Kesungguhan dalam Mutu Pekerjaan
إِتْقَانُ الْعَمَلِ
Syair · Ahmad Syauqi, Al-Syawqiyyat
أَتْقَنُوا الصَّنْعَةَ حَتَّى أَخَذُوا الْخُلْدَ اغْتِصَابَا
إِنَّ لِلْمُتْقِنِ عِنْدَ اللَّهِ وَالنَّاسِ ثَوَابَا
أَتْقِنُوا يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَرْفَعْكُمْ جَنَابَا
إِنَّ لِلْمُتْقِنِ عِنْدَ اللَّهِ وَالنَّاسِ ثَوَابَا
أَتْقِنُوا يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَرْفَعْكُمْ جَنَابَا
MAKNA INDONESIA
Karya yang dikerjakan sungguh-sungguh meninggalkan manfaat dan nama baik. Syauqi mengajak pekerja menjaga mutu karena pekerjaan merupakan tanggung jawab yang bernilai, bukan hanya aktivitas untuk menggugurkan tugas.
Arti & penjelasan
Arti harfiah Ikuti susunan kata dalam teks
Bait 1: Mereka menyempurnakan pekerjaan hingga merebut keabadian dengan kuat.
Bait 2: Sungguh bagi orang yang bekerja cermat terdapat balasan di sisi Allah dan manusia.
Bait 3: Sempurnakanlah pekerjaan; Allah akan mencintai kalian dan mengangkat kedudukan kalian.
Bait 2: Sungguh bagi orang yang bekerja cermat terdapat balasan di sisi Allah dan manusia.
Bait 3: Sempurnakanlah pekerjaan; Allah akan mencintai kalian dan mengangkat kedudukan kalian.
Penjelasan / syarah
Semester 1 • إِتْقَانُ الْعَمَلِ
PENJELASAN PENYUSUN
Bait pertama menceritakan pekerja pendahulu, sedangkan bait ketiga beralih menjadi perintah bagi pendengar. Karena itu vokal ق berbeda: أَتْقَنُوا dan أَتْقِنُوا. الخلد bukan klaim bahwa manusia hidup selamanya. اغتصابا adalah ungkapan retoris tentang kuatnya usaha meraih nama yang bertahan, bukan ajakan merampas hak. Janji penghargaan di sini adalah nasihat penyair, bukan hadis atau rumusan teologis yang berdiri sendiri.
Keindahan bahasa: Pengulangan أَتْقَنُوا / أَتْقِنُوا menghubungkan teladan lampau dengan ajakan sekarang. Akhir bunyi ـابا memberi tekanan seruan. Seluruh bait ditulis satu baris karena pemisahan syathr pada sumber memotong rangkaian lafaz.
KOSAKATA
أَتْقَنُوا — mereka telah mengerjakan dengan cermat
أَتْقِنُوا — kerjakanlah dengan cermat
الصَّنْعَةَ — pekerjaan atau keahlian
الْخُلْدَ — keabadian; di sini kelanggengan nama/karya
اغْتِصَابًا — merebut dengan kuat; kiasan kesungguhan
جَنَابًا — kedudukan atau martabat
TARGET HAFALAN
3 bait utuh. Pelajari 1–2 bait per pertemuan, sambung keseluruhan, kemudian setorkan tanpa melihat teks. Baca kembali tujuh hari kemudian. Penguasaan mencakup lafaz, harakat yang mengubah makna, urutan bait, dan arti; bukan hanya irama.
TARGET PEMAHAMAN
1. Menjelaskan makna setiap bait dan sedikitnya lima kosakata/ungkapan.
2. Mengenali satu unsur keindahan bahasa serta membedakan kiasan dari makna harfiah.
3. Mengaitkan pesan dengan satu keputusan nyata dan mengutip dengan atribusi yang tepat.
SUMBER DAN REDAKSI
Ahmad Syauqi, Al-Syawqiyyat
أيها العمال; tiga bait mulai أتقنوا الصنعة حتى sampai ويرفعكم جنابا.
https://www.safahat.org/books/70706142/11/
Petikan syair asli; judul pelajaran, tambahan harakat, terjemahan, penjelasan, contoh dan latihan disusun untuk TEMAS. Bukan hadis.
Pencocokan sumber: 14 Oktober 2026. Judul, harakat tambahan, terjemahan, syarah, dan latihan adalah susunan pedagogis. Status aplikasi menunggu tinjauan pengelola.
MURAJAAH PENDAMPING
Pilih satu mahfudzah kelas 1–5 yang bertema serupa bersama guru. Bandingkan pesan dan bentuk ungkapannya; hafalan lama tidak dihitung sebagai materi baru kelas 6.
PENJELASAN PENYUSUN
Bait pertama menceritakan pekerja pendahulu, sedangkan bait ketiga beralih menjadi perintah bagi pendengar. Karena itu vokal ق berbeda: أَتْقَنُوا dan أَتْقِنُوا. الخلد bukan klaim bahwa manusia hidup selamanya. اغتصابا adalah ungkapan retoris tentang kuatnya usaha meraih nama yang bertahan, bukan ajakan merampas hak. Janji penghargaan di sini adalah nasihat penyair, bukan hadis atau rumusan teologis yang berdiri sendiri.
Keindahan bahasa: Pengulangan أَتْقَنُوا / أَتْقِنُوا menghubungkan teladan lampau dengan ajakan sekarang. Akhir bunyi ـابا memberi tekanan seruan. Seluruh bait ditulis satu baris karena pemisahan syathr pada sumber memotong rangkaian lafaz.
KOSAKATA
أَتْقَنُوا — mereka telah mengerjakan dengan cermat
أَتْقِنُوا — kerjakanlah dengan cermat
الصَّنْعَةَ — pekerjaan atau keahlian
الْخُلْدَ — keabadian; di sini kelanggengan nama/karya
اغْتِصَابًا — merebut dengan kuat; kiasan kesungguhan
جَنَابًا — kedudukan atau martabat
TARGET HAFALAN
3 bait utuh. Pelajari 1–2 bait per pertemuan, sambung keseluruhan, kemudian setorkan tanpa melihat teks. Baca kembali tujuh hari kemudian. Penguasaan mencakup lafaz, harakat yang mengubah makna, urutan bait, dan arti; bukan hanya irama.
TARGET PEMAHAMAN
1. Menjelaskan makna setiap bait dan sedikitnya lima kosakata/ungkapan.
2. Mengenali satu unsur keindahan bahasa serta membedakan kiasan dari makna harfiah.
3. Mengaitkan pesan dengan satu keputusan nyata dan mengutip dengan atribusi yang tepat.
SUMBER DAN REDAKSI
Ahmad Syauqi, Al-Syawqiyyat
أيها العمال; tiga bait mulai أتقنوا الصنعة حتى sampai ويرفعكم جنابا.
https://www.safahat.org/books/70706142/11/
Petikan syair asli; judul pelajaran, tambahan harakat, terjemahan, penjelasan, contoh dan latihan disusun untuk TEMAS. Bukan hadis.
Pencocokan sumber: 14 Oktober 2026. Judul, harakat tambahan, terjemahan, syarah, dan latihan adalah susunan pedagogis. Status aplikasi menunggu tinjauan pengelola.
MURAJAAH PENDAMPING
Pilih satu mahfudzah kelas 1–5 yang bertema serupa bersama guru. Bandingkan pesan dan bentuk ungkapannya; hafalan lama tidak dihitung sebagai materi baru kelas 6.
Pelajaran untuk santri
Dalam kepanitiaan TEMAS, mutu tampak pada jadwal yang jelas, catatan yang benar, dan pekerjaan yang dicek sebelum diserahkan. Santri bertanggung jawab melaporkan kesalahan. Mengutipnya untuk menuntut hasil sempurna di luar kemampuan atau mengabaikan waktu istirahat tidak tepat.
Latihan
1. Terjemahkan bait pertama per penggalan; jelaskan makna أَتْقَنُوا dan أَتْقِنُوا dalam konteks.
2. Jelaskan satu keindahan ungkapan atau susunan bunyi dalam petikan ini. Apa hubungannya dengan pesan syair?
3. Apa akibat membaca أَتْقَنُوا pada bait pertama sebagai أَتْقِنُوا? Beri satu contoh pemeriksaan mutu sebelum menyerahkan tugas.
4. Jelaskan hubungan pesan petikan ini dengan satu tanggung jawab santri menjelang lulus. Sebutkan satu penerapan dan satu penggunaan kutipan yang keliru.
5. Sampaikan nasihat 60–90 detik tentang “Kesungguhan dalam Mutu Pekerjaan”. Kutip sekurang-kurangnya satu bait utuh, sebutkan penyairnya, lalu berikan ajakan yang dapat dikerjakan.
2. Jelaskan satu keindahan ungkapan atau susunan bunyi dalam petikan ini. Apa hubungannya dengan pesan syair?
3. Apa akibat membaca أَتْقَنُوا pada bait pertama sebagai أَتْقِنُوا? Beri satu contoh pemeriksaan mutu sebelum menyerahkan tugas.
4. Jelaskan hubungan pesan petikan ini dengan satu tanggung jawab santri menjelang lulus. Sebutkan satu penerapan dan satu penggunaan kutipan yang keliru.
5. Sampaikan nasihat 60–90 detik tentang “Kesungguhan dalam Mutu Pekerjaan”. Kutip sekurang-kurangnya satu bait utuh, sebutkan penyairnya, lalu berikan ajakan yang dapat dikerjakan.
Pedoman jawaban Buka setelah mencoba sendiri
1. Bait 1: Mereka menyempurnakan pekerjaan hingga merebut keabadian dengan kuat. Kosakata: أَتْقَنُوا = mereka telah mengerjakan dengan cermat; أَتْقِنُوا = kerjakanlah dengan cermat.
2. Pengulangan أَتْقَنُوا / أَتْقِنُوا menghubungkan teladan lampau dengan ajakan sekarang. Akhir bunyi ـابا memberi tekanan seruan. Seluruh bait ditulis satu baris karena pemisahan syathr pada sumber memotong rangkaian lafaz.
3. Kisah tentang “mereka telah bekerja cermat” berubah menjadi perintah. Contoh pemeriksaan: cocokkan nama, tanggal dan jumlah inventaris dengan keadaan sebenarnya sebelum laporan ditandatangani.
4. Dalam kepanitiaan TEMAS, mutu tampak pada jadwal yang jelas, catatan yang benar, dan pekerjaan yang dicek sebelum diserahkan. Santri bertanggung jawab melaporkan kesalahan. Mengutipnya untuk menuntut hasil sempurna di luar kemampuan atau mengabaikan waktu istirahat tidak tepat. Batas penafsiran mengikuti penjelasan makna; jawaban dinilai dari kesesuaian alasan, bukan kesamaan kata.
5. Rubrik 0–2 untuk masing-masing: ketepatan lafaz; ketepatan makna; penyebutan sumber; kesesuaian contoh; kejelasan ajakan. Maksimum 10. Jangan memperkenalkan syair sebagai hadis. Santri boleh memilih bait yang paling sesuai, tanpa mengubah lafaz untuk mengejar rima.
2. Pengulangan أَتْقَنُوا / أَتْقِنُوا menghubungkan teladan lampau dengan ajakan sekarang. Akhir bunyi ـابا memberi tekanan seruan. Seluruh bait ditulis satu baris karena pemisahan syathr pada sumber memotong rangkaian lafaz.
3. Kisah tentang “mereka telah bekerja cermat” berubah menjadi perintah. Contoh pemeriksaan: cocokkan nama, tanggal dan jumlah inventaris dengan keadaan sebenarnya sebelum laporan ditandatangani.
4. Dalam kepanitiaan TEMAS, mutu tampak pada jadwal yang jelas, catatan yang benar, dan pekerjaan yang dicek sebelum diserahkan. Santri bertanggung jawab melaporkan kesalahan. Mengutipnya untuk menuntut hasil sempurna di luar kemampuan atau mengabaikan waktu istirahat tidak tepat. Batas penafsiran mengikuti penjelasan makna; jawaban dinilai dari kesesuaian alasan, bukan kesamaan kata.
5. Rubrik 0–2 untuk masing-masing: ketepatan lafaz; ketepatan makna; penyebutan sumber; kesesuaian contoh; kejelasan ajakan. Maksimum 10. Jangan memperkenalkan syair sebagai hadis. Santri boleh memilih bait yang paling sesuai, tanpa mengubah lafaz untuk mengejar rima.
Sumber & status penelaahan
Ahmad Syauqi, Al-Syawqiyyat
Sumber masih memerlukan penelaahan. Koreksi dan rujukan pembaca sangat membantu.