Nun Sukun dan Tanwin: Melihat Huruf Sesudahnya
Membedakan nun tertulis dan tanwin serta memakai langkah sederhana untuk menentukan hukumnya.
Sama dalam bunyi tertentu, berbeda tulisan
Nun sukun adalah huruf ن yang tidak berharakat. Tanwin ditulis sebagai harakat rangkap pada akhir kata; ketika disambung, terdengar tambahan bunyi nun sukun meskipun tidak ditulis dengan huruf ن. Guru memperagakan kata yang bertanwin lalu menyambungkannya. Jangan menambahkan nun tertulis ketika menyalin kata dari mushaf.
Langkah mencari hukum
Pertama, temukan nun sukun atau tanwin. Kedua, lihat huruf yang langsung mengikutinya saat bacaan disambung. Ketiga, tentukan apakah huruf itu termasuk izhar, idgham, iqlab, atau ikhfa. Keempat, baca dengan contoh guru. Hukum tidak ditentukan oleh huruf sebelum nun. Jika berhenti di akhir kata, cara membaca tanwin berubah sesuai aturan waqaf.
Belajar melalui kelompok kecil
Kita mempelajari empat hukum secara bertahap pada pelajaran berikutnya. Jangan hanya menghafal satu rangkaian huruf tanpa dapat menemukan contoh. Mulailah dari izhar yang hurufnya enam, kemudian idgham, iqlab, dan ikhfa. Setiap contoh harus dibaca dalam keadaan yang sesuai: sambung atau berhenti. Catatan hukum selalu mengikuti keadaan bacaan tersebut.
Petikan Al-Qur’an untuk latihan
مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
Pada مِنْ شَرِّ, perhatikan ش setelah nun; penerapan ikhfa dipelajari pada pelajaran 12.
Petikan QS 113:2 · Buka ayat lengkapContoh dan penjelasan
Pada petikan مِنْ شَرِّ, huruf mana yang diperiksa untuk hukum nun?
Huruf ش sesudah nun sukun, bukan mim sebelum nun.
Latihan praktik
Salin tiga nun sukun dan tiga tanwin dari halaman pilihan guru. Beri garis pada huruf sesudahnya tanpa menentukan hukum dahulu.
Cek pemahaman
Apakah tanwin ditulis sebagai ن?
Lihat panduan jawaban
Tidak; tanwin ditulis dengan tanda harakat rangkap.
Huruf mana yang menentukan hukum?
Lihat panduan jawaban
Huruf yang datang setelah nun sukun atau tanwin ketika disambung.
Mengapa keterangan sambung penting?
Lihat panduan jawaban
Karena saat berhenti, bunyi akhir kata dan hubungan dengan kata berikutnya dapat berubah.
Rujukan pelajaran
- Al-Qur’an — teks dan lokasi petikan
- Tuhfatul Athfal — syarah pembelajaran di Pustaka
- Al-Muqaddimah al-Jazariyyah — syarah di Pustaka
- Taysīr Aḥkām at-Tajwīd — al-Mustawā al-Awwal, Dr. Yahya Abd al-Razzaq al-Ghawthani