Cita-cita Memerlukan Langkah
لِلْمَطَالِبِ سَعْيٌ
Syair · Ahmad Syauqi, Al-Syawqiyyat
وَمَا نَيْلُ الْمَطَالِبِ بِالتَّمَنِّي # وَلَكِنْ تُؤْخَذُ الدُّنْيَا غِلَابَا
وَمَا اسْتَعْصَى عَلَى قَوْمٍ مَنَالٌ # إِذَا الْإِقْدَامُ كَانَ لَهُمْ رِكَابَا
وَمَا اسْتَعْصَى عَلَى قَوْمٍ مَنَالٌ # إِذَا الْإِقْدَامُ كَانَ لَهُمْ رِكَابَا
MAKNA INDONESIA
Harapan membutuhkan ikhtiar. Kelompok yang berani memulai, bekerja sama dan bertahan menghadapi kesulitan mempunyai jalan untuk mendekati cita-citanya.
Arti & penjelasan
Arti harfiah Ikuti susunan kata dalam teks
Bait 1: Tidaklah pencapaian keinginan itu dengan berangan-angan, tetapi dunia diraih dengan perjuangan.
Bait 2: Tidaklah sesuatu yang hendak dicapai menjadi sukar bagi suatu kaum apabila keberanian bertindak menjadi kendaraan mereka.
Bait 2: Tidaklah sesuatu yang hendak dicapai menjadi sukar bagi suatu kaum apabila keberanian bertindak menjadi kendaraan mereka.
Penjelasan / syarah
Semester 1 • لِلْمَطَالِبِ سَعْيٌ
PENJELASAN PENYUSUN
Penafian التمني mengkritik harapan tanpa langkah, bukan melarang bercita-cita atau berdoa. غلابا dapat diterapkan pada perjuangan melawan kemalasan dan hambatan belajar; bukan izin menindas orang. Bait kedua meneguhkan daya ikhtiar secara puitis, bukan janji mutlak keberhasilan dalam segala keadaan.
Keindahan bahasa: الْإِقْدَامُ كَانَ لَهُمْ رِكَابَا menggambarkan keberanian sebagai tunggangan: ia membawa, tetapi tetap membutuhkan arah. Susunan وما... وما... mengikat dua bait dan menguatkan penolakan terhadap angan kosong.
KOSAKATA
نَيْلُ — pencapaian
الْمَطَالِبِ — hal-hal yang dicita-citakan
غِلَابًا — perjuangan mengatasi kesulitan
اسْتَعْصَى — menjadi sukar ditundukkan atau dicapai
الْإِقْدَامُ — keberanian melangkah
رِكَابًا — kendaraan atau tunggangan
TARGET HAFALAN
2 bait utuh. Pelajari 1–2 bait per pertemuan, sambung keseluruhan, kemudian setorkan tanpa melihat teks. Baca kembali tujuh hari kemudian. Penguasaan mencakup lafaz, harakat yang mengubah makna, urutan bait, dan arti; bukan hanya irama.
TARGET PEMAHAMAN
1. Menjelaskan makna setiap bait dan sedikitnya lima kosakata/ungkapan.
2. Mengenali satu unsur keindahan bahasa serta membedakan kiasan dari makna harfiah.
3. Mengaitkan pesan dengan satu keputusan nyata dan mengutip dengan atribusi yang tepat.
SUMBER DAN REDAKSI
Ahmad Syauqi, Al-Syawqiyyat
ذكرى المولد; dua bait mulai وما نيل المطالب.
https://www.safahat.org/books/70706142/6/
Petikan syair asli; judul pelajaran, tambahan harakat, terjemahan, penjelasan, contoh dan latihan disusun untuk TEMAS. Bukan hadis.
Pencocokan sumber: 14 Oktober 2026. Judul, harakat tambahan, terjemahan, syarah, dan latihan adalah susunan pedagogis. Status aplikasi menunggu tinjauan pengelola.
MURAJAAH PENDAMPING
Pilih satu mahfudzah kelas 1–5 yang bertema serupa bersama guru. Bandingkan pesan dan bentuk ungkapannya; hafalan lama tidak dihitung sebagai materi baru kelas 6.
PENJELASAN PENYUSUN
Penafian التمني mengkritik harapan tanpa langkah, bukan melarang bercita-cita atau berdoa. غلابا dapat diterapkan pada perjuangan melawan kemalasan dan hambatan belajar; bukan izin menindas orang. Bait kedua meneguhkan daya ikhtiar secara puitis, bukan janji mutlak keberhasilan dalam segala keadaan.
Keindahan bahasa: الْإِقْدَامُ كَانَ لَهُمْ رِكَابَا menggambarkan keberanian sebagai tunggangan: ia membawa, tetapi tetap membutuhkan arah. Susunan وما... وما... mengikat dua bait dan menguatkan penolakan terhadap angan kosong.
KOSAKATA
نَيْلُ — pencapaian
الْمَطَالِبِ — hal-hal yang dicita-citakan
غِلَابًا — perjuangan mengatasi kesulitan
اسْتَعْصَى — menjadi sukar ditundukkan atau dicapai
الْإِقْدَامُ — keberanian melangkah
رِكَابًا — kendaraan atau tunggangan
TARGET HAFALAN
2 bait utuh. Pelajari 1–2 bait per pertemuan, sambung keseluruhan, kemudian setorkan tanpa melihat teks. Baca kembali tujuh hari kemudian. Penguasaan mencakup lafaz, harakat yang mengubah makna, urutan bait, dan arti; bukan hanya irama.
TARGET PEMAHAMAN
1. Menjelaskan makna setiap bait dan sedikitnya lima kosakata/ungkapan.
2. Mengenali satu unsur keindahan bahasa serta membedakan kiasan dari makna harfiah.
3. Mengaitkan pesan dengan satu keputusan nyata dan mengutip dengan atribusi yang tepat.
SUMBER DAN REDAKSI
Ahmad Syauqi, Al-Syawqiyyat
ذكرى المولد; dua bait mulai وما نيل المطالب.
https://www.safahat.org/books/70706142/6/
Petikan syair asli; judul pelajaran, tambahan harakat, terjemahan, penjelasan, contoh dan latihan disusun untuk TEMAS. Bukan hadis.
Pencocokan sumber: 14 Oktober 2026. Judul, harakat tambahan, terjemahan, syarah, dan latihan adalah susunan pedagogis. Status aplikasi menunggu tinjauan pengelola.
MURAJAAH PENDAMPING
Pilih satu mahfudzah kelas 1–5 yang bertema serupa bersama guru. Bandingkan pesan dan bentuk ungkapannya; hafalan lama tidak dihitung sebagai materi baru kelas 6.
Pelajaran untuk santri
Tim pidato TEMAS menetapkan waktu latihan, membagi tugas dan meminta umpan balik. Santri yang takut salah belajar memulai dari latihan kecil. Keliru jika bait dijadikan alasan menyontek demi mencapai target atau mengabaikan kenyataan bahwa hasil juga dipengaruhi keadaan.
Latihan
1. Terjemahkan bait pertama per penggalan; jelaskan makna نَيْلُ dan الْمَطَالِبِ dalam konteks.
2. Jelaskan satu keindahan ungkapan atau susunan bunyi dalam petikan ini. Apa hubungannya dengan pesan syair?
3. Dua kelompok sama-sama ingin pidatonya baik. Kelompok pertama hanya membayangkan tepuk tangan; kelompok kedua menjadwalkan latihan dan koreksi. Hubungkan dengan التمني dan الإقدام.
4. Jelaskan hubungan pesan petikan ini dengan satu tanggung jawab santri menjelang lulus. Sebutkan satu penerapan dan satu penggunaan kutipan yang keliru.
5. Sampaikan nasihat 60–90 detik tentang “Cita-cita Memerlukan Langkah”. Kutip sekurang-kurangnya satu bait utuh, sebutkan penyairnya, lalu berikan ajakan yang dapat dikerjakan.
2. Jelaskan satu keindahan ungkapan atau susunan bunyi dalam petikan ini. Apa hubungannya dengan pesan syair?
3. Dua kelompok sama-sama ingin pidatonya baik. Kelompok pertama hanya membayangkan tepuk tangan; kelompok kedua menjadwalkan latihan dan koreksi. Hubungkan dengan التمني dan الإقدام.
4. Jelaskan hubungan pesan petikan ini dengan satu tanggung jawab santri menjelang lulus. Sebutkan satu penerapan dan satu penggunaan kutipan yang keliru.
5. Sampaikan nasihat 60–90 detik tentang “Cita-cita Memerlukan Langkah”. Kutip sekurang-kurangnya satu bait utuh, sebutkan penyairnya, lalu berikan ajakan yang dapat dikerjakan.
Pedoman jawaban Buka setelah mencoba sendiri
1. Bait 1: Tidaklah pencapaian keinginan itu dengan berangan-angan, tetapi dunia diraih dengan perjuangan. Kosakata: نَيْلُ = pencapaian; الْمَطَالِبِ = hal-hal yang dicita-citakan.
2. الْإِقْدَامُ كَانَ لَهُمْ رِكَابَا menggambarkan keberanian sebagai tunggangan: ia membawa, tetapi tetap membutuhkan arah. Susunan وما... وما... mengikat dua bait dan menguatkan penolakan terhadap angan kosong.
3. Kelompok pertama berhenti pada التمني. Kelompok kedua mewujudkan الإقدام melalui tindakan terukur. Keberanian tidak berarti tanpa persiapan; latihan dan menerima koreksi adalah bentuknya.
4. Tim pidato TEMAS menetapkan waktu latihan, membagi tugas dan meminta umpan balik. Santri yang takut salah belajar memulai dari latihan kecil. Keliru jika bait dijadikan alasan menyontek demi mencapai target atau mengabaikan kenyataan bahwa hasil juga dipengaruhi keadaan. Batas penafsiran mengikuti penjelasan makna; jawaban dinilai dari kesesuaian alasan, bukan kesamaan kata.
5. Rubrik 0–2 untuk masing-masing: ketepatan lafaz; ketepatan makna; penyebutan sumber; kesesuaian contoh; kejelasan ajakan. Maksimum 10. Jangan memperkenalkan syair sebagai hadis. Santri boleh memilih bait yang paling sesuai, tanpa mengubah lafaz untuk mengejar rima.
2. الْإِقْدَامُ كَانَ لَهُمْ رِكَابَا menggambarkan keberanian sebagai tunggangan: ia membawa, tetapi tetap membutuhkan arah. Susunan وما... وما... mengikat dua bait dan menguatkan penolakan terhadap angan kosong.
3. Kelompok pertama berhenti pada التمني. Kelompok kedua mewujudkan الإقدام melalui tindakan terukur. Keberanian tidak berarti tanpa persiapan; latihan dan menerima koreksi adalah bentuknya.
4. Tim pidato TEMAS menetapkan waktu latihan, membagi tugas dan meminta umpan balik. Santri yang takut salah belajar memulai dari latihan kecil. Keliru jika bait dijadikan alasan menyontek demi mencapai target atau mengabaikan kenyataan bahwa hasil juga dipengaruhi keadaan. Batas penafsiran mengikuti penjelasan makna; jawaban dinilai dari kesesuaian alasan, bukan kesamaan kata.
5. Rubrik 0–2 untuk masing-masing: ketepatan lafaz; ketepatan makna; penyebutan sumber; kesesuaian contoh; kejelasan ajakan. Maksimum 10. Jangan memperkenalkan syair sebagai hadis. Santri boleh memilih bait yang paling sesuai, tanpa mengubah lafaz untuk mengejar rima.
Sumber & status penelaahan
Ahmad Syauqi, Al-Syawqiyyat
Sumber masih memerlukan penelaahan. Koreksi dan rujukan pembaca sangat membantu.