2. Keluarga, Kelahiran, dan Masa Kecil Nabi
Waktu: Tahun Gajah sampai usia sekitar 8 tahun; sekitar 570-an M
Tempat: Makkah, perkampungan Bani Sa’ad, Yatsrib, dan Abwa
Keluarga Bani Hasyim
Muhammad ﷺ berasal dari Bani Hasyim, salah satu keluarga Quraisy. Ayah beliau bernama Abdullah bin Abdul Muthalib dan ibunya Aminah binti Wahab. Abdul Muthalib adalah kakek beliau yang mempunyai kedudukan terhormat di Makkah. Ia dikenal dalam pengurusan air Zamzam dan pelayanan bagi orang-orang yang datang ke Ka’bah.
Nasab yang perlu dikenal pada tahap ini ialah Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib bin Hasyim. Kata bin berarti “anak laki-laki dari”, sedangkan binti berarti “anak perempuan dari”. Penyebutan nasab membantu membedakan orang yang namanya sama dan memperlihatkan hubungan keluarga dalam cerita sejarah.
Tahun Gajah dan kelahiran
Menjelang kelahiran Nabi, Abrahah membawa pasukan dari Yaman menuju Makkah. Tujuannya menghancurkan Ka’bah agar pusat kunjungan orang Arab berpindah ke bangunan yang didirikannya di Yaman. Pasukannya membawa gajah. Penduduk Makkah tidak mempunyai kekuatan untuk menandingi pasukan itu dan menyingkir ke pegunungan. Allah menggagalkan serangan tersebut. Peristiwa pasukan bergajah disebut dalam Surah Al-Fil.
Muhammad dilahirkan di Makkah pada hari Senin, bulan Rabiulawal, pada Tahun Gajah. Kelahiran ini biasa ditempatkan sekitar 570 Masehi. Abdullah telah wafat sebelum putranya lahir. Dengan demikian, sejak lahir Muhammad sudah menjadi anak yatim. Abdul Muthalib menyambut kelahiran cucunya dan memberinya nama Muhammad.
Diasuh di perkampungan Bani Sa’ad
Pada masa itu, sejumlah keluarga Makkah menitipkan bayi kepada ibu susuan dari perkampungan. Anak tumbuh di lingkungan yang udaranya terbuka dan mengenal bahasa Arab masyarakat perkampungan. Setelah menerima susuan pada masa awal dari ibunya dan Tsuwaibah, Muhammad dibawa oleh Halimah as-Sa’diyah ke lingkungan Bani Sa’ad.
Halimah berasal dari keluarga yang kehidupannya sederhana. Muhammad tinggal bersama keluarga tersebut pada awal masa kanak-kanaknya. Setelah masa penyusuan dan pengasuhan di perkampungan, beliau kembali kepada Aminah di Makkah. Kehidupan di Bani Sa’ad menjadi bagian dari masa kecil beliau sebelum tumbuh di tengah masyarakat kota.
Dari Aminah kepada Abu Thalib
Ketika Muhammad berusia sekitar enam tahun, Aminah mengajaknya mengunjungi keluarga di Yatsrib. Ummu Aiman ikut mendampingi perjalanan itu. Dalam perjalanan pulang ke Makkah, Aminah sakit dan wafat di Abwa, tempat di antara Makkah dan Yatsrib. Ummu Aiman membawa Muhammad kembali ke Makkah.
Abdul Muthalib kemudian mengasuh cucunya. Akan tetapi, ketika Muhammad berusia sekitar delapan tahun, kakeknya juga wafat. Pengasuhan beralih kepada Abu Thalib, saudara ayah beliau. Abu Thalib memiliki banyak tanggungan dan hidup sederhana, tetapi memberikan perlindungan kepada keponakannya.
Urutan tempat dan pengasuh ini membantu kita mengikuti masa kecil Nabi: lahir di Makkah, diasuh Halimah di Bani Sa’ad, kembali kepada Aminah, kehilangan ibu dalam perjalanan dari Yatsrib, kemudian berada dalam asuhan Abdul Muthalib dan Abu Thalib.
Soal
- Siapa ayah dan ibu Nabi Muhammad?
- Apa hubungan Bani Hasyim dengan Quraisy?
- Tuliskan nasab Nabi sampai Hasyim.
- Mengapa tahun kelahiran Nabi disebut Tahun Gajah?
- Apa tujuan Abrahah menyerang Makkah?
- Siapa ibu susuan Nabi dari Bani Sa’ad?
- Di manakah Aminah wafat?
- Siapa yang membawa Nabi kembali ke Makkah setelah ibunya wafat?
- Siapa yang mengasuh Nabi setelah Abdul Muthalib wafat?
- Urutkan pengasuhan setelah Nabi kembali dari Bani Sa’ad.