Bertumbuh dalam Adil dan Ihsan
بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ
Syair · Abu al-Fath al-Busti, Qashidat ‘Unwan al-Hikam; edisi Abd al-Fattah Abu Ghuddah, Maktab al-Mathbu‘at al-Islamiyyah, 1984
فَالرَّوْضُ يَزْدَانُ بِالْأَنْوَارِ فَاغِمَةً # وَالْحُرُّ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ يَزْدَانُ
صُنْ حُرَّ وَجْهِكَ لَا تَهْتِكْ غِلَالَتَهُ # فَكُلُّ حُرٍّ لِحُرِّ الْوَجْهِ صَوَّانٌ
Gunakan kesempatan untuk menolong. Keindahan pribadi dan kepemimpinan tumbuh dari keadilan, ihsan dan penjagaan martabat.
Arti & penjelasan
Arti harfiah Ikuti susunan kata dalam teks
Bait 2: Taman berhias bunga-bunga yang semerbak, dan orang mulia berhias keadilan serta kebajikan.
Bait 3: Jagalah bagian mulia wajahmu, jangan merobek penutupnya; setiap orang mulia sangat menjaga kehormatan wajah.
Penjelasan / syarah
أنوار pada bait kedua berarti bunga, bukan semata-mata cahaya. Taman berbunga menjadi gambaran indahnya perilaku adil. Wajah dan selubungnya adalah kiasan martabat. Menjaga martabat tidak melarang meminta pertolongan ketika membutuhkan; tidak tepat menggunakannya untuk mempermalukan orang miskin.
KOSAKATA
مَقْدِرَةٌ — kemampuan
يَزْدَانُ — menjadi indah atau berhias
الْأَنْوَارِ — bunga-bunga, jamak نور dalam konteks taman
فَاغِمَةً — semerbak harum
غِلَالَتَهُ — selubungnya
صَوَّانٌ — sangat menjaga
TARGET
Hafalkan seluruh petikan; jelaskan makna setiap bait, satu kiasan, dan satu penerapannya.
SUMBER DAN REDAKSI
Abu al-Fath al-Busti, Qashidat ‘Unwan al-Hikam; edisi Abd al-Fattah Abu Ghuddah, Maktab al-Mathbu‘at al-Islamiyyah, 1984
‘Unwan al-Hikam, bait 28–30, halaman 38.
https://usul.ai/fa/t/qasidat-cunwan-hukm
Petikan syair asli; judul, tambahan harakat, terjemahan, penjelasan dan latihan disusun untuk TEMAS. Bukan hadis. Redaksi dicocokkan pada 14 Oktober 2026; status pengelola tetap perlu_verifikasi.
Pelajaran untuk santri
Latihan
2. Jelaskan pesan utama serta satu keindahan ungkapan dalam petikan.
3. Berikan contoh penerapan di pesantren, lalu sampaikan nasihat satu menit dengan satu bait dan penyebutan penyair.
Pedoman jawaban Buka setelah mencoba sendiri
2. أنوار pada bait kedua berarti bunga, bukan semata-mata cahaya. Taman berbunga menjadi gambaran indahnya perilaku adil. Wajah dan selubungnya adalah kiasan martabat. Menjaga martabat tidak melarang meminta pertolongan ketika membutuhkan; tidak tepat menggunakannya untuk mempermalukan orang miskin.
3. Pemimpin santri membagikan giliran secara adil dan membantu sesuai kemampuan. Ia mempertanggungjawabkan keputusan serta tidak menggunakan jabatan untuk meminta keistimewaan pribadi. Nilai ketepatan petikan, atribusi, penjelasan dan kelayakan tindakan; contoh lain yang beralasan dapat diterima.
Sumber & status penelaahan
Abu al-Fath al-Busti, Qashidat ‘Unwan al-Hikam; edisi Abd al-Fattah Abu Ghuddah, Maktab al-Mathbu‘at al-Islamiyyah, 1984
Sumber masih memerlukan penelaahan. Koreksi dan rujukan pembaca sangat membantu.