dan ainmemilikidua caradan yang panjanglebih diutamakan
Kaidah dalam bait
Huruf dalam كَمْ عَسَلْ نَقَصْ mempunyai nama tiga huruf dengan huruf mad atau lin di tengahnya. Tujuh huruf dibaca enam harakat; عَيْن mempunyai wajah empat atau enam melalui Syathibiyyah.
Ketelitian membaca
Buku menetapkan satu pola latihan bersama guru. Jangan mengubah panjang di tengah setoran hanya untuk mengikuti lagu.
Sukun yang tetap
Mad lazim terjadi jika huruf mad bertemu sukun asli, baik dibaca sambung maupun berhenti. Panjangnya enam harakat. Jika sukun itu masuk ke huruf berikutnya sehingga tampak tasydid, pembahasannya disebut mutsaqqal. Periksa contoh الضَّالِّينَ: sesudah alif ada lam bertasydid. Bagian pertama tasydid mengandung sukun asli.
Dua jenis dalam kata
Mad lazim kalimi mutsaqqal terjadi ketika huruf mad diikuti sukun asli yang melebur atau tampak sebagai tasydid dalam satu kata, seperti الضَّالِّينَ. Mad lazim kalimi mukhaffaf terjadi ketika huruf mad diikuti sukun asli yang tidak bertasydid dalam satu kata. Contohnya آلْآنَ pada dua tempat di Surah Yunus. Kalimi berarti hukum itu tampak di dalam kata; mutsaqqal berarti diberatkan oleh idgham atau tasydid, sedangkan mukhaffaf tidak.
Petikan Al-Qur’an untuk latihan
الضَّالِّينَ
Alif sebelum lam bertasydid: mad lazim kalimi mutsaqqal enam harakat.