Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Tarikh Islam TEMAS — Kelas 1 SMP
Kembali ke kurikulum Tarikh

Pondok Pesantren Ibadurrahman TEMAS

Tarikh Islam TEMAS — Kelas 1 SMP

Dari Jazirah Arab sampai Khulafaur Rasyidin

24 pelajaran · 2 semester · Edisi revisi · Oktober 2026

Kelas 1 SMP · Semester 2

14. Khandaq: Madinah Menghadapi Pasukan Sekutu

Waktu: Syawal–Zulkaidah 5 H / 627 M

Tempat: Madinah dan permukiman Bani Quraizhah

Terbentuknya pasukan Ahzab

Pada tahun 5 H, ancaman terhadap Madinah menjadi lebih besar. Sejumlah pemimpin Bani Nadhir yang telah meninggalkan Madinah mendatangi Quraisy dan kabilah-kabilah lain untuk membentuk persekutuan. Quraisy dari Makkah dan Ghathafan dari kawasan Najd termasuk kekuatan utama yang bergabung.

Pasukan gabungan berjumlah sekitar sepuluh ribu orang. Karena terdiri atas beberapa kelompok, mereka disebut Ahzab, artinya golongan-golongan atau pasukan sekutu. Tujuannya mengepung dan menghancurkan kekuatan Muslim di Madinah. Abu Sufyan memimpin pasukan Quraisy dalam persekutuan tersebut.

Nabi memperoleh kabar mengenai persiapan lawan dan bermusyawarah dengan sahabat. Menghadapi jumlah yang jauh lebih besar, Muslim memerlukan pertahanan yang dapat menghalangi serangan langsung, terutama pasukan berkuda.

Parit di bagian yang terbuka

Salman al-Farisi mengusulkan penggalian parit. Ia mengenal cara pertahanan itu dari negeri asalnya, Persia. Madinah memiliki kebun, permukiman, dan kawasan batuan yang menyulitkan gerakan pasukan pada beberapa sisi. Parit digali pada bagian terbuka yang paling memungkinkan diserang, terutama di sebelah utara.

Nabi dan para sahabat bekerja menggali dalam keadaan makanan terbatas dan cuaca berat. Tanah serta batu harus dipindahkan sebelum pasukan lawan datang. Taktik ini memberi nama lain bagi pertempuran tersebut: Khandaq, yang berarti parit.

Ketika pasukan sekutu tiba, gerakan mereka tertahan. Kuda tidak dapat begitu saja melompati parit yang lebar. Pertempuran tidak berbentuk bentrokan seluruh pasukan di lapangan terbuka seperti Badar atau Uhud. Yang terjadi terutama ialah pengepungan, saling melepaskan anak panah, serta upaya terbatas mencari celah pertahanan.

Pengepungan dan bubarnya persekutuan

Muslim menghadapi tekanan dari luar sekaligus kekhawatiran dari arah permukiman Bani Quraizhah. Hubungan perjanjian dengan kelompok tersebut rusak pada masa pengepungan sehingga keamanan keluarga di dalam kota ikut terancam. Keadaan ini membuat pertahanan Madinah sangat berat.

Nu’aim bin Mas’ud, yang telah masuk Islam tetapi belum diketahui pihak lawan, berperan menimbulkan ketidakpercayaan di antara kelompok-kelompok sekutu. Pengepungan yang panjang juga membutuhkan makanan bagi manusia dan hewan. Ketika kemenangan cepat tidak tercapai, persekutuan menjadi semakin rapuh.

Angin kencang serta cuaca buruk mengacaukan perkemahan lawan. Akhirnya pasukan sekutu meninggalkan Madinah. Mereka tidak berhasil menembus pertahanan kota. Surah Al-Ahzab menerangkan kesulitan yang dialami Muslim dan pertolongan Allah dalam menghadapi pasukan gabungan tersebut.

Sesudah pengepungan

Sesudah pasukan sekutu pergi, Nabi menghadapi Bani Quraizhah yang telah melanggar perjanjian pada saat kota terkepung. Setelah pengepungan terhadap benteng mereka, keputusan diserahkan kepada Sa’ad bin Mu’adz, tokoh Aus yang sebelumnya mempunyai hubungan persekutuan dengan mereka. Ia menetapkan hukuman berat menurut keadaan perang masa itu: hukuman mati terhadap para lelaki dewasa dan penawanan keluarga. Peristiwa ini merupakan bagian paling berat dalam hubungan politik Madinah pada masa tersebut.

Sa’ad sendiri telah terluka dalam Perang Khandaq dan kemudian wafat. Berakhirnya ancaman Ahzab menjadi titik perubahan. Serangan gabungan terbesar terhadap Madinah telah gagal. Setelah itu, posisi Muslim semakin kuat untuk berhubungan dengan Makkah melalui jalan yang kelak menghasilkan Perjanjian Hudaibiyah.

Soal

  1. Apa arti Ahzab?
  2. Sebutkan dua kekuatan utama dalam pasukan sekutu.
  3. Siapa pengusul penggalian parit?
  4. Mengapa parit tidak perlu mengelilingi setiap bagian Madinah?
  5. Apa pengaruh parit terhadap pasukan berkuda?
  6. Bagaimana bentuk utama pertempuran Khandaq?
  7. Sebutkan dua kesulitan yang melemahkan pasukan sekutu.
  8. Apa peran Nu’aim bin Mas’ud?
  9. Siapa yang memberi keputusan atas Bani Quraizhah?
  10. Mengapa berakhirnya Khandaq menjadi titik perubahan?

Glosarium · Garis waktu · Kunci jawaban di akhir buku

Rujukan pelajaran

Catat bacaanmu

Tarikh Islam TEMAS — Kelas 1 SMP · Khandaq: Madinah Menghadapi Pasukan Sekutu

Tersimpan di perangkat ini. Masuk agar progres dapat dibuka di perangkat lain.
Masuk untuk sinkronisasi

BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Tarikh Islam TEMAS — Kelas 1 SMP · Khandaq: Madinah Menghadapi Pasukan SekutuTarikh Islam TEMAS — Kelas 1 SMP

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan