Lam Lafaz Allah dan Hukum Ra’
Menerapkan ketebalan lam lafaz Allah serta membedakan keadaan tafkhim, tarqiq, dan dua wajah pada ra’.
Lam lafaz Allah
Lam pada lafaz Allah dibaca tebal jika didahului fathah atau dhammah, dan tipis jika didahului kasrah saat sambung. Bandingkan contoh pada بِسْمِ اللَّهِ dengan lafaz Allah setelah fathah. Lam pada kata lain tidak otomatis memakai aturan khusus ini. Harakat sebelum lafaz harus benar-benar diperiksa dalam bacaan yang sedang disambung.
Ra’ tipis atau tarqiq
Ra’ dibaca tipis ketika berkasrah. Ra’ sukun juga dibaca tipis apabila didahului kasrah asli dan sesudahnya tidak ada huruf isti’la dalam kata yang sama, seperti فِرْعَوْنَ. Saat waqaf, ra’ akhir dibaca tipis jika didahului ya’ sukun seperti خَيْرٌ, atau didahului huruf sukun yang sebelumnya berkasrah seperti الذِّكْرِ. Hubungan harakat dan keadaan sambung–waqaf harus diperiksa bersama.
Ra’ tebal atau tafkhim
Ra’ berfathah atau berdhammah dibaca tebal. Ra’ sukun dibaca tebal apabila didahului fathah atau dhammah. Ia juga dibaca tebal setelah kasrah yang muncul sementara, seperti ketika memulai اِرْجِعُوا, serta pada pola tertentu ketika setelahnya ada huruf isti’la dalam kata yang sama, seperti قِرْطَاسٍ. Saat waqaf, periksa pula huruf sukun sebelum ra’ dan harakat sebelumnya.
Kasus yang memiliki dua wajah
Pada beberapa kata, para ahli qira’at menjelaskan kemungkinan tafkhim atau tarqiq menurut keadaan bacaan, antara lain فِرْقٍ serta ketika waqaf pada مِصْرَ dan الْقِطْرِ dalam rinciannya. Siswa tidak memilih sesuka hati atau mencampurnya untuk lagu. Guru menunjukkan wajah yang dipakai sesuai riwayat Hafsh melalui asy-Syathibiyyah. Ra’ juga tidak digetarkan berkali-kali hingga terdengar sebagai beberapa huruf.
Petikan Al-Qur’an untuk latihan
بِسْمِ اللَّهِ
Kasrah sebelum lafaz Allah menyebabkan lam dibaca tipis saat sambung.
Petikan QS 1:1 · Buka ayat lengkapContoh dan penjelasan
Bagaimana lam lafaz Allah pada بِسْمِ اللَّهِ ketika disambung?
Dibaca tipis karena didahului kasrah pada mim.
Latihan praktik
Baca tiga contoh lam lafaz Allah, dua ra’ tarqiq, dua ra’ tafkhim, dan satu contoh khusus. Guru memeriksa ketebalan, ketipisan, serta getaran ra’.
Cek pemahaman
Kapan lam lafaz Allah dibaca tipis?
Lihat panduan jawaban
Ketika didahului kasrah saat sambung.
Bagaimana ra’ berkasrah?
Lihat panduan jawaban
Dibaca tipis.
Kapan ra’ sukun setelah kasrah asli dapat dibaca tipis?
Lihat panduan jawaban
Jika syaratnya terpenuhi, termasuk tidak diikuti huruf isti’la dalam kata yang sama.
Mengapa contoh dua wajah harus dibaca bersama guru?
Lihat panduan jawaban
Karena pilihannya mengikuti rincian kata, keadaan sambung atau waqaf, serta jalur periwayatan; bukan pilihan bebas.
Rujukan pelajaran
- Al-Qur’an — teks dan lokasi petikan
- Tuhfatul Athfal — syarah pembelajaran di Pustaka
- Al-Muqaddimah al-Jazariyyah — syarah di Pustaka
- Taysīr Aḥkām at-Tajwīd — al-Mustawā al-Awwal, Dr. Yahya Abd al-Razzaq al-Ghawthani