Ilmu: Bekal yang Bertambah ketika Dibagikan
كَنْزٌ يَزِيدُ بِالْعَطَاءِ
Syair · Abu Ishaq al-Ilbiri, Ta’iyyah; pembacaan edisi Amr ibn Haiman, 2022, bersumber pada Diwan al-Ilbiri
يَزِيدُ بِكَثْرَةِ الْإِنْفَاقِ مِنْهُ # وَيَنْقُصُ إِنْ بِهِ كَفًّا شَدَدْتَا
فَلَوْ قَدْ ذُقْتَ مِنْ حَلْوَاهُ طَعْمًا # لَآثَرْتَ التَّعَلُّمَ وَاجْتَهَدْتَا
وَلَمْ يَشْغَلْكَ عَنْهُ هَوًى مُطَاعٌ # وَلَا دُنْيَا بِزُخْرُفِهَا فُتِنْتَا
Ilmu yang dipahami menjadi bekal yang dibawa ke mana pun. Mengajarkan dan menggunakannya memperdalam penguasaan; rasa nikmat belajar menolong kita mengatur keinginan yang mengganggu.
Arti & penjelasan
Arti harfiah Ikuti susunan kata dalam teks
Bait 2: Ia bertambah dengan banyak mengeluarkan darinya dan berkurang jika engkau menggenggamkan tangan erat terhadapnya.
Bait 3: Jika engkau telah mengecap rasa manisnya, niscaya engkau mengutamakan belajar dan bersungguh-sungguh.
Bait 4: Keinginan yang dituruti tidak menyibukkanmu darinya, begitu pula dunia yang hiasannya memikatmu.
Penjelasan / syarah
Ilmu digambarkan sebagai harta yang bertambah melalui pemberian: paradoks indah yang berbeda dari berkurangnya uang saat dibelanjakan. Rasa manis adalah kiasan kegembiraan memahami. Ungkapan “tidak takut pencuri” mengacu ilmu dalam diri, bukan jaminan bahwa buku atau data tidak dapat hilang. Bagian yang dipilih empat bait bersambung, tanpa bait senjata sebelum petikan.
KOSAKATA
كَنْزٌ — harta simpanan
لِصًّا — pencuri
الْإِنْفَاقِ — mengeluarkan atau membagikan
لَآثَرْتَ — niscaya engkau mengutamakan
بِزُخْرُفِهَا — dengan perhiasannya
TARGET
Hafalkan seluruh petikan; jelaskan makna setiap bait, satu kiasan, dan satu penerapannya.
SUMBER DAN REDAKSI
Abu Ishaq al-Ilbiri, Ta’iyyah; pembacaan edisi Amr ibn Haiman, 2022, bersumber pada Diwan al-Ilbiri
Ta’iyyah, bait 12–15 menurut edisi yang dicantumkan; petikan ilmu menggantikan 18 bait Burdah al-Bushiri.
https://amribnhaiman.blogspot.com/2022/12/pdf.html?hl=ar
Petikan syair asli; judul, tambahan harakat, terjemahan, penjelasan dan latihan disusun untuk TEMAS. Bukan hadis. Redaksi dicocokkan pada 14 Oktober 2026; status pengelola tetap perlu_verifikasi.
Pelajaran untuk santri
Latihan
2. Jelaskan pesan utama serta satu keindahan ungkapan dalam petikan.
3. Berikan contoh penerapan di pesantren, lalu sampaikan nasihat satu menit dengan satu bait dan penyebutan penyair.
Pedoman jawaban Buka setelah mencoba sendiri
2. Ilmu digambarkan sebagai harta yang bertambah melalui pemberian: paradoks indah yang berbeda dari berkurangnya uang saat dibelanjakan. Rasa manis adalah kiasan kegembiraan memahami. Ungkapan “tidak takut pencuri” mengacu ilmu dalam diri, bukan jaminan bahwa buku atau data tidak dapat hilang. Bagian yang dipilih empat bait bersambung, tanpa bait senjata sebelum petikan.
3. Santri mengulang ilmu dengan menjelaskan kepada adik kelas, mencatat pertanyaan yang belum dikuasai dan mengembalikannya kepada guru. Berbagi tidak berarti berbicara di luar kemampuan. Hafalan baru empat bait; Burdah kelas 5 tidak dipindahkan ke kelas 6. Nilai ketepatan petikan, atribusi, penjelasan dan kelayakan tindakan; contoh lain yang beralasan dapat diterima.
Sumber & status penelaahan
Abu Ishaq al-Ilbiri, Ta’iyyah; pembacaan edisi Amr ibn Haiman, 2022, bersumber pada Diwan al-Ilbiri
Sumber masih memerlukan penelaahan. Koreksi dan rujukan pembaca sangat membantu.