Ghunnah pada Nun dan Mim Bertasydid
Membaca nun serta mim bertasydid dengan ghunnah dua harakat.
Mengenali dengung
Ghunnah adalah bunyi yang keluar melalui rongga hidung. Pada nun dan mim bertasydid, ghunnah ditampakkan selama dua harakat. Dengarkan guru membaca إِنَّ dan ثُمَّ sebagai latihan kata. Bagian yang didengungkan adalah nun atau mim, bukan vokal sebelumnya. Tanda tasydid menolong mata menemukan tempat latihan.
Mulut tidak bekerja sama pada semua huruf
Pada mim, kedua bibir bertemu secara wajar. Pada nun, posisi lidah mengikuti makhraj nun. Keduanya memiliki ghunnah, tetapi jangan menyamakan gerak mulut keduanya. Tidak perlu mencubit hidung ketika tilawah. Jika guru memakai percobaan aliran udara sebagai penjelasan, kembalilah segera pada posisi membaca yang normal.
Menahan secukupnya
Dua harakat mengikuti tempo, sama seperti ukuran yang sudah dilatih pada mad asli, tetapi sifat bunyinya berbeda: mad memanjangkan vokal, ghunnah menahan dengung. Kesalahan yang sering terjadi ialah menghilangkan dengung atau menahannya terlalu lama. Berlatihlah satu kata, kemudian satu potongan ayat agar perpindahan setelah ghunnah tetap lancar.
Petikan Al-Qur’an untuk latihan
إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ
Nun bertasydid pada إِنَّا dibaca dengan ghunnah; sesudahnya alif mad dibaca sesuai hukumnya.
Petikan QS 108:1 · Buka ayat lengkapContoh dan penjelasan
Siti memanjangkan kasrah pada إِنَّ tetapi nun dibaca singkat tanpa dengung. Apa koreksinya?
Kasrah awal tetap pendek. Yang ditahan dengan ghunnah dua harakat adalah nun bertasydid.
Latihan praktik
Guru memberi lima kata bercampur nun atau mim bertasydid. Tandai, dengarkan, lalu baca dua kali dengan tempo tetap.
Cek pemahaman
Di mana sumber ghunnah?
Lihat panduan jawaban
Rongga hidung.
Berapa lama ghunnah nun dan mim bertasydid?
Lihat panduan jawaban
Dua harakat.
Apa perbedaan mad dan ghunnah?
Lihat panduan jawaban
Mad memanjangkan bunyi vokal; ghunnah adalah dengung pada huruf tertentu.