Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Tarikh Islam TEMAS — Kelas 1 SMP
Kembali ke kurikulum Tarikh

Pondok Pesantren Ibadurrahman TEMAS

Tarikh Islam TEMAS — Kelas 1 SMP

Dari Jazirah Arab sampai Khulafaur Rasyidin

24 pelajaran · 2 semester · Edisi revisi · Oktober 2026

Kelas 1 SMP · Semester 2

16. Khaibar, Surat kepada Penguasa, dan Mu’tah

Waktu: Tahun 7–8 H / 628–629 M

Tempat: Khaibar, Madinah, dan Mu’tah di wilayah utara

Khaibar di utara Madinah

Khaibar merupakan kawasan pertanian dan benteng-benteng di utara Madinah. Sebagian pemimpin yang terlibat dalam pembentukan pasukan Ahzab tinggal di sana. Setelah Hudaibiyah mengurangi ancaman dari arah Makkah, Nabi dapat memusatkan perhatian pada keadaan di utara.

Pada tahun 7 H, pasukan Muslim bergerak menuju Khaibar. Pertahanannya tidak berupa satu kota terbuka, melainkan beberapa benteng yang harus dihadapi satu demi satu. Ali bin Abi Thalib memperoleh panji pada salah satu tahap penting pertempuran. Setelah benteng-benteng dikuasai, dibuat kesepakatan mengenai pengelolaan lahan pertanian.

Penduduk yang mengolah kebun tetap bekerja dengan pembagian hasil yang disepakati. Pengaturan ini memperlihatkan bahwa sesudah pertempuran masih ada urusan pangan, pekerjaan, dan hasil kebun yang harus diselesaikan. Khaibar kemudian menjadi salah satu sumber hasil pertanian penting bagi masyarakat Muslim.

Kepulangan dari Habasyah

Pada masa Khaibar, Ja’far bin Abi Thalib bersama rombongan yang telah lama tinggal di Habasyah bergabung dengan Nabi. Mereka dahulu meninggalkan Makkah untuk mencari perlindungan dari penindasan Quraisy. Kini mereka menemukan masyarakat Muslim yang telah mempunyai pusat kehidupan di Madinah.

Perjalanan Ja’far menghubungkan tiga tempat dalam sirah: Makkah sebagai tempat awal dakwah, Habasyah sebagai tempat perlindungan, dan Madinah sebagai pusat masyarakat baru. Kepulangannya juga mendahului peran penting yang akan dijalankannya sebagai salah seorang pemimpin pasukan Mu’tah.

Surat dan utusan

Dalam masa setelah Hudaibiyah, Nabi mengirim surat melalui utusan kepada sejumlah penguasa. Di antara nama yang dikenal ialah Heraklius, penguasa Romawi Timur; Kisra, penguasa Persia; Muqauqis di Mesir; serta Najasyi di Habasyah. Surat-surat itu berisi ajakan menerima Islam.

Pengiriman surat memperluas hubungan dakwah melampaui kabilah-kabilah di sekitar Madinah. Seorang utusan harus melakukan perjalanan jauh, mengenali pihak yang dituju, dan menyampaikan pesan. Tanggapan para penguasa tidak sama: ada yang menerima utusan dengan baik, ada yang menolak ajakan, dan ada yang bersikap keras.

Perjalanan utusan juga menimbulkan persoalan keamanan. Al-Harits bin Umair al-Azdi, yang membawa pesan menuju wilayah utara, dibunuh oleh seorang penguasa setempat yang berhubungan dengan kekuasaan Romawi. Pembunuhan utusan ini menjadi latar belakang pengiriman pasukan ke Mu’tah.

Tiga pemimpin dan penyelamatan pasukan

Pada tahun 8 H, sekitar tiga ribu Muslim berangkat menuju Mu’tah. Nabi tidak ikut dalam perjalanan tersebut. Beliau menetapkan Zaid bin Haritsah sebagai pemimpin; jika Zaid gugur, kepemimpinan beralih kepada Ja’far bin Abi Thalib, kemudian Abdullah bin Rawahah.

Pasukan menghadapi kekuatan Romawi dan sekutu-sekutu Arabnya. Pertempuran berlangsung berat. Zaid, Ja’far, dan Abdullah gugur secara berurutan. Setelah itu, pasukan memilih Khalid bin Walid untuk memimpin. Khalid mengatur gerakan pasukan sehingga dapat keluar dari keadaan berbahaya dan kembali ke Madinah.

Mu’tah tidak berakhir dengan penaklukan wilayah Romawi. Peristiwa ini merupakan pertemuan militer besar dengan kekuatan di utara dan memperlihatkan beratnya hubungan perbatasan. Khalid, yang dahulu memimpin kavaleri Quraisy di Uhud, kini telah menjadi pemimpin pasukan Muslim.

Soal

  1. Di mana Khaibar berada?
  2. Mengapa keadaan sesudah Hudaibiyah memungkinkan gerakan ke Khaibar?
  3. Bagaimana bentuk pertahanan Khaibar?
  4. Apa pengaturan pertanian setelah Khaibar dikuasai?
  5. Siapa yang kembali dari Habasyah pada masa Khaibar?
  6. Sebutkan dua penguasa yang menerima surat Nabi.
  7. Apa tujuan surat-surat tersebut?
  8. Apa peristiwa yang melatarbelakangi pengiriman pasukan Mu’tah?
  9. Urutkan tiga pemimpin yang ditetapkan Nabi untuk Mu’tah.
  10. Siapa yang memimpin setelah ketiganya gugur?
  11. Apakah Nabi ikut dalam pasukan Mu’tah?
  12. Apa hasil penting kepemimpinan Khalid di Mu’tah?

Glosarium · Garis waktu · Kunci jawaban di akhir buku

Rujukan pelajaran

Catat bacaanmu

Tarikh Islam TEMAS — Kelas 1 SMP · Khaibar, Surat kepada Penguasa, dan Mu’tah

Tersimpan di perangkat ini. Masuk agar progres dapat dibuka di perangkat lain.
Masuk untuk sinkronisasi

BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Tarikh Islam TEMAS — Kelas 1 SMP · Khaibar, Surat kepada Penguasa, dan Mu’tahTarikh Islam TEMAS — Kelas 1 SMP

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan