Takwa dan kekayaan jiwa
لِأَبـِي العَتَاهِيـةِ
Syair · Abu al-Atahiyah
أَشَدُّ الْجِهَادِ جِهَادُ الْهَوَى # وَمَا أَكْرَمَ الْمَرْءَ إِلَّا التُّقَى
وَأَخْلَاقُ ذِي الْفَضْلِ مَعْرُوفَةٌ # بِبَذْلِ الْجَمِيلِ وَكَفِّ الْأَذَى
وَكُلُّ الْفُكَاهَةِ مَمْلُولَةٌ # وَطُولُ التَّعَاشُرِ فِيهِ الْقِلَى
وَكُلُّ طَرِيفٍ لَهُ لَذَّةٌ # وَكُلُّ تَالِدٍ سَرِيعُ الْبِلَى
وَلَا شَيْءَ إِلَّا لَهُ آفَةٌ # وَلَا شَيْءَ إِلَّا لَهُ مُنْتَهَى
وَلَيْسَ الْغِنَى نَشَبٌ فِي يَدٍ # وَلَكِنَّ غِنَى النَّفْسِ كُلُّ الْغِنَى
وَأَخْلَاقُ ذِي الْفَضْلِ مَعْرُوفَةٌ # بِبَذْلِ الْجَمِيلِ وَكَفِّ الْأَذَى
وَكُلُّ الْفُكَاهَةِ مَمْلُولَةٌ # وَطُولُ التَّعَاشُرِ فِيهِ الْقِلَى
وَكُلُّ طَرِيفٍ لَهُ لَذَّةٌ # وَكُلُّ تَالِدٍ سَرِيعُ الْبِلَى
وَلَا شَيْءَ إِلَّا لَهُ آفَةٌ # وَلَا شَيْءَ إِلَّا لَهُ مُنْتَهَى
وَلَيْسَ الْغِنَى نَشَبٌ فِي يَدٍ # وَلَكِنَّ غِنَى النَّفْسِ كُلُّ الْغِنَى
MAKNA INDONESIA
Kemuliaan lahir dari takwa, mengendalikan diri, memberi manfaat, tidak menyakiti, dan memiliki hati yang cukup.
Arti & penjelasan
Arti harfiah Ikuti susunan kata dalam teks
أَشَدُّ الجِهَادِ — Perjuangan yang paling berat
جِهَـادُ الهَوَى — ialah melawan hawa nafsu
وَمَا أَكْرَمَ الْمَرْءَ — dan tidaklah memuliakan manusia
إِلاَّ التُّقَى — selain ketakwaan
وَأَخْلاَقُ ذِي الفَضْلِ مَعْرُوْفَةٌ — dan akhlak orang yang utama dapat dikenali
بِبَذْلِ الْجَمِيْلِ وَكَفِّ الأَذَى — dari memberikan kebaikan dan menahan gangguan
وَكُلُّ الفُكَـاهَةِ مَـمْلُوْلَةٌ — dan segala senda gurau membosankan
وَطُوْلُ التَّعَاشُرِ فِيْهِ القِلَى — dan dalam lamanya pergaulan terdapat kebencian
وَكُلُّ طَرِيْـفٍ لَهُ لَـذَّةٌ — dan setiap yang baru mempunyai kenikmatan
وَكُلُّ تَالِدٍ سَرِيْعُ البِلَى — dan setiap yang telah lama dimiliki cepat menjadi usang
وَلاَ شَيْءَ إِلاَّ لَهُ آفَةٌ — dan tiada sesuatu pun kecuali mempunyai perusak
وَلاَ شَيْءَ إِلاَّ لَهُ مُنْتَهىَ — dan tiada sesuatu pun kecuali mempunyai akhir
وَلَيْسَ الغِنَى نَشَبٌ فيِ يَدٍ — dan kekayaan bukanlah harta yang ada di tangan
وَلَكِنَّ غِنىَ النَّفْسِ كُلُّ الغِنىَ — melainkan kekayaan jiwa adalah seluruh kekayaan
جِهَـادُ الهَوَى — ialah melawan hawa nafsu
وَمَا أَكْرَمَ الْمَرْءَ — dan tidaklah memuliakan manusia
إِلاَّ التُّقَى — selain ketakwaan
وَأَخْلاَقُ ذِي الفَضْلِ مَعْرُوْفَةٌ — dan akhlak orang yang utama dapat dikenali
بِبَذْلِ الْجَمِيْلِ وَكَفِّ الأَذَى — dari memberikan kebaikan dan menahan gangguan
وَكُلُّ الفُكَـاهَةِ مَـمْلُوْلَةٌ — dan segala senda gurau membosankan
وَطُوْلُ التَّعَاشُرِ فِيْهِ القِلَى — dan dalam lamanya pergaulan terdapat kebencian
وَكُلُّ طَرِيْـفٍ لَهُ لَـذَّةٌ — dan setiap yang baru mempunyai kenikmatan
وَكُلُّ تَالِدٍ سَرِيْعُ البِلَى — dan setiap yang telah lama dimiliki cepat menjadi usang
وَلاَ شَيْءَ إِلاَّ لَهُ آفَةٌ — dan tiada sesuatu pun kecuali mempunyai perusak
وَلاَ شَيْءَ إِلاَّ لَهُ مُنْتَهىَ — dan tiada sesuatu pun kecuali mempunyai akhir
وَلَيْسَ الغِنَى نَشَبٌ فيِ يَدٍ — dan kekayaan bukanlah harta yang ada di tangan
وَلَكِنَّ غِنىَ النَّفْسِ كُلُّ الغِنىَ — melainkan kekayaan jiwa adalah seluruh kekayaan
Penjelasan / syarah
Puisi ini membuka nasihat dengan perjuangan mengendalikan hawa nafsu, takwa, serta kebiasaan berbuat baik tanpa menyakiti. Bait tengah mengingatkan perubahan rasa terhadap hiburan, pergaulan, dan barang; طَرِيْفٍ berarti yang baru, sedangkan تَالِدٍ menunjuk sesuatu yang sudah lama dimiliki. Pernyataan tentang kebosanan dan kebencian merupakan generalisasi puitis, bukan kepastian bahwa semua pergaulan lama harus berakhir buruk. Penutup membedakan نَشَبٌ, harta benda, dari غِنىَ النَّفْسِ, rasa cukup dalam jiwa, sebagai ukuran kekayaan yang dipuji.
Bahasa Inggris Harfiah & terjemahan utuh
Draf Inggris · perlu ditinjau
Arti kata / frasa
أَشَدُّ الجِهَادِ — The hardest struggle
جِهَـادُ الهَوَى — is fighting lust
وَمَا أَكْرَمَ الْمَرْءَ — and does not glorify humans
إِلاَّ التُّقَى — apart from piety
وَأَخْلاَقُ ذِي الفَضْلِ مَعْرُوْفَةٌ — and the person's main morals can be recognized
بِبَذْلِ الْجَمِيْلِ وَكَفِّ الأَذَى — of giving kindness and resisting harm
وَكُلُّ الفُكَـاهَةِ مَـمْلُوْلَةٌ — and all the boring banter
وَطُوْلُ التَّعَاشُرِ فِيْهِ القِلَى — and in the long association there is hatred
وَكُلُّ طَرِيْـفٍ لَهُ لَـذَّةٌ — and every new one has a pleasure
وَكُلُّ تَالِدٍ سَرِيْعُ البِلَى — and everything that has been owned for a long time quickly becomes obsolete
وَلاَ شَيْءَ إِلاَّ لَهُ آفَةٌ — and nothing but has a destroyer
وَلاَ شَيْءَ إِلاَّ لَهُ مُنْتَهىَ — and nothing but has an end
وَلَيْسَ الغِنَى نَشَبٌ فيِ يَدٍ — and wealth is not a treasure in the hand
وَلَكِنَّ غِنىَ النَّفْسِ كُلُّ الغِنىَ — but the wealth of the soul is all wealth
جِهَـادُ الهَوَى — is fighting lust
وَمَا أَكْرَمَ الْمَرْءَ — and does not glorify humans
إِلاَّ التُّقَى — apart from piety
وَأَخْلاَقُ ذِي الفَضْلِ مَعْرُوْفَةٌ — and the person's main morals can be recognized
بِبَذْلِ الْجَمِيْلِ وَكَفِّ الأَذَى — of giving kindness and resisting harm
وَكُلُّ الفُكَـاهَةِ مَـمْلُوْلَةٌ — and all the boring banter
وَطُوْلُ التَّعَاشُرِ فِيْهِ القِلَى — and in the long association there is hatred
وَكُلُّ طَرِيْـفٍ لَهُ لَـذَّةٌ — and every new one has a pleasure
وَكُلُّ تَالِدٍ سَرِيْعُ البِلَى — and everything that has been owned for a long time quickly becomes obsolete
وَلاَ شَيْءَ إِلاَّ لَهُ آفَةٌ — and nothing but has a destroyer
وَلاَ شَيْءَ إِلاَّ لَهُ مُنْتَهىَ — and nothing but has an end
وَلَيْسَ الغِنَى نَشَبٌ فيِ يَدٍ — and wealth is not a treasure in the hand
وَلَكِنَّ غِنىَ النَّفْسِ كُلُّ الغِنىَ — but the wealth of the soul is all wealth
Terjemahan utuh
The hardest struggle is the struggle against desire, and nothing brings a person honour except piety. The character of a virtuous person is recognised by doing good and withholding harm. All amusement can become tiresome, and long association may bring aversion. Every novelty has its pleasure, and every old possession soon wears out. Nothing is without a cause of decay, and nothing is without an end. Wealth is not property held in the hand; richness of the soul is true wealth.
Pelajaran untuk santri
Di Ponpes TEMAS, pesan ini diarahkan pada penguatan niat, takwa, muraqabah, ibadah berjamaah, dan kesadaran bahwa ilmu serta amal harus mendekatkan diri kepada Allah.
Latihan
1. Perjuangan apa yang disebut paling berat pada awal syair?
2. Dua perilaku apa yang menandai akhlak orang mulia?
3. Apa perbedaan kekayaan benda dan kekayaan jiwa pada bait terakhir?
2. Dua perilaku apa yang menandai akhlak orang mulia?
3. Apa perbedaan kekayaan benda dan kekayaan jiwa pada bait terakhir?
Pedoman jawaban Buka setelah mencoba sendiri
1. Perjuangan mengendalikan hawa nafsu.
2. Memberikan kebaikan dan menahan diri dari menyakiti.
3. Kekayaan benda berupa harta yang dimiliki, sedangkan kekayaan jiwa berupa rasa cukup; teks menekankan nilai kekayaan jiwa.
2. Memberikan kebaikan dan menahan diri dari menyakiti.
3. Kekayaan benda berupa harta yang dimiliki, sedangkan kekayaan jiwa berupa rasa cukup; teks menekankan nilai kekayaan jiwa.
Sumber & status penelaahan
Abu al-Atahiyah · halaman 173
Sumber masih memerlukan penelaahan. Koreksi dan rujukan pembaca sangat membantu.