Ilmu yang Dimahkotai Akhlak
الْعِلْمُ وَمَكَارِمُ الْأَخْلَاقِ
Syair · Hafiz Ibrahim, Al-A‘mal al-Kamilah
فَإِذَا رُزِقْتَ خَلِيقَةً مَحْمُودَةً # فَقَدِ اصْطَفَاكَ مُقَسِّمُ الْأَرْزَاقِ
فَالنَّاسُ هَذَا حَظُّهُ مَالٌ وَذَا # عِلْمٌ وَذَاكَ مَكَارِمُ الْأَخْلَاقِ
وَالْمَالُ إِنْ لَمْ تَدَّخِرْهُ مُحَصَّنًا # بِالْعِلْمِ كَانَ نِهَايَةَ الْإِمْلَاقِ
وَالْعِلْمُ إِنْ لَمْ تَكْتَنِفْهُ شَمَائِلٌ # تُعْلِيهِ كَانَ مَطِيَّةَ الْإِخْفَاقِ
لَا تَحْسَبَنَّ الْعِلْمَ يَنْفَعُ وَحْدَهُ # مَا لَمْ يُتَوَّجْ رَبُّهُ بِخَلَاقِ
فَالنَّاسُ هَذَا حَظُّهُ مَالٌ وَذَا # عِلْمٌ وَذَاكَ مَكَارِمُ الْأَخْلَاقِ
وَالْمَالُ إِنْ لَمْ تَدَّخِرْهُ مُحَصَّنًا # بِالْعِلْمِ كَانَ نِهَايَةَ الْإِمْلَاقِ
وَالْعِلْمُ إِنْ لَمْ تَكْتَنِفْهُ شَمَائِلٌ # تُعْلِيهِ كَانَ مَطِيَّةَ الْإِخْفَاقِ
لَا تَحْسَبَنَّ الْعِلْمَ يَنْفَعُ وَحْدَهُ # مَا لَمْ يُتَوَّجْ رَبُّهُ بِخَلَاقِ
MAKNA INDONESIA
Harta perlu dikelola dengan pengetahuan, dan pengetahuan perlu diarahkan oleh akhlak. Kecakapan saja belum menjamin manfaat: kejujuran dan budi pekerti menentukan ke mana kecakapan itu digunakan.
Arti & penjelasan
Arti harfiah Ikuti susunan kata dalam teks
Bait 1: Jika engkau diberi perangai terpuji, sungguh Pembagi rezeki telah memilihmu.
Bait 2: Manusia: yang ini bagiannya harta, yang itu ilmu, dan yang itu kemuliaan akhlak.
Bait 3: Harta, jika tidak engkau simpan terlindungi oleh ilmu, menjadi ujung kemiskinan.
Bait 4: Ilmu, jika tidak diliputi perangai yang mengangkatnya, menjadi tunggangan kegagalan.
Bait 5: Jangan menyangka ilmu bermanfaat sendirian, selama pemiliknya belum dimahkotai akhlak.
Bait 2: Manusia: yang ini bagiannya harta, yang itu ilmu, dan yang itu kemuliaan akhlak.
Bait 3: Harta, jika tidak engkau simpan terlindungi oleh ilmu, menjadi ujung kemiskinan.
Bait 4: Ilmu, jika tidak diliputi perangai yang mengangkatnya, menjadi tunggangan kegagalan.
Bait 5: Jangan menyangka ilmu bermanfaat sendirian, selama pemiliknya belum dimahkotai akhlak.
Penjelasan / syarah
Semester 1 • الْعِلْمُ وَمَكَارِمُ الْأَخْلَاقِ
PENJELASAN PENYUSUN
Penyair menghubungkan nikmat dan tanggung jawab, bukan menetapkan bahwa manusia hanya boleh memiliki salah satu karunia. ربه pada bait akhir berarti orang yang mempunyai ilmu, bukan Allah. Peringatan tentang ilmu tanpa akhlak menyoroti potensi penyalahgunaan kemampuan; bukan alasan berhenti belajar atau menuduh semua kegagalan berasal dari akhlak buruk.
Keindahan bahasa: Ilmu dapat menjadi مَطِيَّة, kendaraan yang membawa pemiliknya ke arah tertentu. Akhlak menjadi mahkota melalui يُتَوَّجْ. Hubungan harta–ilmu–akhlak disusun bertingkat dan diikat rima qaf.
KOSAKATA
خَلِيقَةً — perangai
اصْطَفَاكَ — memilihmu
الْإِمْلَاقِ — kemiskinan
شَمَائِلٌ — sifat-sifat atau perangai
مَطِيَّةَ — kendaraan atau tunggangan
رَبُّهُ — pemiliknya; pemilik ilmu
TARGET HAFALAN
5 bait utuh. Pelajari 1–2 bait per pertemuan, sambung keseluruhan, kemudian setorkan tanpa melihat teks. Baca kembali tujuh hari kemudian. Penguasaan mencakup lafaz, harakat yang mengubah makna, urutan bait, dan arti; bukan hanya irama.
TARGET PEMAHAMAN
1. Menjelaskan makna setiap bait dan sedikitnya lima kosakata/ungkapan.
2. Mengenali satu unsur keindahan bahasa serta membedakan kiasan dari makna harfiah.
3. Mengaitkan pesan dengan satu keputusan nyata dan mengutip dengan atribusi yang tepat.
SUMBER DAN REDAKSI
Hafiz Ibrahim, Al-A‘mal al-Kamilah
Bagian الاجتماعيات, قصيدة مدرسة البنات ببورسعيد; lima bait mulai فإذا رزقت sampai ما لم يتوج ربه بخلاق.
https://www.safahat.org/books/63795362/8/
Petikan syair asli; judul pelajaran, tambahan harakat, terjemahan, penjelasan, contoh dan latihan disusun untuk TEMAS. Bukan hadis.
Pencocokan sumber: 14 Oktober 2026. Judul, harakat tambahan, terjemahan, syarah, dan latihan adalah susunan pedagogis. Status aplikasi menunggu tinjauan pengelola.
MURAJAAH PENDAMPING
Pilih satu mahfudzah kelas 1–5 yang bertema serupa bersama guru. Bandingkan pesan dan bentuk ungkapannya; hafalan lama tidak dihitung sebagai materi baru kelas 6.
PENJELASAN PENYUSUN
Penyair menghubungkan nikmat dan tanggung jawab, bukan menetapkan bahwa manusia hanya boleh memiliki salah satu karunia. ربه pada bait akhir berarti orang yang mempunyai ilmu, bukan Allah. Peringatan tentang ilmu tanpa akhlak menyoroti potensi penyalahgunaan kemampuan; bukan alasan berhenti belajar atau menuduh semua kegagalan berasal dari akhlak buruk.
Keindahan bahasa: Ilmu dapat menjadi مَطِيَّة, kendaraan yang membawa pemiliknya ke arah tertentu. Akhlak menjadi mahkota melalui يُتَوَّجْ. Hubungan harta–ilmu–akhlak disusun bertingkat dan diikat rima qaf.
KOSAKATA
خَلِيقَةً — perangai
اصْطَفَاكَ — memilihmu
الْإِمْلَاقِ — kemiskinan
شَمَائِلٌ — sifat-sifat atau perangai
مَطِيَّةَ — kendaraan atau tunggangan
رَبُّهُ — pemiliknya; pemilik ilmu
TARGET HAFALAN
5 bait utuh. Pelajari 1–2 bait per pertemuan, sambung keseluruhan, kemudian setorkan tanpa melihat teks. Baca kembali tujuh hari kemudian. Penguasaan mencakup lafaz, harakat yang mengubah makna, urutan bait, dan arti; bukan hanya irama.
TARGET PEMAHAMAN
1. Menjelaskan makna setiap bait dan sedikitnya lima kosakata/ungkapan.
2. Mengenali satu unsur keindahan bahasa serta membedakan kiasan dari makna harfiah.
3. Mengaitkan pesan dengan satu keputusan nyata dan mengutip dengan atribusi yang tepat.
SUMBER DAN REDAKSI
Hafiz Ibrahim, Al-A‘mal al-Kamilah
Bagian الاجتماعيات, قصيدة مدرسة البنات ببورسعيد; lima bait mulai فإذا رزقت sampai ما لم يتوج ربه بخلاق.
https://www.safahat.org/books/63795362/8/
Petikan syair asli; judul pelajaran, tambahan harakat, terjemahan, penjelasan, contoh dan latihan disusun untuk TEMAS. Bukan hadis.
Pencocokan sumber: 14 Oktober 2026. Judul, harakat tambahan, terjemahan, syarah, dan latihan adalah susunan pedagogis. Status aplikasi menunggu tinjauan pengelola.
MURAJAAH PENDAMPING
Pilih satu mahfudzah kelas 1–5 yang bertema serupa bersama guru. Bandingkan pesan dan bentuk ungkapannya; hafalan lama tidak dihitung sebagai materi baru kelas 6.
Pelajaran untuk santri
Gunakan kecakapan bahasa dan organisasi untuk membantu, bukan mempermalukan teman. Contoh: mengoreksi teks pidato dengan alasan yang jelas dan menjaga nama baik penulisnya. Keliru jika bait dipakai menyebut semua santri yang nilainya rendah sebagai tidak berakhlak.
Latihan
1. Terjemahkan bait pertama per penggalan; jelaskan makna خَلِيقَةً dan اصْطَفَاكَ dalam konteks.
2. Jelaskan satu keindahan ungkapan atau susunan bunyi dalam petikan ini. Apa hubungannya dengan pesan syair?
3. Santri pandai memakai kemampuan bahasa Arab untuk mengarang kutipan palsu atas nama ulama. Bait mana yang paling tepat untuk menasihatinya, dan mengapa?
4. Jelaskan hubungan pesan petikan ini dengan satu tanggung jawab santri menjelang lulus. Sebutkan satu penerapan dan satu penggunaan kutipan yang keliru.
5. Sampaikan nasihat 60–90 detik tentang “Ilmu yang Dimahkotai Akhlak”. Kutip sekurang-kurangnya satu bait utuh, sebutkan penyairnya, lalu berikan ajakan yang dapat dikerjakan.
2. Jelaskan satu keindahan ungkapan atau susunan bunyi dalam petikan ini. Apa hubungannya dengan pesan syair?
3. Santri pandai memakai kemampuan bahasa Arab untuk mengarang kutipan palsu atas nama ulama. Bait mana yang paling tepat untuk menasihatinya, dan mengapa?
4. Jelaskan hubungan pesan petikan ini dengan satu tanggung jawab santri menjelang lulus. Sebutkan satu penerapan dan satu penggunaan kutipan yang keliru.
5. Sampaikan nasihat 60–90 detik tentang “Ilmu yang Dimahkotai Akhlak”. Kutip sekurang-kurangnya satu bait utuh, sebutkan penyairnya, lalu berikan ajakan yang dapat dikerjakan.
Pedoman jawaban Buka setelah mencoba sendiri
1. Bait 1: Jika engkau diberi perangai terpuji, sungguh Pembagi rezeki telah memilihmu. Kosakata: خَلِيقَةً = perangai; اصْطَفَاكَ = memilihmu.
2. Ilmu dapat menjadi مَطِيَّة, kendaraan yang membawa pemiliknya ke arah tertentu. Akhlak menjadi mahkota melalui يُتَوَّجْ. Hubungan harta–ilmu–akhlak disusun bertingkat dan diikat rima qaf.
3. Bait keempat atau kelima. Kemampuan tanpa amanah menjadi sarana kegagalan moral. Ia harus menarik kutipan palsu, menjelaskan koreksi, dan mencantumkan sumber yang dapat diperiksa.
4. Gunakan kecakapan bahasa dan organisasi untuk membantu, bukan mempermalukan teman. Contoh: mengoreksi teks pidato dengan alasan yang jelas dan menjaga nama baik penulisnya. Keliru jika bait dipakai menyebut semua santri yang nilainya rendah sebagai tidak berakhlak. Batas penafsiran mengikuti penjelasan makna; jawaban dinilai dari kesesuaian alasan, bukan kesamaan kata.
5. Rubrik 0–2 untuk masing-masing: ketepatan lafaz; ketepatan makna; penyebutan sumber; kesesuaian contoh; kejelasan ajakan. Maksimum 10. Jangan memperkenalkan syair sebagai hadis. Santri boleh memilih bait yang paling sesuai, tanpa mengubah lafaz untuk mengejar rima.
2. Ilmu dapat menjadi مَطِيَّة, kendaraan yang membawa pemiliknya ke arah tertentu. Akhlak menjadi mahkota melalui يُتَوَّجْ. Hubungan harta–ilmu–akhlak disusun bertingkat dan diikat rima qaf.
3. Bait keempat atau kelima. Kemampuan tanpa amanah menjadi sarana kegagalan moral. Ia harus menarik kutipan palsu, menjelaskan koreksi, dan mencantumkan sumber yang dapat diperiksa.
4. Gunakan kecakapan bahasa dan organisasi untuk membantu, bukan mempermalukan teman. Contoh: mengoreksi teks pidato dengan alasan yang jelas dan menjaga nama baik penulisnya. Keliru jika bait dipakai menyebut semua santri yang nilainya rendah sebagai tidak berakhlak. Batas penafsiran mengikuti penjelasan makna; jawaban dinilai dari kesesuaian alasan, bukan kesamaan kata.
5. Rubrik 0–2 untuk masing-masing: ketepatan lafaz; ketepatan makna; penyebutan sumber; kesesuaian contoh; kejelasan ajakan. Maksimum 10. Jangan memperkenalkan syair sebagai hadis. Santri boleh memilih bait yang paling sesuai, tanpa mengubah lafaz untuk mengejar rima.
Sumber & status penelaahan
Hafiz Ibrahim, Al-A‘mal al-Kamilah
Sumber masih memerlukan penelaahan. Koreksi dan rujukan pembaca sangat membantu.