23. Utsman bin Affan: Mushaf dan Perkembangan Wilayah
Waktu: Kekhalifahan 23–35 H / 644–656 M
Tempat: Madinah, Syam, Mesir, Afrika Utara, dan wilayah timur
Pemilihan khalifah ketiga
Sesudah Umar wafat, enam sahabat yang telah ditunjuk membahas kepemimpinan. Abdurrahman bin Auf berperan mendengarkan pertimbangan masyarakat dan mempertemukan pilihan. Utsman bin Affan kemudian menerima baiat sebagai khalifah.
Utsman termasuk Muslim awal, pernah berhijrah ke Habasyah, dan dikenal membantu kepentingan masyarakat dengan hartanya. Ia menikah dengan Ruqayyah, kemudian sesudah Ruqayyah wafat menikah dengan Ummu Kultsum. Karena menikahi dua putri Nabi pada waktu yang berbeda, ia dikenal dengan gelar Dzun Nurain, pemilik dua cahaya.
Pada awal pemerintahannya, wilayah Muslim telah sangat luas. Ia melanjutkan pengaturan daerah yang diwariskan Umar serta menghadapi gerakan baru di perbatasan.
Laut menjadi jalur penting
Pasukan Muslim bergerak lebih jauh di Afrika Utara dan wilayah timur, termasuk Khurasan. Pada saat yang sama, hubungan dengan kawasan Laut Tengah semakin penting. Romawi memiliki armada yang dapat mengancam pesisir Syam dan Mesir.
Pada masa Utsman, armada laut Muslim berkembang. Muawiyah bin Abi Sufyan, gubernur Syam, berperan dalam pembentukannya. Perjalanan ke Siprus pada tahun 28 H menjadi salah satu peristiwa penting. Pasukan laut juga menghadapi armada Romawi dalam pertempuran yang dikenal sebagai Dzatush Shawari, atau Pertempuran Tiang-Tiang Kapal.
Perkembangan ini menunjukkan perubahan dari masyarakat yang terutama bergerak melalui jalur darat menjadi pemerintahan yang juga harus menjaga pantai dan perjalanan laut. Pelaut, pembuat kapal, pelabuhan, serta pengaturan persediaan menjadi semakin diperlukan.
Penyalinan mushaf standar
Penduduk Muslim berasal dari semakin banyak daerah. Dalam pertemuan pasukan dari beberapa wilayah, Hudzaifah bin Yaman melihat perselisihan mengenai pembacaan Al-Qur’an. Ia menyampaikan kekhawatiran kepada Utsman agar umat tidak terpecah dalam urusan kitab suci.
Utsman meminta lembaran Al-Qur’an yang disimpan Hafshah. Ia membentuk panitia yang dipimpin Zaid bin Tsabit, dibantu Abdullah bin Zubair, Sa’id bin Ash, dan Abdurrahman bin Harits bin Hisyam. Mereka menyalin mushaf yang menjadi acuan untuk dikirim ke pusat-pusat wilayah.
Salinan resmi membantu umat merujuk tulisan yang sama. Utsman juga memerintahkan penertiban catatan lain yang dapat menimbulkan perselisihan. Pekerjaan ini tidak mengganti isi wahyu. Perbedaannya dengan masa Abu Bakar terletak pada tugas: Abu Bakar menghimpun tulisan menjadi satu kumpulan terjaga, sedangkan Utsman menyalin acuan resmi untuk wilayah yang semakin luas. Lembaran Hafshah dikembalikan setelah dipakai.
Krisis pada akhir pemerintahan
Pada tahun-tahun terakhir, muncul ketidakpuasan di sejumlah daerah terhadap kebijakan dan pejabat. Pengangkatan kerabat Utsman pada jabatan tertentu ikut menjadi bahan kritik. Keluhan, persaingan politik, dan kabar-kabar yang beredar memperburuk hubungan antara kelompok-kelompok penduduk dan pemerintahan pusat.
Rombongan penentang dari beberapa daerah mendatangi Madinah. Upaya perundingan tidak berhasil meredakan seluruh ketegangan. Rumah Utsman akhirnya dikepung. Beliau tidak menginginkan kota Nabi menjadi medan pertempuran besar untuk mempertahankan dirinya. Pada tahun 35 H, para penyerang memasuki rumah dan membunuh beliau.
Pembunuhan khalifah menimbulkan krisis mendalam. Persoalan siapa yang bertanggung jawab, bagaimana menegakkan hukum, dan bagaimana memulihkan ketertiban menjadi beban pemerintahan berikutnya. Ali kemudian menerima baiat dalam keadaan masyarakat yang telah terbelah.
Soal
- Siapa tokoh yang berperan penting dalam musyawarah pemilihan Utsman?
- Mengapa Utsman dikenal sebagai Dzun Nurain?
- Mengapa armada laut diperlukan?
- Siapa gubernur Syam yang berperan membangun armada?
- Pada tahun berapa gerakan ke Siprus berlangsung?
- Siapa yang menyampaikan kekhawatiran tentang perselisihan bacaan Al-Qur’an?
- Dari siapa Utsman meminjam lembaran Al-Qur’an?
- Siapa pemimpin panitia penyalinan mushaf?
- Jelaskan perbedaan pekerjaan pada masa Abu Bakar dan Utsman.
- Apakah penyalinan itu mengubah wahyu?
- Sebutkan dua hal yang memperberat krisis akhir pemerintahan Utsman.
- Apa akibat besar pembunuhan Utsman?