Qanaah dan Martabat Hidup
الْقَنَاعَةُ وَكَرَامَةُ الْعَيْشِ
Syair · Abu al-Fath al-Busti, Qashidat ‘Unwan al-Hikam; edisi Abd al-Fattah Abu Ghuddah, Maktab al-Mathbu‘at al-Islamiyyah, 1984
حَسْبُ الْفَتَى عَقْلُهُ خِلًّا يُعَاشِرُهُ # إِذَا تَحَامَاهُ إِخْوَانٌ وَخُلَّانٌ
إِذَا نَبَا بِكَرِيمٍ مَوْطِنٌ فَلَهُ # وَرَاءَهُ فِي بَسِيطِ الْأَرْضِ أَوْطَانٌ
Kecukupan hati menjaga martabat tanpa mematikan ikhtiar. Gunakan pertimbangan saat dukungan berkurang dan carilah jalan yang masih terbuka.
Arti & penjelasan
Arti harfiah Ikuti susunan kata dalam teks
Bait 2: Cukuplah akal seorang pemuda menjadi sahabat yang menemaninya apabila saudara dan teman menjauhinya.
Bait 3: Jika suatu tempat tidak memberi ruang kepada orang mulia, baginya ada negeri-negeri lain di hamparan bumi.
Penjelasan / syarah
Pertentangan راض / غضبان membedakan cukupnya hati dan tidak puasnya ketamakan. Akal dipersonifikasikan sebagai sahabat. Petikan terdiri dari bait 45–46 dan 48; tidak diklaim sebagai tiga bait bersambung. Qanaah tidak melarang meminta bantuan, bekerja atau memperjuangkan hak.
KOSAKATA
الْقَنَاعَةِ — merasa cukup tanpa tamak
الْحِرْصِ — ketamakan dalam konteks ini
أَثْرَى — menjadi kaya
خِلًّا — sahabat dekat
تَحَامَاهُ — menjauhinya
نَبَا — tidak memberi tempat yang sesuai
TARGET
Hafalkan seluruh petikan; jelaskan makna setiap bait, satu kiasan, dan satu penerapannya.
SUMBER DAN REDAKSI
Abu al-Fath al-Busti, Qashidat ‘Unwan al-Hikam; edisi Abd al-Fattah Abu Ghuddah, Maktab al-Mathbu‘at al-Islamiyyah, 1984
‘Unwan al-Hikam, bait 45–46 lalu 48; bait 47 tidak disertakan.
https://usul.ai/fa/t/qasidat-cunwan-hukm
Petikan syair asli; judul, tambahan harakat, terjemahan, penjelasan dan latihan disusun untuk TEMAS. Bukan hadis. Redaksi dicocokkan pada 14 Oktober 2026; status pengelola tetap perlu_verifikasi.
Pelajaran untuk santri
Latihan
2. Jelaskan pesan utama serta satu keindahan ungkapan dalam petikan.
3. Berikan contoh penerapan di pesantren, lalu sampaikan nasihat satu menit dengan satu bait dan penyebutan penyair.
Pedoman jawaban Buka setelah mencoba sendiri
2. Pertentangan راض / غضبان membedakan cukupnya hati dan tidak puasnya ketamakan. Akal dipersonifikasikan sebagai sahabat. Petikan terdiri dari bait 45–46 dan 48; tidak diklaim sebagai tiga bait bersambung. Qanaah tidak melarang meminta bantuan, bekerja atau memperjuangkan hak.
3. Santri merencanakan kebutuhan dan pilihan belajar sesudah lulus tanpa membeli pengakuan dengan sanjungan berlebihan. Saat dukungan belum tersedia, mintalah nasihat dan pertimbangkan jalur lain yang realistis. Nilai ketepatan petikan, atribusi, penjelasan dan kelayakan tindakan; contoh lain yang beralasan dapat diterima.
Sumber & status penelaahan
Abu al-Fath al-Busti, Qashidat ‘Unwan al-Hikam; edisi Abd al-Fattah Abu Ghuddah, Maktab al-Mathbu‘at al-Islamiyyah, 1984
Sumber masih memerlukan penelaahan. Koreksi dan rujukan pembaca sangat membantu.