Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Mahfudzat
TINGKAT 5 / MATERI 9Mengetuk pintu harapan

Mengetuk Pintu Harapan

بَابُ الرَّجَاءِ

Syair · Abu Ishaq al-Ilbiri, Ta’iyyah; pembacaan edisi Amr ibn Haiman, 2022, bersumber pada Diwan al-Ilbiri

BACA & HAFALKAN
وَسَلْ مِنْ رَبِّكَ التَّوْفِيقَ فِيهَا # وَأَخْلِصْ فِي السُّؤَالِ إِذَا سَأَلْتَا
وَنَادِ إِذَا سَجَدْتَ لَهُ اعْتِرَافًا # بِمَا نَادَاهُ ذُو النُّونِ ابْنُ مَتَّى
وَلَازِمْ بَابَهُ قَرْعًا عَسَاهُ # سَيَفْتَحُ بَابَهُ لَكَ إِنْ قَرَعْتَا
وَأَكْثِرْ ذِكْرَهُ فِي الْأَرْضِ دَأْبًا # لِتُذْكَرَ فِي السَّمَاءِ إِذَا ذَكَرْتَا
MAKNA INDONESIA

Jaga ikhtiar, doa yang tulus, pengakuan kesalahan dan harapan kepada Allah. Kedekatan batin dibangun melalui kebiasaan yang berlanjut.

PAHAMI KALIMATNYA

Arti & penjelasan

Arti harfiah Ikuti susunan kata dalam teks
Bait 1: Mintalah taufik dari Tuhanmu dalam kehidupan dan tuluslah dalam permohonan ketika memohon.
Bait 2: Serulah ketika engkau bersujud kepada-Nya dengan pengakuan, sebagaimana Dzu al-Nun, putra Matta, menyeru-Nya.
Bait 3: Teruslah mengetuk pintu-Nya; semoga Dia membuka pintu-Nya bagimu jika engkau mengetuknya.
Bait 4: Perbanyaklah mengingat-Nya di bumi secara terus-menerus, agar engkau disebut di langit ketika mengingat-Nya.
Penjelasan / syarah
PENJELASAN PENYUSUN
Doa dan zikir digambarkan sebagai mengetuk pintu. Ini kiasan kedekatan dan pengharapan, bukan gambaran fisik Allah. Dzu al-Nun adalah Nabi Yunus; seruannya merujuk pengakuan dalam QS al-Anbiya 21:87. Puisi ini karya al-Ilbiri, bukan hadis. Mengingat Allah tidak menggantikan tindakan dan pertanggungjawaban.

KOSAKATA
التَّوْفِيقَ — pertolongan untuk mencapai kebaikan
أَخْلِصْ — tuluskanlah
اعْتِرَافًا — dengan pengakuan
ذُو النُّونِ — sebutan Nabi Yunus
قَرْعًا — ketukan
دَأْبًا — terus-menerus sebagai kebiasaan

TARGET
Hafalkan seluruh petikan; jelaskan makna setiap bait, satu kiasan, dan satu penerapannya.

SUMBER DAN REDAKSI
Abu Ishaq al-Ilbiri, Ta’iyyah; pembacaan edisi Amr ibn Haiman, 2022, bersumber pada Diwan al-Ilbiri
Ta’iyyah, bait 56–59. Dipilih menggantikan khutbah yang belum dapat dipertanggungjawabkan nisbahnya kepada Nabi.
https://amribnhaiman.blogspot.com/2022/12/pdf.html?hl=ar
Petikan syair asli; judul, tambahan harakat, terjemahan, penjelasan dan latihan disusun untuk TEMAS. Bukan hadis. Redaksi dicocokkan pada 14 Oktober 2026; status pengelola tetap perlu_verifikasi.
BAWA KE KESEHARIAN

Pelajaran untuk santri

Santri menghadapi kegagalan dengan memperbaiki usaha, berdoa dan meminta nasihat. Tidak menyimpulkan bahwa doa teman pasti kurang tulus hanya karena hasilnya belum sesuai harapan.
UJI PEMAHAMAN

Latihan

1. Terjemahkan bait pertama per penggalan dan jelaskan dua kosakata penting.

2. Jelaskan pesan utama serta satu keindahan ungkapan dalam petikan.

3. Berikan contoh penerapan di pesantren, lalu sampaikan nasihat satu menit dengan satu bait dan penyebutan penyair.
Pedoman jawaban Buka setelah mencoba sendiri
1. Bait 1: Mintalah taufik dari Tuhanmu dalam kehidupan dan tuluslah dalam permohonan ketika memohon. Kosakata: التَّوْفِيقَ = pertolongan untuk mencapai kebaikan; أَخْلِصْ = tuluskanlah.

2. Doa dan zikir digambarkan sebagai mengetuk pintu. Ini kiasan kedekatan dan pengharapan, bukan gambaran fisik Allah. Dzu al-Nun adalah Nabi Yunus; seruannya merujuk pengakuan dalam QS al-Anbiya 21:87. Puisi ini karya al-Ilbiri, bukan hadis. Mengingat Allah tidak menggantikan tindakan dan pertanggungjawaban.

3. Santri menghadapi kegagalan dengan memperbaiki usaha, berdoa dan meminta nasihat. Tidak menyimpulkan bahwa doa teman pasti kurang tulus hanya karena hasilnya belum sesuai harapan. Nilai ketepatan petikan, atribusi, penjelasan dan kelayakan tindakan; contoh lain yang beralasan dapat diterima.
Sumber & status penelaahan

Abu Ishaq al-Ilbiri, Ta’iyyah; pembacaan edisi Amr ibn Haiman, 2022, bersumber pada Diwan al-Ilbiri

Sumber masih memerlukan penelaahan. Koreksi dan rujukan pembaca sangat membantu.

BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Mahfudzat · Tingkat 5 · Materi 9 · Mengetuk Pintu Harapan

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan