Hikmah dan peribahasa 2
الحكم والأمثال السائرة 2
Mahfudzah
الْفَضْلُ لِلْمُبْتَدِي وَ إِنْ أَحْسَنَ الْمُقْتَدِي.
لَا تَطْلُبْ مِنَ الْجَزَاءِ إِلَّا بِقَدْرِ مَا صَنَعْتَ.
لَا تَتَكَلَّمْ بِمَا لَا يَعْنِيكَ وَدَعِ الْكَلَامَ فِي كَثِيرٍ مِمَّا يَعْنِيكَ حَتَّى تَجِدَ لَهُ مَوْضِعًا.
لَا تَطْلُبْ مِنَ الْجَزَاءِ إِلَّا بِقَدْرِ مَا صَنَعْتَ.
لَا تَتَكَلَّمْ بِمَا لَا يَعْنِيكَ وَدَعِ الْكَلَامَ فِي كَثِيرٍ مِمَّا يَعْنِيكَ حَتَّى تَجِدَ لَهُ مَوْضِعًا.
MAKNA INDONESIA
Hargai perintis, tuntut balasan secara wajar, dan tempatkan ucapan pada saat yang tepat.
Arti & penjelasan
Arti harfiah Ikuti susunan kata dalam teks
الفَضْلُ لِلْمُبْتَدِيْ — Keutamaan adalah milik perintis
وَ إِنْ أَحْسَنَ الْمُقْتَدِيْ. — meskipun pengikutnya mengerjakan dengan baik
لاَتَطْلُبْ مِنَ الجَزَاءِ — Janganlah meminta balasan
إِلاَّ بِقَدْرِ مَا صَنَعْتَ. — kecuali seukuran apa yang telah engkau kerjakan
لاَتَتَكَلَّمْ بِماَ لاَيَعْنِيْكَ — Jangan berbicara tentang yang bukan urusanmu
وَدَعِ الكَلاَمَ — dan tinggalkanlah pembicaraan
فيِ كَثِيْرٍ مِمَّا يَعْنِيْكَ — tentang banyak hal yang menjadi urusanmu
حَتَّى تَجِدَ لَهُ مَوْضِعًا. — sampai engkau menemukan tempat yang tepat untuknya
وَ إِنْ أَحْسَنَ الْمُقْتَدِيْ. — meskipun pengikutnya mengerjakan dengan baik
لاَتَطْلُبْ مِنَ الجَزَاءِ — Janganlah meminta balasan
إِلاَّ بِقَدْرِ مَا صَنَعْتَ. — kecuali seukuran apa yang telah engkau kerjakan
لاَتَتَكَلَّمْ بِماَ لاَيَعْنِيْكَ — Jangan berbicara tentang yang bukan urusanmu
وَدَعِ الكَلاَمَ — dan tinggalkanlah pembicaraan
فيِ كَثِيْرٍ مِمَّا يَعْنِيْكَ — tentang banyak hal yang menjadi urusanmu
حَتَّى تَجِدَ لَهُ مَوْضِعًا. — sampai engkau menemukan tempat yang tepat untuknya
Penjelasan / syarah
Ungkapan pertama menghargai jasa orang yang memulai suatu kebaikan, tanpa menolak kemungkinan pengikut menghasilkan pekerjaan yang baik. Ungkapan kedua mengingatkan kesesuaian antara balasan yang diminta dan pekerjaan yang dilakukan. Yang ketiga menata batas serta waktu pembicaraan: urusan sendiri pun tidak semuanya harus dibicarakan pada setiap kesempatan.
الْمُبْتَدِيْ dalam konteks ini adalah perintis, bukan murid pemula; الْمُقْتَدِيْ ialah orang yang mengikuti teladannya. مَا يَعْنِيْكَ berarti hal yang menjadi urusan atau kepentinganmu, bukan semata-mata hal yang menarik perhatian. مَوْضِعًا pada penutup menunjuk tempat atau kesempatan yang pantas bagi ucapan.
الْمُبْتَدِيْ dalam konteks ini adalah perintis, bukan murid pemula; الْمُقْتَدِيْ ialah orang yang mengikuti teladannya. مَا يَعْنِيْكَ berarti hal yang menjadi urusan atau kepentinganmu, bukan semata-mata hal yang menarik perhatian. مَوْضِعًا pada penutup menunjuk tempat atau kesempatan yang pantas bagi ucapan.
Bahasa Inggris Harfiah & terjemahan utuh
Draf Inggris · perlu ditinjau
Arti kata / frasa
الفَضْلُ لِلْمُبْتَدِيْ — Primacy belongs to the pioneer
وَ إِنْ أَحْسَنَ الْمُقْتَدِيْ. — even though his followers are doing well
لاَتَطْلُبْ مِنَ الجَزَاءِ — Don't ask for anything in return
إِلاَّ بِقَدْرِ مَا صَنَعْتَ. — except to the extent of what you have done
لاَتَتَكَلَّمْ بِماَ لاَيَعْنِيْكَ — Don't talk about things that don't concern you
وَدَعِ الكَلاَمَ — and leave the conversation
فيِ كَثِيْرٍ مِمَّا يَعْنِيْكَ — about many things that concern you
حَتَّى تَجِدَ لَهُ مَوْضِعًا. — until you find the right place for it
وَ إِنْ أَحْسَنَ الْمُقْتَدِيْ. — even though his followers are doing well
لاَتَطْلُبْ مِنَ الجَزَاءِ — Don't ask for anything in return
إِلاَّ بِقَدْرِ مَا صَنَعْتَ. — except to the extent of what you have done
لاَتَتَكَلَّمْ بِماَ لاَيَعْنِيْكَ — Don't talk about things that don't concern you
وَدَعِ الكَلاَمَ — and leave the conversation
فيِ كَثِيْرٍ مِمَّا يَعْنِيْكَ — about many things that concern you
حَتَّى تَجِدَ لَهُ مَوْضِعًا. — until you find the right place for it
Terjemahan utuh
Credit belongs to the one who begins, even if the follower does well. Seek no greater reward than the work you have done deserves. Do not speak about what does not concern you, and leave much of what does concern you unsaid until you find the right occasion for it.
Pelajaran untuk santri
Di lingkungan Ponpes TEMAS yang komunal, menjaga ucapan mencegah ghibah, ejekan, pertengkaran, dan perundungan; sekaligus melatih santri berbicara jujur, santun, dan bermanfaat.
Latihan
1. Siapa yang tetap memperoleh keutamaan meskipun pengikutnya bekerja dengan baik?
2. Bagaimana ukuran balasan yang wajar menurut teks?
3. Apa dua pertimbangan sebelum berbicara menurut bagian terakhir?
2. Bagaimana ukuran balasan yang wajar menurut teks?
3. Apa dua pertimbangan sebelum berbicara menurut bagian terakhir?
Pedoman jawaban Buka setelah mencoba sendiri
1. Orang yang merintis atau memulai kebaikan.
2. Seimbang dengan pekerjaan yang telah dilakukan.
3. Apakah pembicaraan itu berkaitan dengan kepentingan kita dan apakah tempat atau waktunya tepat.
2. Seimbang dengan pekerjaan yang telah dilakukan.
3. Apakah pembicaraan itu berkaitan dengan kepentingan kita dan apakah tempat atau waktunya tepat.
Sumber & status penelaahan
Pengarang / sumber belum dicantumkan. · halaman 162
Sumber masih memerlukan penelaahan. Koreksi dan rujukan pembaca sangat membantu.