Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Tarikh Islam TEMAS — Kelas 1 SMP
Kembali ke kurikulum Tarikh

Pondok Pesantren Ibadurrahman TEMAS

Tarikh Islam TEMAS — Kelas 1 SMP

Dari Jazirah Arab sampai Khulafaur Rasyidin

24 pelajaran · 2 semester · Edisi revisi · Oktober 2026

Kelas 1 SMP · Semester 2

19. Haji Wada: Pertemuan Besar di Akhir Kerasulan

Waktu: Zulhijah 10 H / 632 M

Tempat: Makkah, Mina, Arafah, dan Muzdalifah

Nabi mengumumkan keberangkatan

Pada tahun 10 H, Nabi mengumumkan akan melaksanakan haji. Kabar itu menarik banyak Muslim dari Madinah dan berbagai kabilah. Mereka ingin mengikuti tata cara haji langsung dari beliau. Perjalanan ini berlangsung setelah Makkah menjadi bagian dari masyarakat Muslim dan hubungan dengan banyak wilayah Arab semakin luas.

Nabi berangkat dari Madinah pada akhir Zulkaidah. Beliau mengenakan ihram dari Dzul Hulaifah, tempat di luar Madinah yang menjadi batas memulai ihram bagi rombongan dari arah itu. Para sahabat mengikuti perjalanan menuju Makkah sambil mengucapkan talbiyah.

Setibanya di Makkah, Nabi melaksanakan tawaf dan sa’i. Orang-orang memperhatikan tindakan beliau agar mengetahui cara menjalankan ibadah. Riwayat Jabir bin Abdullah memuat uraian panjang mengenai perjalanan ini, termasuk urutan tempat yang disinggahi dan kegiatan yang dilakukan.

Dari Mina menuju Arafah

Pada tanggal 8 Zulhijah, rombongan bergerak ke Mina. Keesokan harinya mereka menuju Arafah. Wukuf di Arafah merupakan bagian utama haji. Nabi menyampaikan khutbah di kawasan tersebut, lalu melaksanakan salat dan berdoa hingga matahari terbenam.

Khutbah itu menegaskan kehormatan jiwa dan harta manusia, penghapusan tuntutan darah serta riba jahiliah, dan tanggung jawab dalam hubungan keluarga. Nabi juga mengingatkan agar umat berpegang pada petunjuk Allah. Isi khutbah disampaikan kepada jamaah yang datang dari banyak tempat sehingga dapat dibawa pulang kepada masyarakat masing-masing.

Pada hari itu turun ayat tentang kesempurnaan agama dalam Surah Al-Ma’idah ayat 3. Pertemuan besar ini memperlihatkan perubahan yang sangat jauh dari masa ketika Muslim hanya berkumpul dalam jumlah kecil di Makkah.

Muzdalifah dan hari-hari di Mina

Sesudah matahari terbenam pada hari Arafah, Nabi bergerak menuju Muzdalifah. Beliau bermalam dan melaksanakan salat di sana. Pada tanggal 10 Zulhijah, perjalanan diteruskan ke Mina untuk melempar jumrah, menyembelih hewan kurban, dan mencukur rambut. Beliau juga melakukan tawaf ifadah di Makkah.

Selama hari-hari berikutnya, jamaah tetap menjalankan rangkaian haji dan mendengarkan penjelasan Nabi. Pertanyaan datang dari orang-orang yang melakukan sebagian kegiatan dengan urutan yang berbeda. Nabi memberikan jawaban yang menjadi bagian penting dalam pembelajaran manasik.

Urutan Makkah, Mina, Arafah, Muzdalifah, lalu kembali ke Mina membantu pembaca membedakan tempat-tempat haji. Semuanya tidak berada pada satu lapangan. Jamaah bergerak dari tempat ke tempat sesuai waktu dan kegiatan ibadah.

Mengapa disebut Haji Wada?

Haji ini dikenal sebagai Haji Wada, yaitu haji perpisahan. Dalam pesannya Nabi memberi isyarat bahwa beliau mungkin tidak berjumpa lagi dengan jamaah pada tahun berikutnya. Ternyata, beberapa bulan setelah pulang ke Madinah, beliau wafat.

Haji Wada menjadi pertemuan besar untuk menyampaikan tata cara ibadah dan pokok tanggung jawab umat. Para sahabat yang hadir kemudian mengajarkan apa yang mereka lihat dan dengar. Karena itu, nilai sejarahnya tidak hanya terletak pada banyaknya jamaah, tetapi juga pada penyampaian ilmu kepada masyarakat dari berbagai daerah.

Setelah haji selesai, Nabi kembali ke Madinah. Beliau masih menerima utusan dan mengurus kepentingan umat. Kehidupan masyarakat tetap berjalan, sementara masa kerasulan mendekati akhirnya.

Soal

  1. Pada tahun berapa Haji Wada dilakukan?
  2. Mengapa banyak orang ingin mengikuti Nabi berhaji?
  3. Di mana rombongan dari Madinah memulai ihram?
  4. Apa nama sahabat yang meriwayatkan uraian panjang haji Nabi?
  5. Pada tanggal berapa wukuf di Arafah dilakukan?
  6. Sebutkan dua pokok pesan khutbah Nabi.
  7. Ke mana jamaah bergerak setelah matahari terbenam di Arafah?
  8. Sebutkan dua kegiatan pada tanggal 10 Zulhijah.
  9. Mengapa haji itu disebut Haji Wada?
  10. Bagaimana Haji Wada membantu penyebaran ilmu?

Glosarium · Garis waktu · Kunci jawaban di akhir buku

Rujukan pelajaran

Catat bacaanmu

Tarikh Islam TEMAS — Kelas 1 SMP · Haji Wada: Pertemuan Besar di Akhir Kerasulan

Tersimpan di perangkat ini. Masuk agar progres dapat dibuka di perangkat lain.
Masuk untuk sinkronisasi

BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Tarikh Islam TEMAS — Kelas 1 SMP · Haji Wada: Pertemuan Besar di Akhir KerasulanTarikh Islam TEMAS — Kelas 1 SMP

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan