8. Yatsrib dan Dua Baiat Aqabah
Waktu: Sekitar 620–622 M, sebelum hijrah Nabi
Tempat: Yatsrib dan Aqabah dekat Mina
Keadaan Yatsrib
Yatsrib berada di utara Makkah. Kota dan sekitarnya mempunyai kebun kurma serta lahan pertanian. Kehidupan penduduknya berbeda dari Makkah yang sangat bergantung pada perdagangan dan kunjungan ke Ka’bah. Dua kelompok Arab utama di Yatsrib adalah Aus dan Khazraj. Di sana juga tinggal kelompok-kelompok Yahudi dengan kebun, permukiman, dan hubungan persekutuan masing-masing.
Aus dan Khazraj pernah terlibat perselisihan panjang. Perang Bu’ats merupakan salah satu pertempuran besar yang terjadi sebelum hijrah Nabi. Pertikaian melelahkan penduduk dan menghabiskan banyak kekuatan. Sebagian orang Yatsrib kemudian mencari jalan untuk mengakhiri permusuhan serta membangun kehidupan yang lebih teratur.
Pertemuan pertama dan Baiat Aqabah I
Pada musim haji, Nabi bertemu enam orang Khazraj dari Yatsrib. Beliau membacakan Al-Qur’an dan mengajak mereka kepada Islam. Mereka menerima ajakan tersebut, lalu pulang memperkenalkan Islam kepada masyarakatnya. Hubungan ini menjadi awal perkembangan dakwah yang lebih luas di Yatsrib.
Pada musim haji berikutnya, dua belas orang datang dan bertemu Nabi di Aqabah, dekat Mina. Mereka menyatakan janji untuk menyembah Allah, menjauhi pencurian dan perbuatan dosa besar, serta menaati Nabi dalam kebaikan. Perjanjian ini dikenal sebagai Baiat Aqabah I.
Baiat ialah pernyataan janji setia. Dalam pertemuan pertama ini, janji tersebut menegaskan keimanan dan perubahan perilaku. Setelah para peserta pulang, Nabi mengutus Mush’ab bin Umair untuk mengajarkan Al-Qur’an serta Islam kepada penduduk Yatsrib.
Mush’ab bin Umair di Yatsrib
Mush’ab tinggal bersama As’ad bin Zurarah dan mengajar penduduk. Dakwah berlangsung melalui kunjungan, pertemuan, dan pembacaan Al-Qur’an. Di antara pemuka yang menerima Islam terdapat Usaid bin Hudhair dan Sa’ad bin Mu’adz. Penerimaan tokoh-tokoh tersebut membantu Islam dikenal lebih luas dalam keluarga serta kelompok mereka.
Perkembangan ini penting karena Nabi tidak langsung datang ke kota yang belum mengenal ajarannya. Ada masa persiapan ketika penduduk belajar Islam dan membangun hubungan dengan beliau. Aus dan Khazraj yang sebelumnya bermusuhan mulai menemukan ikatan baru dalam keimanan.
Baiat Aqabah II dan perlindungan
Pada musim haji berikutnya, rombongan yang lebih besar menemui Nabi secara rahasia pada malam hari. Pesertanya terdiri atas tujuh puluh tiga laki-laki dan dua perempuan. Mereka berjanji menerima Nabi di Yatsrib dan melindungi beliau sebagaimana melindungi keluarga sendiri. Pertemuan ini dikenal sebagai Baiat Aqabah II.
Dua belas orang dipilih sebagai naqib, yaitu wakil atau penanggung jawab kelompok. Janji pada pertemuan kedua mempunyai akibat besar: Yatsrib tidak hanya menerima ajaran Islam, tetapi bersedia menjadi tempat perlindungan Nabi dan para pengikutnya.
Sesudah baiat itu, Nabi mengizinkan Muslim Makkah berhijrah ke Yatsrib. Mereka berangkat secara bertahap. Sebagian harus meninggalkan rumah dan harta, sebagian mengalami hambatan dari keluarga atau Quraisy. Nabi sendiri masih menunggu izin Allah untuk berangkat. Dengan demikian, perjalanan beliau didahului oleh perjanjian dan persiapan masyarakat yang akan menerima.
Soal
- Apa dua kelompok Arab utama di Yatsrib?
- Apa kegiatan ekonomi yang menonjol di Yatsrib?
- Apa pengaruh perselisihan panjang terhadap penduduk Yatsrib?
- Berapa peserta Baiat Aqabah I?
- Apa yang dimaksud dengan baiat?
- Siapa yang diutus Nabi untuk mengajar di Yatsrib?
- Sebutkan dua pemuka Yatsrib yang masuk Islam melalui perkembangan dakwah tersebut.
- Berapa peserta Baiat Aqabah II?
- Apa isi penting Baiat Aqabah II yang membuka jalan hijrah?
- Mengapa hijrah Nabi disebut didahului persiapan?