24. Ali bin Abi Thalib dan Akhir Masa Khulafaur Rasyidin
Waktu: Kekhalifahan Ali 35–40 H; perdamaian Hasan 41 H / 656–661 M
Tempat: Madinah, Basrah, Kufah, Shiffin, dan Nahrawan
Khalifah dalam keadaan terpecah
Ali bin Abi Thalib adalah sepupu Nabi dan suami Fatimah. Ia telah hidup dekat dengan Nabi sejak masa muda, termasuk orang pertama yang beriman, dan mempunyai peran penting dalam banyak peristiwa sirah. Setelah Utsman terbunuh, Ali menerima baiat sebagai khalifah dalam keadaan yang sangat sulit.
Masyarakat menghendaki ketertiban serta penegakan hukum terhadap pembunuh Utsman, tetapi belum sepakat mengenai langkah dan waktunya. Ali perlu membangun kembali pemerintahan yang mampu menjalankan keputusan. Pada saat yang sama, kelompok-kelompok lain mendesak penyelesaian segera. Ketegangan politik berkembang di beberapa pusat wilayah.
Perang Jamal dan pusat Kufah
Aisyah, Thalhah bin Ubaidillah, dan Az-Zubair bin Awwam berada dalam gerakan yang menuntut penyelesaian pembunuhan Utsman. Mereka bergerak ke Basrah. Ali juga menuju Irak untuk menangani keadaan. Upaya perundingan berlangsung, tetapi ketegangan kemudian berubah menjadi pertempuran pada tahun 36 H.
Peristiwa itu dikenal sebagai Perang Jamal, yaitu Perang Unta, karena unta yang dinaiki Aisyah menjadi pusat perhatian pada medan tersebut. Pasukan Ali menang. Thalhah dan Az-Zubair wafat dalam rangkaian kejadian ini. Aisyah diperlakukan dengan hormat dan kemudian kembali ke Madinah.
Ali menjadikan Kufah sebagai pusat pemerintahannya. Kedudukan kota ini lebih dekat dengan pasukan serta wilayah yang menjadi pusat pergolakan. Perpindahan tersebut memperlihatkan bahwa persoalan politik umat kini tidak lagi terpusat hanya di Madinah.
Shiffin, tahkim, dan Nahrawan
Muawiyah bin Abi Sufyan, gubernur Syam dan kerabat Utsman, belum memberikan baiat kepada Ali. Ia menuntut penyelesaian pembunuhan Utsman. Ketegangan antara pemerintahan Ali dan kekuatan Syam membawa kedua pasukan bertemu di Shiffin pada tahun 37 H.
Pertempuran menimbulkan korban besar. Pada akhirnya ditempuh tahkim, yaitu penyelesaian melalui wakil dari kedua pihak. Akan tetapi, langkah ini tidak menyelesaikan perpecahan. Sebagian pengikut Ali justru menolak tahkim dan memisahkan diri. Kelompok ini dikenal sebagai Khawarij.
Di antara kelompok yang keluar itu terdapat pihak yang melakukan kekerasan terhadap orang lain. Ali menghadapi mereka dalam Perang Nahrawan pada tahun 38 H. Walaupun pasukan Ali menang, keadaan politik umat belum kembali bersatu. Persaingan dengan kekuatan Syam masih berlangsung.
Wafat Ali dan perdamaian Hasan
Pada Ramadan tahun 40 H, Ali diserang oleh Abdurrahman bin Muljam di Kufah dan wafat akibat lukanya. Hasan bin Ali kemudian menerima baiat dari pengikut ayahnya. Di sisi lain, Muawiyah tetap memimpin kekuatan Syam.
Hasan memilih menyelesaikan pertikaian melalui perjanjian. Pada tahun 41 H, ia menyerahkan kepemimpinan kepada Muawiyah agar peperangan berhenti dan masyarakat kembali bersatu. Tahun itu dikenal sebagai ‘Amul Jama’ah, Tahun Persatuan. Masa pemerintahan Bani Umayyah kemudian berkembang dengan pusat di Damaskus.
Perjalanan dari Abu Bakar sampai Ali memuat pekerjaan besar sekaligus ujian berat. Abu Bakar mengatasi pemberontakan dan menghimpun Al-Qur’an; Umar menata wilayah serta pemerintahan; Utsman menyalin mushaf dan mengembangkan hubungan laut; Ali berusaha memimpin ketika umat menghadapi konflik dalam negeri. Perdamaian Hasan menjadi penutup penting bagi rangkaian ini.
Dengan memahami urutannya, kita dapat melihat perubahan dari masyarakat awal di Makkah menuju Madinah dan pemerintahan yang luas. Nama tokoh, tahun, serta tempat menjadi petunjuk untuk mengikuti perubahan itu. Pembahasan tentang dinasti dan peradaban sesudahnya akan diperdalam pada jenjang berikutnya.
Soal
- Apa hubungan Ali dengan Nabi?
- Apa masalah besar yang dihadapi Ali ketika menerima baiat?
- Di mana Perang Jamal terjadi?
- Mengapa disebut Perang Jamal?
- Kota apa yang menjadi pusat pemerintahan Ali?
- Siapa pemimpin kekuatan Syam yang berhadapan dengan Ali?
- Apa yang dimaksud dengan tahkim?
- Siapa Khawarij dalam rangkaian peristiwa ini?
- Kapan Ali wafat?
- Siapa yang menerima baiat dari pengikut Ali sesudah beliau wafat?
- Apa keputusan penting Hasan pada tahun 41 H?
- Jelaskan arti ‘Amul Jama’ah.