembali ke kurikulum
Pondok Pesantren Ibadurrahman TEMAS

Syarah Tuhfatul Athfal TEMAS — Kelas 1

Menghafal 61 bait, memahami kaidah, dan membuktikannya dalam bacaan.

30 pelajaran2 semesterEdisi 1 · Oktober 2026

Ketuk setiap kata Arab pada matan untuk melihat arti, posisi kata, dan penggalan baitnya.

24
Kelas 1 · Semester 2 · Pelajaran 25 · Bait 47–52

Mad Lazim dan Empat Bagiannya

Membedakan sukun asli dari sukun waqaf serta menghafal pembagian lazim.

Bait hafalan

Bait 47

dan lazim jika sukun bersifat asli

ketika menyambung dan ketika berhenti setelah mad dipanjangkan

Bait 48

bagian-bagian mad lazim menurut mereka empat

dan itu kilmi (pada kata) dan harfi (pada ejaan huruf) bersamanya

Bait 49

keduanya ringan (tanpa peleburan) berat (dengan peleburan)

maka inilah empat yang diperinci

Bait 50

maka jika dalam satu kata sukun berkumpul

bersama huruf mad maka ia kilmi terjadinya

Bait 51

atau dalam yang ejaannya tiga huruf keduanya ditemukan

dan mad di tengahnya maka harfi tampak

Bait 52

keduanya berat jika dileburkan

ringan masing-masing apabila tidak dileburkan

Kaidah dalam bait

Mad lazim terjadi ketika huruf mad bertemu sukun asli yang tetap saat washal dan waqaf. Panjang dasarnya enam harakat. Pembagiannya ialah kalimi atau harfi, masing-masing mutsaqqal atau mukhaffaf.

Ketelitian membaca

Tasydid dapat menunjukkan sukun asli yang melebur. Contohnya alif pada الضَّالِّينَ sebelum lam bertasydid.

Sukun yang tetap

Mad lazim terjadi jika huruf mad bertemu sukun asli, baik dibaca sambung maupun berhenti. Panjangnya enam harakat. Jika sukun itu masuk ke huruf berikutnya sehingga tampak tasydid, pembahasannya disebut mutsaqqal. Periksa contoh الضَّالِّينَ: sesudah alif ada lam bertasydid. Bagian pertama tasydid mengandung sukun asli.

Dua jenis dalam kata

Mad lazim kalimi mutsaqqal terjadi ketika huruf mad diikuti sukun asli yang melebur atau tampak sebagai tasydid dalam satu kata, seperti الضَّالِّينَ. Mad lazim kalimi mukhaffaf terjadi ketika huruf mad diikuti sukun asli yang tidak bertasydid dalam satu kata. Contohnya آلْآنَ pada dua tempat di Surah Yunus. Kalimi berarti hukum itu tampak di dalam kata; mutsaqqal berarti diberatkan oleh idgham atau tasydid, sedangkan mukhaffaf tidak.

Petikan Al-Qur’an untuk latihan

الضَّالِّينَ

Alif sebelum lam bertasydid: mad lazim kalimi mutsaqqal enam harakat.

Petikan QS 1:7 · Buka ayat lengkap

Contoh dan penjelasan

Sebutkan empat jenis mad lazim.

Kalimi mutsaqqal, kalimi mukhaffaf, harfi mutsaqqal, dan harfi mukhaffaf.

Latihan praktik

Baca bait 47–52, jelaskan kaidahnya, lalu setorkan contoh kepada guru.

Cek pemahaman

  1. Sebutkan empat jenis mad lazim.

    Lihat panduan jawaban

    Kalimi mutsaqqal, kalimi mukhaffaf, harfi mutsaqqal, dan harfi mukhaffaf.

  2. Apa yang harus menyertai hafalan bait?

    Lihat panduan jawaban

    Pemahaman dasar dan praktik bacaan yang disimak guru.

Rujukan pelajaran

Arti kata dalam konteks bait

Arti mengikuti susunan bait. Satu kata Arab dapat memiliki arti lain pada konteks yang berbeda.

Catat bacaanmu

Syarah Tuhfatul Athfal TEMAS — Kelas 1 · Mad Lazim dan Empat Bagiannya

Tersimpan di perangkat ini. Masuk agar progres dapat dibuka di perangkat lain.
Masuk untuk sinkronisasi

BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Syarah Tuhfatul Athfal TEMAS — Kelas 1 · Mad Lazim dan Empat BagiannyaSyarah Tuhfatul Athfal TEMAS — Kelas 1 · versi 148

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan