22. Umar bin Khattab: Wilayah Meluas, Pemerintahan Ditata
Waktu: Kekhalifahan 13–23 H / 634–644 M
Tempat: Madinah, Syam, Irak, Persia, dan Mesir
Perubahan wilayah pemerintahan
Umar bin Khattab melanjutkan kepemimpinan setelah Abu Bakar. Pada masa Nabi, ia telah ikut menghadapi berbagai peristiwa besar. Sebagai khalifah, Umar harus mengatur masyarakat yang wilayahnya berkembang cepat. Tugasnya bukan hanya mengirim pasukan, tetapi juga mengurus penduduk, penghasilan negara, pengadilan, dan hubungan dengan para gubernur.
Di Syam, pasukan Muslim menghadapi kekuatan Romawi Timur. Pertempuran Yarmuk pada tahun 15 H menjadi kemenangan penting. Abu Ubaidah bin Jarrah memegang kepemimpinan utama di Syam, sedangkan Khalid bin Walid mempunyai peran besar dalam pengaturan medan perang. Setelah kekuatan Romawi melemah, kota-kota Syam semakin terbuka bagi pemerintahan Muslim.
Irak, Baitul Maqdis, dan Mesir
Di Irak, Sa’ad bin Abi Waqqash memimpin pasukan dalam Perang Qadisiyah melawan Persia. Kemenangan membuka jalan menuju Madain, pusat pemerintahan Persia di wilayah itu. Pertempuran Nahawand pada tahun 21 H kemudian mempercepat melemahnya kekuasaan Persia di daerah-daerah berikutnya.
Baitul Maqdis atau Yerusalem menerima pemerintahan Muslim melalui perjanjian. Umar datang untuk menyelesaikan penyerahan kota dan memberikan jaminan terhadap penduduk serta tempat ibadah mereka. Kota ini mempunyai arti penting bagi Muslim dan pemeluk agama lain.
Di Mesir, Amr bin Ash memimpin gerakan melalui Sinai. Pasukan menghadapi benteng Babilon lalu menguasai Iskandariah. Kota Fustat dibangun sebagai pusat pemerintahan baru di dekat Sungai Nil. Perubahan wilayah ini menghubungkan Madinah dengan masyarakat yang memiliki bahasa, kegiatan ekonomi, dan kebiasaan berbeda.
Diwan, kota, dan kalender
Umar mengembangkan diwan, yaitu daftar dan pengaturan administratif untuk mencatat orang serta pembagian tunjangan. Baitulmal mengurus harta yang menjadi hak masyarakat dan pemerintahan. Gubernur ditempatkan di daerah, sedangkan hakim menangani perkara. Pembagian tugas diperlukan karena semua urusan tidak mungkin ditangani langsung dari Madinah.
Kufah dan Basrah tumbuh sebagai kota penting di Irak. Keduanya mula-mula berkaitan dengan kebutuhan pasukan, lalu berkembang menjadi tempat tinggal, perdagangan, dan pengajaran. Di Mesir terdapat Fustat. Kota-kota baru membantu menghubungkan pemerintahan dengan wilayah yang luas.
Pada masa Umar ditetapkan penanggalan Hijriah untuk menertibkan surat dan urusan pemerintahan. Tahun hijrah Nabi dijadikan titik awal hitungan, dengan Muharam sebagai bulan pertama. Penetapan kalender membuat dokumen dapat dikenali waktunya dan mencegah kebingungan mengenai tahun suatu perintah.
Bencana dan akhir pemerintahan
Pemerintahan Umar juga menghadapi bencana. Pada tahun 18 H terjadi masa kelaparan yang dikenal sebagai Tahun Ramadah. Bantuan makanan dikumpulkan dan didatangkan dari berbagai wilayah. Pada masa yang berdekatan, wabah Amwas melanda Syam dan menewaskan banyak orang, termasuk sejumlah pemimpin Muslim.
Pada akhir tahun 23 H, Umar diserang Abu Lu’lu’ah ketika salat Subuh. Luka yang dideritanya menyebabkan beliau wafat. Sebelum wafat, Umar menunjuk enam sahabat untuk bermusyawarah memilih khalifah berikutnya: Ali, Utsman, Abdurrahman bin Auf, Sa’ad bin Abi Waqqash, Az-Zubair, dan Thalhah.
Masa Umar memperlihatkan perubahan dari pemerintahan yang berpusat pada Jazirah Arab menjadi pemerintahan lintas wilayah. Kemenangan pasukan harus diikuti pencatatan, pembagian tugas, pengadilan, dan pengurusan penduduk. Itulah sebabnya penataan pemerintahan menjadi bagian penting dari sejarahnya.
Soal
- Kapan Umar memerintah sebagai khalifah?
- Kerajaan mana yang dihadapi pasukan Muslim di Yarmuk?
- Siapa panglima Muslim di Qadisiyah?
- Apa arti penting kemenangan Qadisiyah?
- Siapa pemimpin gerakan ke Mesir?
- Sebutkan tiga kota penting yang tumbuh dalam masa perluasan itu.
- Apa fungsi diwan?
- Mengapa kalender diperlukan dalam pemerintahan?
- Apa peristiwa yang dijadikan awal hitungan Hijriah?
- Apa yang dimaksud dengan Tahun Ramadah?
- Bagaimana Umar mengatur pemilihan penggantinya?
- Mengapa perluasan wilayah menuntut pembagian tugas pemerintahan?
Glosarium · Garis waktu · Kunci jawaban di akhir buku