Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Tajwid Dasar TEMAS — Kelas 1
Kembali ke kurikulum
Pondok Pesantren Ibadurrahman TEMAS

Tajwid Dasar TEMAS — Kelas 1

Mengenali bacaan, menirukan guru, dan membangun kebiasaan tartil.

24 pelajaran2 semesterEdisi 2 · Oktober 2026
Kelas 1 · Semester 2 · Pelajaran 16

Lam Lafaz Allah dan Hukum Ra’

Menerapkan ketebalan lam lafaz Allah serta membedakan keadaan tafkhim, tarqiq, dan dua wajah pada ra’.

Lam lafaz Allah

Lam pada lafaz Allah dibaca tebal jika didahului fathah atau dhammah, dan tipis jika didahului kasrah saat sambung. Bandingkan contoh pada بِسْمِ اللَّهِ dengan lafaz Allah setelah fathah. Lam pada kata lain tidak otomatis memakai aturan khusus ini. Harakat sebelum lafaz harus benar-benar diperiksa dalam bacaan yang sedang disambung.

Ra’ tipis atau tarqiq

Ra’ dibaca tipis ketika berkasrah. Ra’ sukun juga dibaca tipis apabila didahului kasrah asli dan sesudahnya tidak ada huruf isti’la dalam kata yang sama, seperti فِرْعَوْنَ. Saat waqaf, ra’ akhir dibaca tipis jika didahului ya’ sukun seperti خَيْرٌ, atau didahului huruf sukun yang sebelumnya berkasrah seperti الذِّكْرِ. Hubungan harakat dan keadaan sambung–waqaf harus diperiksa bersama.

Ra’ tebal atau tafkhim

Ra’ berfathah atau berdhammah dibaca tebal. Ra’ sukun dibaca tebal apabila didahului fathah atau dhammah. Ia juga dibaca tebal setelah kasrah yang muncul sementara, seperti ketika memulai اِرْجِعُوا, serta pada pola tertentu ketika setelahnya ada huruf isti’la dalam kata yang sama, seperti قِرْطَاسٍ. Saat waqaf, periksa pula huruf sukun sebelum ra’ dan harakat sebelumnya.

Kasus yang memiliki dua wajah

Pada beberapa kata, para ahli qira’at menjelaskan kemungkinan tafkhim atau tarqiq menurut keadaan bacaan, antara lain فِرْقٍ serta ketika waqaf pada مِصْرَ dan الْقِطْرِ dalam rinciannya. Siswa tidak memilih sesuka hati atau mencampurnya untuk lagu. Guru menunjukkan wajah yang dipakai sesuai riwayat Hafsh melalui asy-Syathibiyyah. Ra’ juga tidak digetarkan berkali-kali hingga terdengar sebagai beberapa huruf.

Petikan Al-Qur’an untuk latihan

بِسْمِ اللَّهِ

Kasrah sebelum lafaz Allah menyebabkan lam dibaca tipis saat sambung.

Petikan QS 1:1 · Buka ayat lengkap

Contoh dan penjelasan

Bagaimana lam lafaz Allah pada بِسْمِ اللَّهِ ketika disambung?

Dibaca tipis karena didahului kasrah pada mim.

Latihan praktik

Baca tiga contoh lam lafaz Allah, dua ra’ tarqiq, dua ra’ tafkhim, dan satu contoh khusus. Guru memeriksa ketebalan, ketipisan, serta getaran ra’.

Cek pemahaman

  1. Kapan lam lafaz Allah dibaca tipis?

    Lihat panduan jawaban

    Ketika didahului kasrah saat sambung.

  2. Bagaimana ra’ berkasrah?

    Lihat panduan jawaban

    Dibaca tipis.

  3. Kapan ra’ sukun setelah kasrah asli dapat dibaca tipis?

    Lihat panduan jawaban

    Jika syaratnya terpenuhi, termasuk tidak diikuti huruf isti’la dalam kata yang sama.

  4. Mengapa contoh dua wajah harus dibaca bersama guru?

    Lihat panduan jawaban

    Karena pilihannya mengikuti rincian kata, keadaan sambung atau waqaf, serta jalur periwayatan; bukan pilihan bebas.

Rujukan pelajaran

Catat bacaanmu

Tajwid Dasar TEMAS — Kelas 1 · Lam Lafaz Allah dan Hukum Ra’

Tersimpan di perangkat ini. Masuk agar progres dapat dibuka di perangkat lain.
Masuk untuk sinkronisasi

BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Tajwid Dasar TEMAS — Kelas 1 · Lam Lafaz Allah dan Hukum Ra’Tajwid Dasar TEMAS — Kelas 1 · versi 147

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan