Ilmu sebagai jalan kemuliaan
لِمَعْرُوْفٍ الرَصَافِي
Syair · Maruf al-Rusafi
لَا يَبْلُغُ الْمَرْءُ مُنْتَهَى أَرَبِهِ # إِلَّا بِعِلْمٍ يَجِدُّ فِي طَلَبِهِ
فَأْوِ إِلَى ظِلِّهِ تَعِشْ رَغَدًا # عَيْشًا أَمِينًا مِنْ سُوءِ مُنْقَلَبِهِ
وَاتْعَبْ لَهُ تَسْتَرِحْ بِهِ أَبَدًا # فَرَاحَةُ الْمَرْءِ مِنْ جَنَى تَعَبِهِ
وَإِنَّ لِلْعِلْمِ فِي الْعُلَا فَلَكًا # كُلُّ الْمَعَالِي تَدُورُ فِي قُطُبِهِ
فَاسْعَ إِلَيْهِ بِعَزْمِ ذِي جَلَدٍ # مُصَمِّمِ الرَّأْيِ غَيْرِ مُضْطَرِبِهِ
وَابْذُلْ لَهُ مَا مَلَكْتَ مِنْ نَشَبٍ # فَالْعِلْمُ أَبْقَى لِلْمَرْءِ مِنْ نَشَبِهِ
وَاطَّرِحِ الْمَجْدَ غَيْرَ طَارِفِهِ # وَاجْتَنِبِ الْفَخْرَ غَيْرَ مُكْتَسَبِهِ
مَا أَبْعَدَ الْخَيْرَ عَنْ فَتًى كَسِلٍ # يَسْرَحُ فِي لَهْوِهِ وَفِي لَعِبِهِ
فَأْوِ إِلَى ظِلِّهِ تَعِشْ رَغَدًا # عَيْشًا أَمِينًا مِنْ سُوءِ مُنْقَلَبِهِ
وَاتْعَبْ لَهُ تَسْتَرِحْ بِهِ أَبَدًا # فَرَاحَةُ الْمَرْءِ مِنْ جَنَى تَعَبِهِ
وَإِنَّ لِلْعِلْمِ فِي الْعُلَا فَلَكًا # كُلُّ الْمَعَالِي تَدُورُ فِي قُطُبِهِ
فَاسْعَ إِلَيْهِ بِعَزْمِ ذِي جَلَدٍ # مُصَمِّمِ الرَّأْيِ غَيْرِ مُضْطَرِبِهِ
وَابْذُلْ لَهُ مَا مَلَكْتَ مِنْ نَشَبٍ # فَالْعِلْمُ أَبْقَى لِلْمَرْءِ مِنْ نَشَبِهِ
وَاطَّرِحِ الْمَجْدَ غَيْرَ طَارِفِهِ # وَاجْتَنِبِ الْفَخْرَ غَيْرَ مُكْتَسَبِهِ
مَا أَبْعَدَ الْخَيْرَ عَنْ فَتًى كَسِلٍ # يَسْرَحُ فِي لَهْوِهِ وَفِي لَعِبِهِ
MAKNA INDONESIA
Ilmu membutuhkan tekad, biaya, dan pengorbanan, tetapi menjadi modal kemuliaan yang lebih abadi daripada nasab.
Arti & penjelasan
Arti harfiah Ikuti susunan kata dalam teks
Bait 1: Seseorang tidak mencapai ujung keinginannya kecuali dengan ilmu yang sungguh-sungguh dicarinya.
Bait 2: Bernaunglah di bawahnya, niscaya engkau hidup lapang, aman dari buruknya kesudahan.
Bait 3: Bersusah payahlah untuknya agar engkau memperoleh ketenteraman dengannya; ketenteraman seseorang berasal dari buah jerih payahnya.
Bait 4: Ilmu mempunyai orbit di ketinggian; seluruh kemuliaan berputar pada porosnya.
Bait 5: Berusahalah mencapainya dengan tekad orang yang tangguh, mantap pendirian dan tidak goyah.
Bait 6: Curahkan untuknya harta yang engkau miliki; ilmu lebih bertahan bagi seseorang daripada hartanya.
Bait 7: Tinggalkan kemuliaan yang bukan engkau peroleh dan jauhi kebanggaan yang bukan engkau usahakan.
Bait 8: Alangkah jauhnya kebaikan dari pemuda malas yang berkeliaran dalam kelalaian dan permainannya.
Bait 2: Bernaunglah di bawahnya, niscaya engkau hidup lapang, aman dari buruknya kesudahan.
Bait 3: Bersusah payahlah untuknya agar engkau memperoleh ketenteraman dengannya; ketenteraman seseorang berasal dari buah jerih payahnya.
Bait 4: Ilmu mempunyai orbit di ketinggian; seluruh kemuliaan berputar pada porosnya.
Bait 5: Berusahalah mencapainya dengan tekad orang yang tangguh, mantap pendirian dan tidak goyah.
Bait 6: Curahkan untuknya harta yang engkau miliki; ilmu lebih bertahan bagi seseorang daripada hartanya.
Bait 7: Tinggalkan kemuliaan yang bukan engkau peroleh dan jauhi kebanggaan yang bukan engkau usahakan.
Bait 8: Alangkah jauhnya kebaikan dari pemuda malas yang berkeliaran dalam kelalaian dan permainannya.
Penjelasan / syarah
Syair mengajak mencari ilmu dengan keteguhan dan kesediaan mencurahkan tenaga serta biaya. جَنَى: buah; جَلَد: ketangguhan; نَشَب: harta; طَارِف: orang yang memperoleh kemuliaan baru dengan usahanya; مُكْتَسَب: yang diusahakan. Orbit ilmu merupakan kiasan peran pengetahuan dalam kehidupan. Janji ketenteraman merupakan penguatan puitis, bukan jaminan hidup tanpa kesulitan. Bait keenam membandingkan ilmu dengan harta, bukan nasab. Penggalan tidak bersambung mengikuti delapan bait pilihan pada koleksi terdahulu.
CATATAN PENYUNTINGAN CETAK 14 OKTOBER 2026
Petikan tidak bersambung dari al-‘Ilm, Diwan Ma‘ruf al-Rushafi, https://www.safahat.org/books/51703160/1.31/ . Koreksi: فاسع; مِنْ نَشَبِهِ (hartanya), bukan نسبه; طارفه, bukan طارقه; مُكْتَسَبِهِ. وَكُلّ menjadi كُلّ sesuai edisi. Harakat tambahan disunting untuk pembelajaran.
CATATAN PENYUNTINGAN CETAK 14 OKTOBER 2026
Petikan tidak bersambung dari al-‘Ilm, Diwan Ma‘ruf al-Rushafi, https://www.safahat.org/books/51703160/1.31/ . Koreksi: فاسع; مِنْ نَشَبِهِ (hartanya), bukan نسبه; طارفه, bukan طارقه; مُكْتَسَبِهِ. وَكُلّ menjadi كُلّ sesuai edisi. Harakat tambahan disunting untuk pembelajaran.
Pelajaran untuk santri
Di Ponpes TEMAS, pesan ini menguatkan budaya talaqqi, muthalaah, mencatat pelajaran, murajaah, dan mengamalkan ilmu di bawah bimbingan kiai serta ustaz.
Latihan
1. Apa syarat mencapai tujuan pada bait pertama?
2. Bagaimana hubungan jerih payah belajar dengan ketenteraman kemudian?
3. Mengapa ilmu dibandingkan dengan harta pada bait keenam?
2. Bagaimana hubungan jerih payah belajar dengan ketenteraman kemudian?
3. Mengapa ilmu dibandingkan dengan harta pada bait keenam?
Pedoman jawaban Buka setelah mencoba sendiri
1. Ilmu yang dicari dengan sungguh-sungguh.
2. Ketenteraman digambarkan sebagai buah jerih payah.
3. Harta dapat habis, sedangkan ilmu menjadi kemampuan yang terus dimanfaatkan. Ini dorongan menghargai bekal ilmu, bukan larangan memiliki harta.
2. Ketenteraman digambarkan sebagai buah jerih payah.
3. Harta dapat habis, sedangkan ilmu menjadi kemampuan yang terus dimanfaatkan. Ini dorongan menghargai bekal ilmu, bukan larangan memiliki harta.
Sumber & status penelaahan
Maruf al-Rusafi · halaman 175
Sumber masih memerlukan penelaahan. Koreksi dan rujukan pembaca sangat membantu.