Tiga Hukum Mim Sukun
Membedakan ikhfa syafawi, idgham mimi, dan izhar syafawi melalui huruf sesudah mim.
Mim bertemu ba’
Jika mim sukun bertemu ba’, berlaku ikhfa syafawi dengan ghunnah dua harakat. Syafawi berarti berkaitan dengan bibir. Contohnya تَرْمِيهِمْ بِحِجَارَةٍ. Perhatikan bahwa yang sedang dipelajari adalah mim sukun, bukan nun sukun. Walaupun sama-sama bertemu ba’ dan terdengar ghunnah, nama hukum serta huruf awalnya berbeda.
Mim bertemu mim
Jika mim sukun bertemu mim, keduanya dibaca sebagai mim bertasydid dengan ghunnah dua harakat. Hukum ini disebut idgham mimi atau idgham mitslain shaghir. Bibir bertemu dengan wajar. Jangan melepas mim pertama menjadi vokal tambahan sebelum mim kedua. Guru mencontohkan pertemuan dua kata terlebih dahulu, kemudian siswa menirukan dengan tempo tetap.
Mim bertemu huruf lain
Jika mim sukun bertemu selain mim dan ba’, berlaku izhar syafawi. Mim dibaca jelas tanpa ghunnah yang dipanjangkan secara khusus. Beri perhatian saat bertemu waw dan fa’ agar mim tidak hilang karena tempat keluarnya berdekatan. Untuk memilih hukum, temukan mim yang benar-benar sukun dan lihat huruf sesudahnya saat sambung.
Petikan Al-Qur’an untuk latihan
Contoh dan penjelasan
Mengapa لَكُمْ دِينُكُمْ bukan ikhfa syafawi?
Mim sukun pertama bertemu dal, bukan ba’. Karena itu berlaku izhar syafawi.
Latihan praktik
Cari satu contoh masing-masing hukum mim. Tuliskan huruf sesudah mim, lalu baca tanpa berhenti di antara kata yang diperiksa.
Cek pemahaman
Kapan terjadi ikhfa syafawi?
Lihat panduan jawaban
Mim sukun bertemu ba’.
Apa hukum mim sukun bertemu mim?
Lihat panduan jawaban
Idgham mimi dengan ghunnah dua harakat.
Mengapa mim sebelum waw perlu diperhatikan?
Lihat panduan jawaban
Agar mim tetap jelas dan tidak hilang karena kedekatan cara pengucapan.