Pertimbangan dan Waktu yang Tepat
حُسْنُ التَّدْبِيرِ
Syair · Abu al-Fath al-Busti, Qashidat ‘Unwan al-Hikam; edisi Abd al-Fattah Abu Ghuddah, Maktab al-Mathbu‘at al-Islamiyyah, 1984
فَلِلتَّدَابِيرِ فُرْسَانٌ إِذَا رَكَضُوا # فِيهَا أَبَرُّوا كَمَا لِلْحَرْبِ فُرْسَانٌ
وَلِلْأُمُورِ مَوَاقِيتٌ مُقَدَّرَةٌ # وَكُلُّ أَمْرٍ لَهُ حَدٌّ وَمِيزَانٌ
فَلَا تَكُنْ عَجِلًا بِالْأَمْرِ تَطْلُبُهُ # فَلَيْسَ يُحْمَدُ قَبْلَ النُّضْجِ بُحْرَانٌ
Carilah nasihat dari orang yang cakap dan jujur. Rencana memerlukan ukuran, waktu serta kesiapan; kecepatan saja tidak menjamin keputusan yang baik.
Arti & penjelasan
Arti harfiah Ikuti susunan kata dalam teks
Bait 2: Perencanaan mempunyai para penunggang yang unggul ketika berpacu di dalamnya, sebagaimana perang mempunyai penunggangnya.
Bait 3: Setiap urusan mempunyai waktu yang ditentukan, dan setiap urusan memiliki batas serta ukuran.
Bait 4: Jangan tergesa-gesa dalam perkara yang engkau cari, sebab perubahan menentukan sebelum kematangan tidaklah dipuji.
Penjelasan / syarah
Keahlian merencanakan diibaratkan kepiawaian penunggang kuda. Kata الحرب berfungsi sebagai pembanding kemampuan, tanpa memuji pembunuhan atau suatu pihak politik. Bait terakhir memakai gambaran medis lama: jangan memaksa hasil sebelum proses matang; bukan petunjuk pengobatan.
KOSAKATA
نَدْبٍ — orang tangkas dan cakap
حَازِمٍ — teguh dengan pertimbangan
أَبَرُّوا — melampaui atau unggul
مَوَاقِيتٌ — waktu-waktu tertentu
بُحْرَانٌ — perubahan menentukan; istilah lama untuk fase penentu perjalanan penyakit
TARGET
Hafalkan seluruh petikan; jelaskan makna setiap bait, satu kiasan, dan satu penerapannya.
SUMBER DAN REDAKSI
Abu al-Fath al-Busti, Qashidat ‘Unwan al-Hikam; edisi Abd al-Fattah Abu Ghuddah, Maktab al-Mathbu‘at al-Islamiyyah, 1984
‘Unwan al-Hikam, bait 40–43, halaman 40.
https://usul.ai/fa/t/qasidat-cunwan-hukm
Petikan syair asli; judul, tambahan harakat, terjemahan, penjelasan dan latihan disusun untuk TEMAS. Bukan hadis. Redaksi dicocokkan pada 14 Oktober 2026; status pengelola tetap perlu_verifikasi.
Pelajaran untuk santri
Latihan
2. Jelaskan pesan utama serta satu keindahan ungkapan dalam petikan.
3. Berikan contoh penerapan di pesantren, lalu sampaikan nasihat satu menit dengan satu bait dan penyebutan penyair.
Pedoman jawaban Buka setelah mencoba sendiri
2. Keahlian merencanakan diibaratkan kepiawaian penunggang kuda. Kata الحرب berfungsi sebagai pembanding kemampuan, tanpa memuji pembunuhan atau suatu pihak politik. Bait terakhir memakai gambaran medis lama: jangan memaksa hasil sebelum proses matang; bukan petunjuk pengobatan.
3. Pengurus memilih penasihat yang jujur dan menguasai persoalan, menetapkan ukuran keberhasilan serta jadwal yang masuk akal. Keputusan acara tidak dibuat sekadar karena desakan tampil cepat. Nilai ketepatan petikan, atribusi, penjelasan dan kelayakan tindakan; contoh lain yang beralasan dapat diterima.
Sumber & status penelaahan
Abu al-Fath al-Busti, Qashidat ‘Unwan al-Hikam; edisi Abd al-Fattah Abu Ghuddah, Maktab al-Mathbu‘at al-Islamiyyah, 1984
Sumber masih memerlukan penelaahan. Koreksi dan rujukan pembaca sangat membantu.