Ilmu tidak diraih dengan angan-angan
للطَغْرَائِي
Syair · Al-Tughrai
لَوْ كَانَ نُورُ الْعِلْمِ يُدْرَكُ بِالْمُنَى # مَا كَانَ يَبْقَى فِي الْبَرِيَّةِ جَاهِلٌ
اِجْهَدْ وَلَا تَكْسَلْ وَلَا تَكُ غَافِلًا # فَنَدَامَةُ الْعُقْبَى لِمَنْ يَتَكَاسَلُ
اِجْهَدْ وَلَا تَكْسَلْ وَلَا تَكُ غَافِلًا # فَنَدَامَةُ الْعُقْبَى لِمَنْ يَتَكَاسَلُ
MAKNA INDONESIA
Ilmu tidak datang melalui angan-angan, tetapi lewat usaha tekun.
Arti & penjelasan
Arti harfiah Ikuti susunan kata dalam teks
لَوْكاَنَ نُوْرُ العِلْمِ — Seandainya cahaya ilmu
يُدْرَكُ بِالْمُـنىَ — dapat diperoleh dengan angan-angan,
مَاكَانَ يَبْقىَ فيِ البَرِيَّةِ جاَهِلُ — niscaya tidak tersisa seorang bodoh pun di antara manusia.
اِجْهَدْ وَلاَ تَكْسَلْ — Bersungguh-sungguhlah dan jangan malas,
وَلاَ تَكُ غَافِلاً — dan janganlah menjadi orang yang lalai;
فَنَـدَامَةُ العُقْبَى — sebab penyesalan pada akhirnya
لِمَنْ يَتَكاَسَلُ — menjadi milik orang yang bermalas-malasan.
يُدْرَكُ بِالْمُـنىَ — dapat diperoleh dengan angan-angan,
مَاكَانَ يَبْقىَ فيِ البَرِيَّةِ جاَهِلُ — niscaya tidak tersisa seorang bodoh pun di antara manusia.
اِجْهَدْ وَلاَ تَكْسَلْ — Bersungguh-sungguhlah dan jangan malas,
وَلاَ تَكُ غَافِلاً — dan janganlah menjadi orang yang lalai;
فَنَـدَامَةُ العُقْبَى — sebab penyesalan pada akhirnya
لِمَنْ يَتَكاَسَلُ — menjadi milik orang yang bermalas-malasan.
Penjelasan / syarah
Bait pertama memakai pengandaian yang menunjukkan bahwa keinginan saja tidak cukup untuk memperoleh ilmu. Apabila angan-angan dapat membuat seseorang berilmu, tentu tidak ada orang yang tetap tidak mengetahui. Bait kedua mengubah alasan itu menjadi perintah untuk bersungguh-sungguh serta larangan bermalas-malasan dan lalai.
الْمُنَى ialah angan-angan atau keinginan, الْبَرِيَّةُ berarti makhluk dan dalam konteks ini manusia, sedangkan العُقْبَى menunjuk kesudahan atau akibat akhir; tidak harus dibatasi menjadi kehidupan akhirat. Bentuk لاَ تَكُ merupakan bentuk singkat dari larangan لاَ تَكُنْ. Penyesalan dikaitkan dengan kebiasaan menunda usaha, sehingga pesannya berkaitan langsung dengan proses belajar yang benar-benar dikerjakan.
الْمُنَى ialah angan-angan atau keinginan, الْبَرِيَّةُ berarti makhluk dan dalam konteks ini manusia, sedangkan العُقْبَى menunjuk kesudahan atau akibat akhir; tidak harus dibatasi menjadi kehidupan akhirat. Bentuk لاَ تَكُ merupakan bentuk singkat dari larangan لاَ تَكُنْ. Penyesalan dikaitkan dengan kebiasaan menunda usaha, sehingga pesannya berkaitan langsung dengan proses belajar yang benar-benar dikerjakan.
Bahasa Inggris Harfiah & terjemahan utuh
Draf Inggris · perlu ditinjau
Arti kata / frasa
لَوْكاَنَ نُوْرُ العِلْمِ — If only the light of knowledge
يُدْرَكُ بِالْمُـنىَ — can be obtained by wishful thinking,
مَاكَانَ يَبْقىَ فيِ البَرِيَّةِ جاَهِلُ — surely there is not a single fool left among mankind.
اِجْهَدْ وَلاَ تَكْسَلْ — Be serious and don't be lazy,
وَلاَ تَكُ غَافِلاً — and do not be careless;
فَنَـدَامَةُ العُقْبَى — cause of regret in the end
لِمَنْ يَتَكاَسَلُ — belongs to the lazy.
يُدْرَكُ بِالْمُـنىَ — can be obtained by wishful thinking,
مَاكَانَ يَبْقىَ فيِ البَرِيَّةِ جاَهِلُ — surely there is not a single fool left among mankind.
اِجْهَدْ وَلاَ تَكْسَلْ — Be serious and don't be lazy,
وَلاَ تَكُ غَافِلاً — and do not be careless;
فَنَـدَامَةُ العُقْبَى — cause of regret in the end
لِمَنْ يَتَكاَسَلُ — belongs to the lazy.
Terjemahan utuh
If the light of knowledge could be gained through wishes, no ignorant person would remain in the world. Strive, do not be lazy, and do not be heedless, for regret in the end belongs to those who are lazy.
Pelajaran untuk santri
Di Ponpes TEMAS, pesan ini menguatkan budaya talaqqi, muthalaah, mencatat pelajaran, murajaah, dan mengamalkan ilmu di bawah bimbingan kiai serta ustaz.
Latihan
1. Apa yang akan terjadi jika ilmu dapat diperoleh hanya dengan angan-angan menurut bait pertama?
2. Apa tiga sikap yang diperintahkan atau dilarang dalam bait kedua?
3. Apa hubungan kedua bait dalam membangun pesan syair?
2. Apa tiga sikap yang diperintahkan atau dilarang dalam bait kedua?
3. Apa hubungan kedua bait dalam membangun pesan syair?
Pedoman jawaban Buka setelah mencoba sendiri
1. Tidak akan ada orang yang tetap bodoh.
2. Bersungguh-sungguh, tidak malas, dan tidak lalai.
3. Bait pertama menolak angan-angan sebagai jalan memperoleh ilmu; bait kedua menjelaskan perlunya usaha nyata agar tidak menyesal.
2. Bersungguh-sungguh, tidak malas, dan tidak lalai.
3. Bait pertama menolak angan-angan sebagai jalan memperoleh ilmu; bait kedua menjelaskan perlunya usaha nyata agar tidak menyesal.
Sumber & status penelaahan
Al-Tughrai · halaman 165
Sumber masih memerlukan penelaahan. Koreksi dan rujukan pembaca sangat membantu.