Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Mahfudzat
TINGKAT 5 / MATERI 18Ilmu: bekal yang bertambah ketika dibagikan

Ilmu: Bekal yang Bertambah ketika Dibagikan

كَنْزٌ يَزِيدُ بِالْعَطَاءِ

Syair · Abu Ishaq al-Ilbiri, Ta’iyyah; pembacaan edisi Amr ibn Haiman, 2022, bersumber pada Diwan al-Ilbiri

BACA & HAFALKAN
وَكَنْزٌ لَا تَخَافُ عَلَيْهِ لِصًّا # خَفِيفُ الْحَمْلِ يُوجَدُ حَيْثُ كُنْتَا
يَزِيدُ بِكَثْرَةِ الْإِنْفَاقِ مِنْهُ # وَيَنْقُصُ إِنْ بِهِ كَفًّا شَدَدْتَا
فَلَوْ قَدْ ذُقْتَ مِنْ حَلْوَاهُ طَعْمًا # لَآثَرْتَ التَّعَلُّمَ وَاجْتَهَدْتَا
وَلَمْ يَشْغَلْكَ عَنْهُ هَوًى مُطَاعٌ # وَلَا دُنْيَا بِزُخْرُفِهَا فُتِنْتَا
MAKNA INDONESIA

Ilmu yang dipahami menjadi bekal yang dibawa ke mana pun. Mengajarkan dan menggunakannya memperdalam penguasaan; rasa nikmat belajar menolong kita mengatur keinginan yang mengganggu.

PAHAMI KALIMATNYA

Arti & penjelasan

Arti harfiah Ikuti susunan kata dalam teks
Bait 1: [Ilmu adalah] harta simpanan yang tidak engkau takutkan pencurinya, ringan dibawa dan ada di mana pun engkau berada.
Bait 2: Ia bertambah dengan banyak mengeluarkan darinya dan berkurang jika engkau menggenggamkan tangan erat terhadapnya.
Bait 3: Jika engkau telah mengecap rasa manisnya, niscaya engkau mengutamakan belajar dan bersungguh-sungguh.
Bait 4: Keinginan yang dituruti tidak menyibukkanmu darinya, begitu pula dunia yang hiasannya memikatmu.
Penjelasan / syarah
PENJELASAN PENYUSUN
Ilmu digambarkan sebagai harta yang bertambah melalui pemberian: paradoks indah yang berbeda dari berkurangnya uang saat dibelanjakan. Rasa manis adalah kiasan kegembiraan memahami. Ungkapan “tidak takut pencuri” mengacu ilmu dalam diri, bukan jaminan bahwa buku atau data tidak dapat hilang. Bagian yang dipilih empat bait bersambung, tanpa bait senjata sebelum petikan.

KOSAKATA
كَنْزٌ — harta simpanan
لِصًّا — pencuri
الْإِنْفَاقِ — mengeluarkan atau membagikan
لَآثَرْتَ — niscaya engkau mengutamakan
بِزُخْرُفِهَا — dengan perhiasannya

TARGET
Hafalkan seluruh petikan; jelaskan makna setiap bait, satu kiasan, dan satu penerapannya.

SUMBER DAN REDAKSI
Abu Ishaq al-Ilbiri, Ta’iyyah; pembacaan edisi Amr ibn Haiman, 2022, bersumber pada Diwan al-Ilbiri
Ta’iyyah, bait 12–15 menurut edisi yang dicantumkan; petikan ilmu menggantikan 18 bait Burdah al-Bushiri.
https://amribnhaiman.blogspot.com/2022/12/pdf.html?hl=ar
Petikan syair asli; judul, tambahan harakat, terjemahan, penjelasan dan latihan disusun untuk TEMAS. Bukan hadis. Redaksi dicocokkan pada 14 Oktober 2026; status pengelola tetap perlu_verifikasi.
BAWA KE KESEHARIAN

Pelajaran untuk santri

Santri mengulang ilmu dengan menjelaskan kepada adik kelas, mencatat pertanyaan yang belum dikuasai dan mengembalikannya kepada guru. Berbagi tidak berarti berbicara di luar kemampuan. Hafalan baru empat bait; Burdah kelas 5 tidak dipindahkan ke kelas 6.
UJI PEMAHAMAN

Latihan

1. Terjemahkan bait pertama per penggalan dan jelaskan dua kosakata penting.

2. Jelaskan pesan utama serta satu keindahan ungkapan dalam petikan.

3. Berikan contoh penerapan di pesantren, lalu sampaikan nasihat satu menit dengan satu bait dan penyebutan penyair.
Pedoman jawaban Buka setelah mencoba sendiri
1. Bait 1: [Ilmu adalah] harta simpanan yang tidak engkau takutkan pencurinya, ringan dibawa dan ada di mana pun engkau berada. Kosakata: كَنْزٌ = harta simpanan; لِصًّا = pencuri.

2. Ilmu digambarkan sebagai harta yang bertambah melalui pemberian: paradoks indah yang berbeda dari berkurangnya uang saat dibelanjakan. Rasa manis adalah kiasan kegembiraan memahami. Ungkapan “tidak takut pencuri” mengacu ilmu dalam diri, bukan jaminan bahwa buku atau data tidak dapat hilang. Bagian yang dipilih empat bait bersambung, tanpa bait senjata sebelum petikan.

3. Santri mengulang ilmu dengan menjelaskan kepada adik kelas, mencatat pertanyaan yang belum dikuasai dan mengembalikannya kepada guru. Berbagi tidak berarti berbicara di luar kemampuan. Hafalan baru empat bait; Burdah kelas 5 tidak dipindahkan ke kelas 6. Nilai ketepatan petikan, atribusi, penjelasan dan kelayakan tindakan; contoh lain yang beralasan dapat diterima.
Sumber & status penelaahan

Abu Ishaq al-Ilbiri, Ta’iyyah; pembacaan edisi Amr ibn Haiman, 2022, bersumber pada Diwan al-Ilbiri

Sumber masih memerlukan penelaahan. Koreksi dan rujukan pembaca sangat membantu.

BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Mahfudzat · Tingkat 5 · Materi 18 · Ilmu: Bekal yang Bertambah ketika Dibagikan

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan