Empat Jenis Mad Lazim
Membedakan empat jenis mad lazim dan membaca contoh sesuai sukun asli, tasydid, kata, atau ejaan huruf.
Sukun yang tetap
Mad lazim terjadi jika huruf mad bertemu sukun asli, baik dibaca sambung maupun berhenti. Panjangnya enam harakat. Jika sukun itu masuk ke huruf berikutnya sehingga tampak tasydid, pembahasannya disebut mutsaqqal. Periksa contoh الضَّالِّينَ: sesudah alif ada lam bertasydid. Bagian pertama tasydid mengandung sukun asli.
Dua jenis dalam kata
Mad lazim kalimi mutsaqqal terjadi ketika huruf mad diikuti sukun asli yang melebur atau tampak sebagai tasydid dalam satu kata, seperti الضَّالِّينَ. Mad lazim kalimi mukhaffaf terjadi ketika huruf mad diikuti sukun asli yang tidak bertasydid dalam satu kata. Contohnya آلْآنَ pada dua tempat di Surah Yunus. Kalimi berarti hukum itu tampak di dalam kata; mutsaqqal berarti diberatkan oleh idgham atau tasydid, sedangkan mukhaffaf tidak.
Dua jenis dalam huruf pembuka surah
Mad lazim harfi terdapat pada ejaan nama sebagian huruf muqaththa’ah di awal surah. Jika nama huruf tersusun dari tiga huruf, bagian tengahnya huruf mad, dan huruf terakhirnya sukun, periksa hubungannya dengan bunyi berikutnya. Jika sukun akhirnya melebur, namanya harfi mutsaqqal, seperti lam pada الٓمٓ. Jika tidak melebur, namanya harfi mukhaffaf, seperti qaf pada قٓ dan shad pada صٓ. Huruf dibaca dengan nama Arabnya, bukan dirangkai menjadi kata.
Panjang dan pengecualian ‘ain
Empat jenis mad lazim pada dasarnya dibaca enam harakat. Tidak semua huruf pembuka surah termasuk mad lazim: huruf ح ي ط هـ ر, yang diringkas dalam ungkapan حَيٌّ طَاهِرٌ, dibaca menurut mad thabi’i pada ejaannya, sedangkan alif tidak memiliki mad. Khusus ejaan عَيْن pada awal Surah Maryam dan Asy-Syura, riwayat Hafsh melalui asy-Syathibiyyah memiliki wajah empat atau enam harakat; guru menetapkan satu wajah dan menjaganya.
Menjaga bunyi selain panjang
Jangan memendekkan mad lazim karena terbiasa dengan mad asli. Jangan pula menambah ghunnah pada lam bertasydid dalam الضَّالِّينَ; lam bukan nun atau mim. Panjang mad, tasydid, dan makhraj diperiksa terpisah lalu digabung dalam bacaan utuh.
Petikan Al-Qur’an untuk latihan
الضَّالِّينَ
Alif sebelum lam bertasydid: mad lazim kalimi mutsaqqal enam harakat.
Petikan QS 1:7 · Buka ayat lengkapContoh dan penjelasan
Mengapa alif pada الضَّالِّينَ tidak cukup dua harakat?
Karena sesudahnya ada sukun asli yang terkandung dalam lam bertasydid; terjadi mad lazim enam harakat.
Latihan praktik
Baca akhir Al-Fatihah, آلْآنَ, dan huruf pembuka pilihan guru. Untuk setiap contoh, sebut kalimi atau harfi serta mutsaqqal atau mukhaffaf.
Cek pemahaman
Apa sebab mad lazim?
Lihat panduan jawaban
Huruf mad bertemu sukun asli.
Sebutkan empat jenisnya.
Lihat panduan jawaban
Kalimi mutsaqqal, kalimi mukhaffaf, harfi mutsaqqal, dan harfi mukhaffaf.
Apa contoh kalimi mukhaffaf?
Lihat panduan jawaban
آلْآنَ pada dua tempat di Surah Yunus.
Apakah semua huruf awal surah dibaca enam harakat?
Lihat panduan jawaban
Tidak. Panjang ditentukan dari ejaan nama huruf; ejaan عَيْن memiliki rincian empat atau enam harakat pada jalur yang dipakai.
Rujukan pelajaran
- Al-Qur’an — teks dan lokasi petikan
- Tuhfatul Athfal — syarah pembelajaran di Pustaka
- Al-Muqaddimah al-Jazariyyah — syarah di Pustaka
- Taysīr Aḥkām at-Tajwīd — al-Mustawā al-Awwal, Dr. Yahya Abd al-Razzaq al-Ghawthani