Rangkaian adab kehidupan
لحِسَامِ الدِّيْنِ الوَاعِظِي
Syair · Hisamuddin al-Waizi (nisbah dalam dokumen)
تَعَلَّمِ الْعِلْمَ وَاجْلِسْ فِي مَجَالِسِهِ # مَا خَابَ قَطُّ لَبِيبٌ جَالَسَ الْعُلَمَا
وَالْوَالِدَيْنَ فَأَكْرِمْ تَنْجُ مِنْ ضَرَرٍ # وَلَا تَكُنْ نَكِدًا تَسْتَوْجِبُ النُّقَمَا
وَلَازِمِ الصَّمْتَ لَا تَنْطِقْ بِفَاحِشَةٍ # وَأَكْرِمِ الْجَارَ وَلَا تَهْتِكْ لَهُ حُرُمَا
وَاحْذَرْ مِنَ الْمَزْحِ كَمْ فِي الْمَزْحِ مِنْ خَطَرٍ # كَمْ مِنْ صَدِيقَيْنِ بَعْدَ الْمَزْحِ فَاخْتَصَمَا
وَالْوَالِدَيْنَ فَأَكْرِمْ تَنْجُ مِنْ ضَرَرٍ # وَلَا تَكُنْ نَكِدًا تَسْتَوْجِبُ النُّقَمَا
وَلَازِمِ الصَّمْتَ لَا تَنْطِقْ بِفَاحِشَةٍ # وَأَكْرِمِ الْجَارَ وَلَا تَهْتِكْ لَهُ حُرُمَا
وَاحْذَرْ مِنَ الْمَزْحِ كَمْ فِي الْمَزْحِ مِنْ خَطَرٍ # كَمْ مِنْ صَدِيقَيْنِ بَعْدَ الْمَزْحِ فَاخْتَصَمَا
MAKNA INDONESIA
Adab santri mencakup majelis ilmu, bakti kepada orang tua, menjaga lisan, menghormati tetangga, dan membatasi candaan.
Arti & penjelasan
Arti harfiah Ikuti susunan kata dalam teks
تَعَلَّمِ العِلْمَ — Pelajarilah ilmu,
وَاجْلِسْ فيِ مَجَالِسِهِ — dan duduklah dalam majelis-majelisnya;
مَاخَـابَ قَطُّ لَبِيْبٌ جَالَسَ العُلَمَا — orang berakal yang duduk bersama ulama tidak pernah merugi.
وَالوَالِدَيْنِ فَأَكْرِمْ — Dan muliakanlah kedua orang tua,
تَنْجُ مِنْ ضَرَرٍ — niscaya engkau selamat dari bahaya;
وَلاَ تَكُنْ نَكِدًا — dan jangan menjadi orang yang menyusahkan,
تَسْتَوْجِبُ النُّقَمـاَ — sehingga engkau layak mendapat hukuman.
وَلاَزِمِ الصُّمْتَ — Dan biasakanlah diam,
لاَ تَنْطِقْ بِفَاحِشَةٍ — jangan mengucapkan perkataan keji;
وَأَكْرِمِ الجَارَ — dan muliakanlah tetangga,
وَلاَ تَهْتِكْ لَهُ حُرُمَـا — serta jangan langgar kehormatannya.
وَاحْذَرْ مِنَ الْمَزْحِ — Dan berhati-hatilah terhadap gurauan;
كَمْ فيِ الْمَزْحِ مِنْ خَطَرٍ — betapa banyak bahaya dalam gurauan,
كَمْ مِنْ صَدِيْقَيْنِ — betapa banyak dua orang sahabat
بَعْدَ الْمَزْحِ فَاخْتَصَمَا — kemudian bertengkar setelah bergurau.
وَاجْلِسْ فيِ مَجَالِسِهِ — dan duduklah dalam majelis-majelisnya;
مَاخَـابَ قَطُّ لَبِيْبٌ جَالَسَ العُلَمَا — orang berakal yang duduk bersama ulama tidak pernah merugi.
وَالوَالِدَيْنِ فَأَكْرِمْ — Dan muliakanlah kedua orang tua,
تَنْجُ مِنْ ضَرَرٍ — niscaya engkau selamat dari bahaya;
وَلاَ تَكُنْ نَكِدًا — dan jangan menjadi orang yang menyusahkan,
تَسْتَوْجِبُ النُّقَمـاَ — sehingga engkau layak mendapat hukuman.
وَلاَزِمِ الصُّمْتَ — Dan biasakanlah diam,
لاَ تَنْطِقْ بِفَاحِشَةٍ — jangan mengucapkan perkataan keji;
وَأَكْرِمِ الجَارَ — dan muliakanlah tetangga,
وَلاَ تَهْتِكْ لَهُ حُرُمَـا — serta jangan langgar kehormatannya.
وَاحْذَرْ مِنَ الْمَزْحِ — Dan berhati-hatilah terhadap gurauan;
كَمْ فيِ الْمَزْحِ مِنْ خَطَرٍ — betapa banyak bahaya dalam gurauan,
كَمْ مِنْ صَدِيْقَيْنِ — betapa banyak dua orang sahabat
بَعْدَ الْمَزْحِ فَاخْتَصَمَا — kemudian bertengkar setelah bergurau.
Penjelasan / syarah
Empat bait merangkai adab belajar dengan tanggung jawab sosial: menghadiri majelis ilmu, memuliakan orang tua, menjaga lisan dan kehormatan tetangga, serta berhati-hati dalam bercanda. Keterangan tentang pakaian atau keturunan tidak menjelaskan isi syair ini. Penutupnya memberi contoh konkret bahwa hubungan dua sahabat dapat rusak ketika candaan menyinggung perasaan.
لَبِيبٌ ialah orang yang menggunakan akal dengan baik; قَطُّ mempertegas penafian tentang masa lalu. نَكِدًا menggambarkan sikap menyusahkan atau buruk dalam pergaulan, dan النُّقَمُ berarti hukuman atau balasan atas kesalahan. حُرُمًا menunjuk hal-hal yang harus dijaga kehormatannya. Kata كَمْ pada dua susunan terakhir menyatakan banyaknya kejadian, bukan pertanyaan tentang jumlah. Nasihat diam dipahami bersama larangan berkata keji, sehingga maksudnya mengendalikan ucapan, bukan berhenti belajar atau menyampaikan kebenaran.
لَبِيبٌ ialah orang yang menggunakan akal dengan baik; قَطُّ mempertegas penafian tentang masa lalu. نَكِدًا menggambarkan sikap menyusahkan atau buruk dalam pergaulan, dan النُّقَمُ berarti hukuman atau balasan atas kesalahan. حُرُمًا menunjuk hal-hal yang harus dijaga kehormatannya. Kata كَمْ pada dua susunan terakhir menyatakan banyaknya kejadian, bukan pertanyaan tentang jumlah. Nasihat diam dipahami bersama larangan berkata keji, sehingga maksudnya mengendalikan ucapan, bukan berhenti belajar atau menyampaikan kebenaran.
Bahasa Inggris Harfiah & terjemahan utuh
Draf Inggris · perlu ditinjau
Arti kata / frasa
تَعَلَّمِ العِلْمَ — Learn knowledge,
وَاجْلِسْ فيِ مَجَالِسِهِ — and sit in its councils;
مَاخَـابَ قَطُّ لَبِيْبٌ جَالَسَ العُلَمَا — intelligent people who sit with scholars never lose.
وَالوَالِدَيْنِ فَأَكْرِمْ — And honor your parents,
تَنْجُ مِنْ ضَرَرٍ — surely you will be safe from danger;
وَلاَ تَكُنْ نَكِدًا — and don't be a bother,
تَسْتَوْجِبُ النُّقَمـاَ — so that you deserve punishment.
وَلاَزِمِ الصُّمْتَ — And get used to being quiet,
لاَ تَنْطِقْ بِفَاحِشَةٍ — do not speak evil words;
وَأَكْرِمِ الجَارَ — and honor your neighbors,
وَلاَ تَهْتِكْ لَهُ حُرُمَـا — and do not violate his honor.
وَاحْذَرْ مِنَ الْمَزْحِ — And be careful of jokes;
كَمْ فيِ الْمَزْحِ مِنْ خَطَرٍ — how much danger is in a joke,
كَمْ مِنْ صَدِيْقَيْنِ — how many friends two people have
بَعْدَ الْمَزْحِ فَاخْتَصَمَا — then got into a fight after joking around.
وَاجْلِسْ فيِ مَجَالِسِهِ — and sit in its councils;
مَاخَـابَ قَطُّ لَبِيْبٌ جَالَسَ العُلَمَا — intelligent people who sit with scholars never lose.
وَالوَالِدَيْنِ فَأَكْرِمْ — And honor your parents,
تَنْجُ مِنْ ضَرَرٍ — surely you will be safe from danger;
وَلاَ تَكُنْ نَكِدًا — and don't be a bother,
تَسْتَوْجِبُ النُّقَمـاَ — so that you deserve punishment.
وَلاَزِمِ الصُّمْتَ — And get used to being quiet,
لاَ تَنْطِقْ بِفَاحِشَةٍ — do not speak evil words;
وَأَكْرِمِ الجَارَ — and honor your neighbors,
وَلاَ تَهْتِكْ لَهُ حُرُمَـا — and do not violate his honor.
وَاحْذَرْ مِنَ الْمَزْحِ — And be careful of jokes;
كَمْ فيِ الْمَزْحِ مِنْ خَطَرٍ — how much danger is in a joke,
كَمْ مِنْ صَدِيْقَيْنِ — how many friends two people have
بَعْدَ الْمَزْحِ فَاخْتَصَمَا — then got into a fight after joking around.
Terjemahan utuh
Seek knowledge and sit in its gatherings; an intelligent person who keeps company with scholars is never disappointed. Honour your parents to escape harm, and do not be troublesome and invite punishment. Keep silent rather than utter obscenity. Honour your neighbour and do not violate their sanctity. Beware of joking: how much danger it can carry, and how many friends have quarrelled after a joke.
Pelajaran untuk santri
Di Ponpes TEMAS, adab menjadi ruh ilmu: menghormati pengasuh dan guru, menjaga sikap kepada teman, serta menempatkan akhlak di atas gengsi dan latar belakang.
Latihan
1. Apa dua anjuran tentang ilmu pada bait pertama?
2. Sebutkan tiga adab lain yang disebut dalam syair?
3. Mengapa candaan perlu dibatasi menurut bait terakhir?
2. Sebutkan tiga adab lain yang disebut dalam syair?
3. Mengapa candaan perlu dibatasi menurut bait terakhir?
Pedoman jawaban Buka setelah mencoba sendiri
1. Mempelajari ilmu dan menghadiri majelisnya.
2. Menghormati orang tua, menjaga ucapan, dan menghormati tetangga.
3. Karena candaan dapat menimbulkan bahaya dan mengubah hubungan dua sahabat menjadi pertengkaran.
2. Menghormati orang tua, menjaga ucapan, dan menghormati tetangga.
3. Karena candaan dapat menimbulkan bahaya dan mengubah hubungan dua sahabat menjadi pertengkaran.
Sumber & status penelaahan
Hisamuddin al-Waizi (nisbah dalam dokumen) · halaman 166
Sumber masih memerlukan penelaahan. Koreksi dan rujukan pembaca sangat membantu.