Kefanaan dunia dan pertimbangan akibat
لِمَحْمُوْدٍ سَـامِي البَـارُوْدِي
Syair · Mahmud Sami al-Barudi
وَالدَّهْرُ كَالْبَحْرِ لَا يَنْفَكُّ ذَا كَدَرٍ # وَإِنَّمَا صَفْوُهُ بَيْنَ الْوَرَى لُمَعُ
لَوْ كَانَ لِلْمَرْءِ فِكْرٌ فِي عَوَاقِبِهِ # مَا شَابَ أَخْلَاقَهُ حِرْصٌ وَلَا طَمَعُ
وَكَيْفَ يُدْرِكُ مَا فِي الْغَيْبِ مِنْ حَدَثٍ # مَنْ لَمْ يَزَلْ بِغُرُورِ الْعَيْشِ يَنْخَدِعُ
دَهْرٌ يَغُرُّ وَآمَالٌ تَسُرُّ وَأَعْمَارٌ # تَمُرُّ وَأَيَّامٌ لَهَا خُدَعُ
يَسْعَى الْفَتَى لِأُمُورٍ قَدْ تَضُرُّ بِهِ # وَلَيْسَ يَعْلَمُ مَا يَأْتِي وَمَا يَدَعُ
يَا أَيُّهَا السَّادِرُ الْمُزْوَرُّ مِنْ صَلَفٍ # مَهْلًا فَإِنَّكَ بِالْأَيَّامِ مُنْخَدِعُ
دَعْ مَا يَرِيبُ وَخُذْ فِيمَا خُلِقْتَ لَهُ # لَعَلَّ قَلْبَكَ بِالْإِيمَانِ يَنْتَفِعُ
إِنَّ الْحَيَاةَ لَثَوْبٌ سَوْفَ تَخْلَعُهُ # وَكُلُّ ثَوْبٍ إِذَا مَا رَثَّ يَنْخَلِعُ
لَوْ كَانَ لِلْمَرْءِ فِكْرٌ فِي عَوَاقِبِهِ # مَا شَابَ أَخْلَاقَهُ حِرْصٌ وَلَا طَمَعُ
وَكَيْفَ يُدْرِكُ مَا فِي الْغَيْبِ مِنْ حَدَثٍ # مَنْ لَمْ يَزَلْ بِغُرُورِ الْعَيْشِ يَنْخَدِعُ
دَهْرٌ يَغُرُّ وَآمَالٌ تَسُرُّ وَأَعْمَارٌ # تَمُرُّ وَأَيَّامٌ لَهَا خُدَعُ
يَسْعَى الْفَتَى لِأُمُورٍ قَدْ تَضُرُّ بِهِ # وَلَيْسَ يَعْلَمُ مَا يَأْتِي وَمَا يَدَعُ
يَا أَيُّهَا السَّادِرُ الْمُزْوَرُّ مِنْ صَلَفٍ # مَهْلًا فَإِنَّكَ بِالْأَيَّامِ مُنْخَدِعُ
دَعْ مَا يَرِيبُ وَخُذْ فِيمَا خُلِقْتَ لَهُ # لَعَلَّ قَلْبَكَ بِالْإِيمَانِ يَنْتَفِعُ
إِنَّ الْحَيَاةَ لَثَوْبٌ سَوْفَ تَخْلَعُهُ # وَكُلُّ ثَوْبٍ إِذَا مَا رَثَّ يَنْخَلِعُ
MAKNA INDONESIA
Dunia berubah dan terbatas; pikirkan akibat, jauhi rakus serta sombong, dan prioritaskan tujuan hidup yang bernilai.
Arti & penjelasan
Arti harfiah Ikuti susunan kata dalam teks
Bait 1: Masa seperti laut yang tidak lepas dari kekeruhan; kejernihannya di tengah manusia hanya kilasan.
Bait 2: Seandainya seseorang memikirkan akibatnya, kerakusan dan ketamakan tidak akan mencampuri akhlaknya.
Bait 3: Bagaimana orang yang terus tertipu pesona hidup mengetahui peristiwa yang gaib?
Bait 4: Masa memperdaya, harapan menggembirakan, umur berlalu, dan hari-hari memiliki tipuan.
Bait 5: Seseorang mengejar perkara yang mungkin merugikannya, tanpa mengetahui apa yang dilakukan dan ditinggalkannya.
Bait 6: Wahai yang lalai dan memalingkan diri karena kesombongan, perlahanlah; engkau tertipu oleh hari-hari.
Bait 7: Tinggalkan yang meragukan dan kerjakan tujuan penciptaanmu agar hatimu mengambil manfaat dari iman.
Bait 8: Kehidupan merupakan pakaian yang kelak engkau tanggalkan; setiap pakaian akan terlepas ketika usang.
Bait 2: Seandainya seseorang memikirkan akibatnya, kerakusan dan ketamakan tidak akan mencampuri akhlaknya.
Bait 3: Bagaimana orang yang terus tertipu pesona hidup mengetahui peristiwa yang gaib?
Bait 4: Masa memperdaya, harapan menggembirakan, umur berlalu, dan hari-hari memiliki tipuan.
Bait 5: Seseorang mengejar perkara yang mungkin merugikannya, tanpa mengetahui apa yang dilakukan dan ditinggalkannya.
Bait 6: Wahai yang lalai dan memalingkan diri karena kesombongan, perlahanlah; engkau tertipu oleh hari-hari.
Bait 7: Tinggalkan yang meragukan dan kerjakan tujuan penciptaanmu agar hatimu mengambil manfaat dari iman.
Bait 8: Kehidupan merupakan pakaian yang kelak engkau tanggalkan; setiap pakaian akan terlepas ketika usang.
Penjelasan / syarah
Perubahan hidup digambarkan sebagai laut yang keruh dengan kilasan kejernihan; kehidupan juga seperti pakaian yang kelak ditanggalkan. Kiasan mengingatkan keterbatasan hidup dan pentingnya mempertimbangkan akibat tindakan, bukan melarang kegembiraan. مَا يَأْتِي وَمَا يَدَعُ berarti apa yang ia lakukan dan tinggalkan. Pertanyaan tentang gaib menekankan keterbatasan manusia, bukan kemampuan meramal. أَعْمَارٌ adalah umur-umur, bukan أَعْمَالٌ (perbuatan-perbuatan). لُمَعٌ ialah kilasan cahaya; الْمُزْوَرُّ orang yang berpaling. Bait mudawwar ditulis dengan kata أعمار utuh.
CATATAN PENYUNTINGAN CETAK 14 OKTOBER 2026
Delapan bait pilihan, dengan jeda pemilihan dalam qasidah. Pembanding: kutipan puisi al-Barudi dalam ‘Abd al-Rahman al-Rafi‘i, Syu‘ara al-Wathaniyyah, bagian ‘Ibrat al-Hawadits: https://www.safahat.org/books/94053925/3/ . Koreksi ما شاب أخلاقه; أعمار, bukan أعمال; penghapusan الناس setelah يا أيها sesuai sumber. Bait mudawwar ditulis tanpa memotong kata أعمار.
CATATAN PENYUNTINGAN CETAK 14 OKTOBER 2026
Delapan bait pilihan, dengan jeda pemilihan dalam qasidah. Pembanding: kutipan puisi al-Barudi dalam ‘Abd al-Rahman al-Rafi‘i, Syu‘ara al-Wathaniyyah, bagian ‘Ibrat al-Hawadits: https://www.safahat.org/books/94053925/3/ . Koreksi ما شاب أخلاقه; أعمار, bukan أعمال; penghapusan الناس setelah يا أيها sesuai sumber. Bait mudawwar ditulis tanpa memotong kata أعمار.
Pelajaran untuk santri
Di Ponpes TEMAS, pesan ini dapat menjadi bahan muhasabah setelah mengaji atau sebelum tidur agar santri mengenali kekurangan dan memperbaikinya secara bertahap.
Latihan
1. Bagaimana keadaan dunia digambarkan melalui perumpamaan laut?
2. Apa hubungan memikirkan akibat dengan menghindari kerakusan?
3. Apa pesan perumpamaan kehidupan sebagai pakaian yang akan dilepas?
2. Apa hubungan memikirkan akibat dengan menghindari kerakusan?
3. Apa pesan perumpamaan kehidupan sebagai pakaian yang akan dilepas?
Pedoman jawaban Buka setelah mencoba sendiri
1. Dunia seperti laut yang tidak lepas dari kekeruhan; kejernihannya muncul hanya pada saat-saat tertentu.
2. Orang yang mempertimbangkan akibat lebih mampu menahan keinginan yang dapat merusak akhlaknya.
3. Kehidupan dunia memiliki akhir sehingga manusia perlu memprioritaskan tujuan dan amal yang bernilai.
2. Orang yang mempertimbangkan akibat lebih mampu menahan keinginan yang dapat merusak akhlaknya.
3. Kehidupan dunia memiliki akhir sehingga manusia perlu memprioritaskan tujuan dan amal yang bernilai.
Sumber & status penelaahan
Mahmud Sami al-Barudi · halaman 175
Sumber masih memerlukan penelaahan. Koreksi dan rujukan pembaca sangat membantu.