Harapan kepada sahabat yang setia
من شعر حفني ناصف بك
Syair · Hifni Nasif Bek
أَحْيَيْتَ آمَالِي وَكُنْتُ أَمَتُّهَا # مِنْ طُولِ مَا لَاقَيْتُ مِنْ إِخْوَانِي
أُدْلِي بِإِخْلَاصِي وَأَذُودُ عَنْ # أَعْرَاضِهِمْ بِجَوَارِحِي وَلِسَانِي
مَحَضْتُهُمْ وُدِّي فَلَمَّا أَيْسَرُوا # كَانَتْ بِدَايَةُ أَمْرِهِمْ نِسْيَانِي
حَسْبِي مِنَ الدُّنْيَا صَدِيقٌ ثَابِتٌ # فَرْدٌ فَكُنْهُ وَلَا احْتِيَاجَ لِثَانِ
أُدْلِي بِإِخْلَاصِي وَأَذُودُ عَنْ # أَعْرَاضِهِمْ بِجَوَارِحِي وَلِسَانِي
مَحَضْتُهُمْ وُدِّي فَلَمَّا أَيْسَرُوا # كَانَتْ بِدَايَةُ أَمْرِهِمْ نِسْيَانِي
حَسْبِي مِنَ الدُّنْيَا صَدِيقٌ ثَابِتٌ # فَرْدٌ فَكُنْهُ وَلَا احْتِيَاجَ لِثَانِ
MAKNA INDONESIA
Satu sahabat yang tulus dan konsisten lebih berharga daripada banyak relasi yang hadir hanya saat membutuhkan.
Arti & penjelasan
Arti harfiah Ikuti susunan kata dalam teks
أَحْيَيْتَ آمَالِي — Engkau telah menghidupkan harapan-harapanku,
وَكُنْتُ أَمَتُّهَا — padahal aku telah mematikannya
مِنْ طُوْلِ مَا لاَقَيْتُ مِنْ إِخْوَانِي — karena lamanya perlakuan yang kuterima dari saudara-saudaraku.
أُدْلِي بِإِخْلاَصِي — Aku menyampaikan ketulusanku,
وَأَذُوْدُ عَـنْ أَعْرَاضِهِمْ — dan aku membela kehormatan-kehormatan mereka
بِجَوَارِحِيْ وَلِسَانِي — dengan anggota-anggota tubuhku dan lisanku.
مَحَضْتُهُمْ وُدِّي — Aku memberikan kasihku kepada mereka secara tulus,
فَلَمَّا أَيْسَرُوْا — tetapi ketika mereka menjadi berkecukupan,
كَانَتْ بِدَايَةُ أَمْرِهِمْ نِسْيَـانِي — awal tindakan mereka adalah melupakanku.
حَسْبِي مِنَ الدُّنْيَا صَدِيقٌ ثَابِتٌ — Cukuplah bagiku di dunia seorang sahabat yang teguh,
فَرْدٌ — seorang saja.
فَكُنْهُ — Maka jadilah engkau orang itu,
وَلاَ احْتِيَاجَ لِثَـانِ — dan tidak ada kebutuhan akan yang kedua.
وَكُنْتُ أَمَتُّهَا — padahal aku telah mematikannya
مِنْ طُوْلِ مَا لاَقَيْتُ مِنْ إِخْوَانِي — karena lamanya perlakuan yang kuterima dari saudara-saudaraku.
أُدْلِي بِإِخْلاَصِي — Aku menyampaikan ketulusanku,
وَأَذُوْدُ عَـنْ أَعْرَاضِهِمْ — dan aku membela kehormatan-kehormatan mereka
بِجَوَارِحِيْ وَلِسَانِي — dengan anggota-anggota tubuhku dan lisanku.
مَحَضْتُهُمْ وُدِّي — Aku memberikan kasihku kepada mereka secara tulus,
فَلَمَّا أَيْسَرُوْا — tetapi ketika mereka menjadi berkecukupan,
كَانَتْ بِدَايَةُ أَمْرِهِمْ نِسْيَـانِي — awal tindakan mereka adalah melupakanku.
حَسْبِي مِنَ الدُّنْيَا صَدِيقٌ ثَابِتٌ — Cukuplah bagiku di dunia seorang sahabat yang teguh,
فَرْدٌ — seorang saja.
فَكُنْهُ — Maka jadilah engkau orang itu,
وَلاَ احْتِيَاجَ لِثَـانِ — dan tidak ada kebutuhan akan yang kedua.
Penjelasan / syarah
Penutur pernah kehilangan harapan karena ketulusan serta pembelaannya tidak dibalas oleh kawan-kawan yang kemudian menjadi berkecukupan. Kehadiran sahabat yang disapa membangkitkan harapannya kembali. A‘radh adalah kehormatan atau nama baik, jawarih ialah anggota tubuh sebagai gambaran tindakan, dan aysaru berarti menjadi berkecukupan. “Seorang saja” menonjolkan mutu kesetiaan dibandingkan banyaknya kawan. Pernyataan tidak memerlukan sahabat kedua adalah penguatan rasa percaya kepada orang yang disapa, bukan larangan mempunyai lebih dari satu sahabat atau dasar untuk mencurigai semua orang yang menjadi kaya.
Bahasa Inggris Harfiah & terjemahan utuh
Draf Inggris · perlu ditinjau
Arti kata / frasa
أَحْيَيْتَ آمَالِي — You have revived my hopes,
وَكُنْتُ أَمَتُّهَا — even though I had turned it off
مِنْ طُوْلِ مَا لاَقَيْتُ مِنْ إِخْوَانِي — because of the long treatment I received from my brothers.
أُدْلِي بِإِخْلاَصِي — I convey my sincerity,
وَأَذُوْدُ عَـنْ أَعْرَاضِهِمْ — and I defend their honors
بِجَوَارِحِيْ وَلِسَانِي — with the members of my body and my tongue.
مَحَضْتُهُمْ وُدِّي — I give them my love sincerely,
فَلَمَّا أَيْسَرُوْا — but when they became well off,
كَانَتْ بِدَايَةُ أَمْرِهِمْ نِسْيَـانِي — their initial action was to forget me.
حَسْبِي مِنَ الدُّنْيَا صَدِيقٌ ثَابِتٌ — Sufficient for me in the world is a steadfast friend,
فَرْدٌ — just one person.
فَكُنْهُ — So be you that person,
وَلاَ احْتِيَاجَ لِثَـانِ — and there is no need for the second one.
وَكُنْتُ أَمَتُّهَا — even though I had turned it off
مِنْ طُوْلِ مَا لاَقَيْتُ مِنْ إِخْوَانِي — because of the long treatment I received from my brothers.
أُدْلِي بِإِخْلاَصِي — I convey my sincerity,
وَأَذُوْدُ عَـنْ أَعْرَاضِهِمْ — and I defend their honors
بِجَوَارِحِيْ وَلِسَانِي — with the members of my body and my tongue.
مَحَضْتُهُمْ وُدِّي — I give them my love sincerely,
فَلَمَّا أَيْسَرُوْا — but when they became well off,
كَانَتْ بِدَايَةُ أَمْرِهِمْ نِسْيَـانِي — their initial action was to forget me.
حَسْبِي مِنَ الدُّنْيَا صَدِيقٌ ثَابِتٌ — Sufficient for me in the world is a steadfast friend,
فَرْدٌ — just one person.
فَكُنْهُ — So be you that person,
وَلاَ احْتِيَاجَ لِثَـانِ — and there is no need for the second one.
Terjemahan utuh
You revived my hopes after I had put them to death because of what I had long suffered from my companions. I offered my sincerity and defended their honour with my limbs and tongue. I gave them pure affection, but when they became prosperous, the first thing they did was forget me. One steadfast friend is enough for me in this world; be that friend, and I will need no second.
Pelajaran untuk santri
Pesan ini relevan untuk membangun ukhuwah kamar dan kelas di Ponpes TEMAS: memilih teman baik, saling menasihati, setia saat sulit, dan tetap menghargai kekurangan sesama.
Latihan
1. Apa yang menghidupkan kembali harapan penutur pada bait pertama?
2. Mengapa penutur kecewa kepada sahabat-sahabat sebelumnya?
3. Apa ukuran kecukupan persahabatan pada bait terakhir?
2. Mengapa penutur kecewa kepada sahabat-sahabat sebelumnya?
3. Apa ukuran kecukupan persahabatan pada bait terakhir?
Pedoman jawaban Buka setelah mencoba sendiri
1. Kehadiran sahabat yang dituju dalam syair.
2. Ia telah memberikan kesetiaan, tetapi mereka melupakannya ketika menjadi berkecukupan.
3. Satu sahabat yang setia dan tetap teguh dianggap cukup serta sangat berharga.
2. Ia telah memberikan kesetiaan, tetapi mereka melupakannya ketika menjadi berkecukupan.
3. Satu sahabat yang setia dan tetap teguh dianggap cukup serta sangat berharga.
Sumber & status penelaahan
Hifni Nasif Bek · halaman 176
Sumber masih memerlukan penelaahan. Koreksi dan rujukan pembaca sangat membantu.