Sebesar Tekad, Sebesar Usaha
عَلَى قَدْرِ أَهْلِ الْعَزْمِ
Syair · Abu al-Thayyib al-Mutanabbi; Syarh Diwan al-Mutanabbi oleh Abd al-Rahman al-Barquqi
وَتَعْظُمُ فِي عَيْنِ الصَّغِيرِ صِغَارُهَا # وَتَصْغُرُ فِي عَيْنِ الْعَظِيمِ الْعَظَائِمُ
Besarnya ikhtiar mengikuti keluasan tekad, dan keluhuran tindakan mengikuti kemuliaan pelakunya. Orang yang melatih keteguhan tidak mudah menyerah hanya karena kesulitan tampak besar.
Arti & penjelasan
Arti harfiah Ikuti susunan kata dalam teks
Bait 2: Membesar dalam pandangan orang kecil hal-hal kecilnya; dan mengecil dalam pandangan orang besar hal-hal besarnya.
Penjelasan / syarah
PENJELASAN PENYUSUN
Dua bait hikmah membuka puisi pujian dalam konteks perang. Petikan yang dipilih berhenti sebelum cerita pertempuran dan utuh menyampaikan hubungan tekad dengan tindakan. الصغير dan العظيم menggambarkan sempit atau luasnya kemampuan menghadapi perkara, bukan tinggi badan, usia, kekayaan, atau nilai kemanusiaan. Tekad perlu ilmu, latihan dan perencanaan; syair ini tidak menjamin setiap cita-cita pasti tercapai.
Keindahan bahasa: Muqabalah mempertemukan تعظم / تصغر dan الصغير / العظيم. Pengulangan على قدر membentuk keseimbangan kalimat, sedangkan العزم / العزائم mempererat bunyi dan gagasan.
KOSAKATA
الْعَزْمِ — tekad yang mantap
الْعَزَائِمُ — keputusan atau cita-cita yang diteguhkan
الْمَكَارِمُ — perbuatan-perbuatan mulia
قَدْرِ — ukuran atau kadar
تَعْظُمُ — menjadi besar
الْعَظَائِمُ — perkara-perkara besar
TARGET HAFALAN
2 bait utuh. Pelajari 1–2 bait per pertemuan, sambung keseluruhan, kemudian setorkan tanpa melihat teks. Baca kembali tujuh hari kemudian. Penguasaan mencakup lafaz, harakat yang mengubah makna, urutan bait, dan arti; bukan hanya irama.
TARGET PEMAHAMAN
1. Menjelaskan makna setiap bait dan sedikitnya lima kosakata/ungkapan.
2. Mengenali satu unsur keindahan bahasa serta membedakan kiasan dari makna harfiah.
3. Mengaitkan pesan dengan satu keputusan nyata dan mengutip dengan atribusi yang tepat.
SUMBER DAN REDAKSI
Abu al-Thayyib al-Mutanabbi; Syarh Diwan al-Mutanabbi oleh Abd al-Rahman al-Barquqi
قافية الميم; dua bait pembuka puisi pada pembangunan benteng al-Hadats tahun 343 H.
https://www.safahat.org/books/82959503/21/
Petikan syair asli; judul pelajaran, tambahan harakat, terjemahan, penjelasan, contoh dan latihan disusun untuk TEMAS. Bukan hadis. Hanya dua bait hikmah pembuka yang dipilih. Konteks puisi pujian kepada Saif al-Daulah dicatat; bait pertempuran tidak menjadi materi hafalan.
Pencocokan sumber: 14 Oktober 2026. Judul, harakat tambahan, terjemahan, syarah, dan latihan adalah susunan pedagogis. Status aplikasi menunggu tinjauan pengelola.
MURAJAAH PENDAMPING
Pilih satu mahfudzah kelas 1–5 yang bertema serupa bersama guru. Bandingkan pesan dan bentuk ungkapannya; hafalan lama tidak dihitung sebagai materi baru kelas 6.
Pelajaran untuk santri
Latihan
2. Jelaskan satu keindahan ungkapan atau susunan bunyi dalam petikan ini. Apa hubungannya dengan pesan syair?
3. Seorang santri menyerah setelah dua kali salah setoran, lalu temannya menyebutnya “orang kecil” berdasarkan bait kedua. Bagaimana memperbaiki tanggapan itu?
4. Jelaskan hubungan pesan petikan ini dengan satu tanggung jawab santri menjelang lulus. Sebutkan satu penerapan dan satu penggunaan kutipan yang keliru.
5. Sampaikan nasihat 60–90 detik tentang “Sebesar Tekad, Sebesar Usaha”. Kutip sekurang-kurangnya satu bait utuh, sebutkan penyairnya, lalu berikan ajakan yang dapat dikerjakan.
Pedoman jawaban Buka setelah mencoba sendiri
2. Muqabalah mempertemukan تعظم / تصغر dan الصغير / العظيم. Pengulangan على قدر membentuk keseimbangan kalimat, sedangkan العزم / العزائم mempererat bunyi dan gagasan.
3. Tolak penggunaan bait untuk menghina. Bantu menetapkan bagian hafalan yang lebih kecil, jadwal pengulangan dan koreksi bacaan. Tekad dibesarkan dengan pendampingan dan tindakan, bukan ejekan.
4. Menjelang kelulusan, pecah target besar menjadi langkah mingguan: membaca, bertanya, mengulang dan menyetor. Keberhasilan dievaluasi dari usaha yang dapat diperbaiki. Bait ini tidak dipakai mengejek santri yang lambat menghafal atau memaksanya melampaui kondisi kesehatannya. Batas penafsiran mengikuti penjelasan makna; jawaban dinilai dari kesesuaian alasan, bukan kesamaan kata.
5. Rubrik 0–2 untuk masing-masing: ketepatan lafaz; ketepatan makna; penyebutan sumber; kesesuaian contoh; kejelasan ajakan. Maksimum 10. Jangan memperkenalkan syair sebagai hadis. Santri boleh memilih bait yang paling sesuai, tanpa mengubah lafaz untuk mengejar rima.
Sumber & status penelaahan
Abu al-Thayyib al-Mutanabbi; Syarh Diwan al-Mutanabbi oleh Abd al-Rahman al-Barquqi
Sumber masih memerlukan penelaahan. Koreksi dan rujukan pembaca sangat membantu.