Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Mahfudzat
TINGKAT 2 / MATERI 18Bekal bagi jiwa

Bekal bagi Jiwa

قُوتُ الرُّوحِ

Syair · Abu Ishaq al-Ilbiri, Ta’iyyah; pembacaan edisi Amr ibn Haiman, 2022, bersumber pada Diwan al-Ilbiri

BACA & HAFALKAN
فَقُوتُ الرُّوحِ أَرْوَاحُ الْمَعَانِي # وَلَيْسَ بِأَنْ طَعِمْتَ وَأَنْ شَرِبْتَا
فَوَاظِبْهُ وَخُذْ بِالْجِدِّ فِيهِ # فَإِنْ أَعْطَاكَهُ اللَّهُ أَخَذْتَا
MAKNA INDONESIA

Jiwa memerlukan pengertian sebagaimana tubuh memerlukan makanan. Tekuni belajar dengan sungguh-sungguh dan syukuri kesempatan yang Allah berikan.

PAHAMI KALIMATNYA

Arti & penjelasan

Arti harfiah Ikuti susunan kata dalam teks
Bait 1: Makanan jiwa ialah sari makna, bukan bahwa engkau telah makan dan minum.
Bait 2: Tekunilah ilmu dan jalankan dengan sungguh-sungguh; jika Allah memberikannya kepadamu, engkau menerimanya.
Penjelasan / syarah
PENJELASAN PENYUSUN
Ilmu menjadi makanan batin melalui perumpamaan قوت الروح. Dhamir pada فواظبه mengacu kepada ilmu dalam rangkaian puisi. Menekankan kebutuhan batin tidak berarti mengabaikan makan dan minum; keduanya tetap diperlukan.

KOSAKATA
قُوتُ — bekal makanan
أَرْوَاحُ الْمَعَانِي — sari atau daya hidup makna
وَاظِبْهُ — tekunilah
الْجِدِّ — kesungguhan

TARGET
Hafalkan seluruh petikan; jelaskan makna setiap bait, satu kiasan, dan satu penerapannya.

SUMBER DAN REDAKSI
Abu Ishaq al-Ilbiri, Ta’iyyah; pembacaan edisi Amr ibn Haiman, 2022, bersumber pada Diwan al-Ilbiri
Ta’iyyah, bait 17–18 dalam edisi yang dicantumkan.
https://amribnhaiman.blogspot.com/2022/12/pdf.html?hl=ar
Petikan syair asli; judul, tambahan harakat, terjemahan, penjelasan dan latihan disusun untuk TEMAS. Bukan hadis. Redaksi dicocokkan pada 14 Oktober 2026; status pengelola tetap perlu_verifikasi.
BAWA KE KESEHARIAN

Pelajaran untuk santri

Santri menyiapkan pertanyaan saat membaca dan mengulang makna pelajaran, bukan hanya hadir di ruang kelas. Nasihat menyertakan satu kegiatan belajar yang dapat dikerjakan setiap hari.
UJI PEMAHAMAN

Latihan

1. Terjemahkan bait pertama per penggalan dan jelaskan dua kosakata penting.

2. Jelaskan pesan utama serta satu keindahan ungkapan dalam petikan.

3. Berikan contoh penerapan di pesantren, lalu sampaikan nasihat satu menit dengan satu bait dan penyebutan penyair.
Pedoman jawaban Buka setelah mencoba sendiri
1. Bait 1: Makanan jiwa ialah sari makna, bukan bahwa engkau telah makan dan minum. Kosakata: قُوتُ = bekal makanan; أَرْوَاحُ الْمَعَانِي = sari atau daya hidup makna.

2. Ilmu menjadi makanan batin melalui perumpamaan قوت الروح. Dhamir pada فواظبه mengacu kepada ilmu dalam rangkaian puisi. Menekankan kebutuhan batin tidak berarti mengabaikan makan dan minum; keduanya tetap diperlukan.

3. Santri menyiapkan pertanyaan saat membaca dan mengulang makna pelajaran, bukan hanya hadir di ruang kelas. Nasihat menyertakan satu kegiatan belajar yang dapat dikerjakan setiap hari. Nilai ketepatan petikan, atribusi, penjelasan dan kelayakan tindakan; contoh lain yang beralasan dapat diterima.
Sumber & status penelaahan

Abu Ishaq al-Ilbiri, Ta’iyyah; pembacaan edisi Amr ibn Haiman, 2022, bersumber pada Diwan al-Ilbiri

Sumber masih memerlukan penelaahan. Koreksi dan rujukan pembaca sangat membantu.

BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Mahfudzat · Tingkat 2 · Materi 18 · Bekal bagi Jiwa

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan