Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Mahfudzat
TINGKAT 3 / MATERI 8Ikhtiar

Cita-cita dan keberanian orang bijak

لِلمُتَنَبِّي

Syair · Al-Mutanabbi

BACA & HAFALKAN
إِذَا غَامَرْتَ فِي شَرَفٍ مَرُومٍ # فَلَا تَقْنَعْ بِمَا دُونَ النُّجُومِ
فَطَعْمُ الْمَوْتِ فِي أَمْرٍ حَقِيرٍ # كَطَعْمِ الْمَوْتِ فِي أَمْرٍ عَظِيمِ
يَرَى الْجُبَنَاءُ أَنَّ الْعَجْزَ عَقْلٌ # وَتِلْكَ خَدِيعَةُ الطَّبْعِ اللَّئِيمِ
وَكُلُّ شَجَاعَةٍ فِي الْمَرْءِ تُغْنَى # وَلَا مِثْلَ الشَّجَاعَةِ فِي الْحَكِيمِ
وَكَمْ مِنْ عَائِبٍ قَوْلًا صَحِيحًا # وَآفَتُهُ مِنَ الْفَهْمِ السَّقِيمِ
MAKNA INDONESIA

Miliki cita-cita tinggi dan keberanian yang dipandu hikmah, bukan nekat atau mencari alasan karena takut.

PAHAMI KALIMATNYA

Arti & penjelasan

Arti harfiah Ikuti susunan kata dalam teks
إِذَا غَـامَرْتَ فيِ شَرَفٍ مَرُوْمٍ — Jika engkau mengambil risiko demi kemuliaan yang dicita-citakan,
فَلاَ تَقْنَعْ بِمـَا دُوْنَ النُّجُوْمِ — maka jangan puas dengan sesuatu di bawah bintang-bintang.
فَطَعْمُ الْمـَوْتِ فيِ أَمْرٍ حَقِيْرٍ — Sebab rasa kematian dalam perkara remeh
كَطَعْمِ الْمَـوْتِ فيِ أَمْرٍ عَظِيْمِ — sama dengan rasa kematian dalam perkara besar.
يَرَى الجُبَنَـاءُ — Orang-orang pengecut menganggap
أَنَّ العَجْزَ عَقْلٌ — bahwa ketidakberdayaan adalah kebijaksanaan;
وَتِلْكَ خَـدِيْعَةُ الطَبْعِ اللَّئِيْمِ — dan itulah tipu daya tabiat yang hina.
وَكُلُّ شَجَاعَةٍ فـيِ الْمَرْءِ تُغْنىَ — Setiap keberanian dalam diri seseorang bermanfaat,
وَلا مِثْلَ الشَّجَاعَةِ فيِ الحَكِيْمِ — tetapi tiada yang seperti keberanian pada orang bijak.
وَكَمْ مِنْ عَائِبٍ قَوْلاً صَحِيْحًا — Betapa banyak orang mencela perkataan yang benar,
وَآفَتُهُ مِـنَ الفَهْمِ السَّـقِيْمِ — padahal cacatnya berasal dari pemahaman yang buruk.
Penjelasan / syarah
Syair mendorong cita-cita tinggi dan keberanian, lalu menegaskan bahwa keberanian paling bernilai ketika disertai kebijaksanaan. “Di bawah bintang-bintang” merupakan kiasan sasaran yang rendah dibandingkan cita-cita agung. Perbandingan kematian dalam urusan kecil dan besar merupakan retorika tentang nilai tujuan, bukan ajakan mencari kematian atau mengabaikan keselamatan.

مَرُومٍ berarti sesuatu yang dituju atau diinginkan, غَامَرْتَ berarti memasuki urusan yang mengandung risiko, dan الفَهْمُ السَّقِيمُ ialah pemahaman yang cacat. تُغْنِي dalam konteks bait bermakna memberi manfaat, bukan harus membuat kaya; harakat akhir dalam sumber perlu dibaca bersama maksud kalimat. Bait terakhir mengingatkan bahwa penilaian buruk terhadap ucapan yang benar dapat berasal dari kelemahan pemahaman orang yang menilainya. Karena itu, keberanian dalam teks tetap diimbangi pertimbangan serta ketelitian memahami.
Bahasa Inggris Harfiah & terjemahan utuh

Draf Inggris · perlu ditinjau

Arti kata / frasa

إِذَا غَـامَرْتَ فيِ شَرَفٍ مَرُوْمٍ — If you take risks for the glory you aspire to,
فَلاَ تَقْنَعْ بِمـَا دُوْنَ النُّجُوْمِ — then don't settle for anything under the stars.
فَطَعْمُ الْمـَوْتِ فيِ أَمْرٍ حَقِيْرٍ — Because of the feeling of death in trivial matters
كَطَعْمِ الْمَـوْتِ فيِ أَمْرٍ عَظِيْمِ — is the same as the feeling of death in a major matter.
يَرَى الجُبَنَـاءُ — Cowardly people assume
أَنَّ العَجْزَ عَقْلٌ — that helplessness is wisdom;
وَتِلْكَ خَـدِيْعَةُ الطَبْعِ اللَّئِيْمِ — and that is the base deception of nature.
وَكُلُّ شَجَاعَةٍ فـيِ الْمَرْءِ تُغْنىَ — Every courage in a person is useful,
وَلا مِثْلَ الشَّجَاعَةِ فيِ الحَكِيْمِ — but there is nothing like courage in a wise man.
وَكَمْ مِنْ عَائِبٍ قَوْلاً صَحِيْحًا — How many people scorn true speech,
وَآفَتُهُ مِـنَ الفَهْمِ السَّـقِيْمِ — even though the defect comes from poor understanding.

Terjemahan utuh

If you venture in pursuit of noble honour, be content with nothing beneath the stars. Death in a trivial cause tastes the same as death in a great one. Cowards see helplessness as wisdom; that is the deception of a base nature. Every kind of courage has value, but none compares with courage joined to wisdom. Many people find fault with a sound statement because their own understanding is unsound.
BAWA KE KESEHARIAN

Pelajaran untuk santri

Nilai ini mendidik santri TEMAS agar bersungguh-sungguh, berani mencoba, mengevaluasi hasil, dan tidak menggantungkan cita-cita pada angan-angan.
UJI PEMAHAMAN

Latihan

1. Apa pesan gambaran “jangan puas di bawah bintang-bintang”?

2. Keberanian siapa yang mendapat penekanan khusus dalam syair?

3. Mengapa perkataan yang benar kadang dicela menurut bait terakhir?
Pedoman jawaban Buka setelah mencoba sendiri
1. Memiliki cita-cita yang tinggi dalam meraih kemuliaan.

2. Keberanian orang yang bijaksana.

3. Karena pencelanya memahami perkataan itu secara keliru.
Sumber & status penelaahan

Al-Mutanabbi · halaman 165

Sumber masih memerlukan penelaahan. Koreksi dan rujukan pembaca sangat membantu.

BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Mahfudzat · Tingkat 3 · Materi 8 · Cita-cita dan keberanian orang bijak

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan