Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Tajwid Dasar TEMAS — Kelas 1
Kembali ke kurikulum
Pondok Pesantren Ibadurrahman TEMAS

Tajwid Dasar TEMAS — Kelas 1

Mengenali bacaan, menirukan guru, dan membangun kebiasaan tartil.

24 pelajaran2 semesterEdisi 2 · Oktober 2026
Kelas 1 · Semester 2 · Pelajaran 22

Waqaf, Sakt, dan Memulai Kembali

Mengenal tujuan dan mutu waqaf, tanda mushaf, empat tempat sakt Hafsh, serta ibtida’ yang menjaga makna.

Enam keadaan waqaf

Ditinjau dari sebabnya, rujukan tingkat pertama membahas enam keadaan. Waqaf ikhtiyari dipilih pembaca. Ikhtibari dilakukan untuk menjelaskan tulisan atau cara berhenti pada sebuah kata. Intizhari dipakai ahli qira’at ketika mengumpulkan wajah bacaan. Idhthirari terjadi karena terpaksa, misalnya kehabisan napas, batuk, atau lupa. Ta’assufi ialah berhenti sembarangan tanpa alasan yang benar dan harus dihindari. Muraqabah berkaitan dengan dua tempat berpasangan: berhenti pada salah satunya, bukan keduanya.

Empat mutu waqaf ikhtiyari

Waqaf tam berhenti pada makna yang selesai dan tidak bergantung pada bagian sesudahnya secara lafaz maupun makna. Waqaf kafi telah selesai maknanya, tetapi masih berhubungan secara makna. Waqaf hasan menghasilkan makna yang dapat dipahami, namun masih terikat secara lafaz dan makna. Waqaf qabih berhenti sebelum makna selesai atau menimbulkan pengertian rusak; jangan disengaja. Jika terpaksa berhenti, ulangi dari susunan yang baik.

Membaca petunjuk mushaf

Mushaf yang dipakai di Indonesia lazim memuat tanda م untuk waqaf lazim, ج untuk boleh berhenti atau menyambung, قلى untuk lebih utama berhenti, dan صلى untuk lebih utama menyambung. Tanda لا menunjukkan tempat yang tidak tepat untuk berhenti secara sengaja menurut petunjuk mushaf itu. Guru menjelaskan penggunaannya pada mushaf yang dipakai, termasuk kedudukan akhir ayat.

Tanda berpasangan

Tanda tiga titik berpasangan menandai waqaf mu’anaqah: pilih berhenti pada salah satu dari dua tempat yang terkait, bukan keduanya. Bentuk tanda dan kebijakan penandaan dapat berbeda antar-edisi. Karena itu, kenali halaman petunjuk tanda dalam mushaf, bukan hanya hafalkan satu poster. Membaca bersama guru menolong menemukan hubungan tanda dengan susunan ayat.

Empat tempat sakt Hafsh

Dalam jalur yang dipakai buku ini, Hafsh memiliki empat tempat sakt yang dilatih saat menyambung: عِوَجَا ۜ قَيِّمًا pada Al-Kahf 18:1–2; مَرْقَدِنَا ۜ هَذَا pada Yasin 36:52; مَنْ ۜ رَاقٍ pada Al-Qiyamah 75:27; dan بَلْ ۜ رَانَ pada Al-Muthaffifin 83:14. Suara berhenti sangat singkat tanpa napas, kemudian bacaan dilanjutkan. Tanda sakt dan cara cetaknya dapat berbeda pada mushaf.

Ibtida’ yang menjaga makna

Ibtida’ ialah memulai bacaan. Sesudah berhenti, kita tidak selalu dapat langsung mengambil kata berikutnya tanpa melihat hubungannya. Guru menunjukkan tempat memulai yang menghasilkan makna utuh dan tidak menimbulkan pengertian salah. Pemula boleh mengulang beberapa kata sebelumnya. Mengulang dengan tujuan memperbaiki sambungan lebih baik daripada memaksakan satu napas panjang yang mengacaukan bunyi.

Contoh dan penjelasan

Siswa menjumpai dua tanda titik tiga berpasangan. Apa yang dilakukan?

Memilih salah satu tempat berhenti sesuai bimbingan, tidak berhenti pada kedua tempat dalam pasangan itu.

Latihan praktik

Buka petunjuk tanda mushaf kelas. Guru menunjukkan satu contoh waqaf tam, kafi, hasan, dan qabih, lalu memperagakan salah satu dari empat tempat sakt.

Cek pemahaman

  1. Apa empat mutu waqaf ikhtiyari?

    Lihat panduan jawaban

    Tam, kafi, hasan, dan qabih.

  2. Apa makna umum ج?

    Lihat panduan jawaban

    Boleh berhenti atau menyambung.

  3. Sebutkan empat tempat sakt Hafsh.

    Lihat panduan jawaban

    Al-Kahf 18:1–2, Yasin 36:52, Al-Qiyamah 75:27, dan Al-Muthaffifin 83:14 pada rangkaian kata yang dipelajari.

  4. Apa arti ibtida’?

    Lihat panduan jawaban

    Memulai bacaan, termasuk memulai kembali sesudah waqaf.

  5. Mengapa perlu mengenal edisi mushaf?

    Lihat panduan jawaban

    Karena bentuk dan petunjuk penandaan dapat berbeda; keputusan baca harus mengikuti ketentuan yang dipahami.

Rujukan pelajaran

Catat bacaanmu

Tajwid Dasar TEMAS — Kelas 1 · Waqaf, Sakt, dan Memulai Kembali

Tersimpan di perangkat ini. Masuk agar progres dapat dibuka di perangkat lain.
Masuk untuk sinkronisasi

BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Tajwid Dasar TEMAS — Kelas 1 · Waqaf, Sakt, dan Memulai KembaliTajwid Dasar TEMAS — Kelas 1 · versi 147

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan