أعراب البادية 2
أَمَّا الْبَدَوِيَّاتُ فَهُنَّ فِي الْبَادِيَةِ أَكْثَرُ عَدَدًا مِنَ الرِّجَالِ، وَبِالطَّبْعِ أَلْيَنُ جَانِبًا وَأَرَقُّ طِبَاعًا، وَلَسْنَ مَعَ ذَلِكَ دُونَ الرِّجَالِ نَخْوَةً وَشَهَامَةً، وَأَخْلَاقُهُنَّ بِالْجُمْلَةِ حَمِيدَةٌ، وَخَيْرُ مَا يُزَيِّنُهُنَّ عِزَّةُ النَّفْسِ وَأَنَفَةُ الْحَمِيَّةِ وَقِيَامُهُنَّ مَقَامَ الرِّجَالِ فِي أَكْثَرِ الْأَعْمَالِ.
وَالثَّأْرُ عِنْدَ الْبَدْوِ مَشْهُورٌ مِنْ قَبْلِ الْإِسْلَامِ، وَلَا يَزَالُ بَاقِيًا حَتَّى الْآنَ، وَكَثِيرًا مَا يَكُونُ السَّبَبَ فِي شُبُوبِ الْعَدَاوَةِ وَالْحَرْبِ بَيْنَ قَبِيلَةٍ وَأُخْرَى، إِلَّا أَنَّهُ يُعَوَّضُ عَنِ الدَّمِ بِالدِّيَةِ فِي بَعْضِ الْأَحْيَانِ.
وَمِنَ الْبَدْوِ عَدَدٌ لَيْسَ بِقَلِيلٍ يَتَعَاطَوْنَ السَّلْبَ وَالنَّهْبَ، وَيُغِيرُونَ عَلَى قَوَافِلِ الْحُجَّاجِ يَسْلُبُونَهَا أَوْ يُلْزِمُونَ الرَّكْبَ بِدَفْعِ فِدْيَةٍ يَفْتَدُونَ بِهَا أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ. وَفِي غَزَوَاتِهِمْ يَسْتَعْمِلُونَ السَّيْفَ وَالرُّمْحَ، وَأَكْثَرُ اعْتِمَادِهِمْ عَلَى الرِّمَاحِ، وَقَدْ شَاعَ اسْتِعْمَالُ الْبُنْدُقِيَّاتِ عِنْدَهُمْ فِي هَذِهِ الْأَزْمَانِ.
أَمَّا الْأَحْكَامُ فِي الْبَادِيَةِ فَمَوْكُولَةٌ إِلَى الشُّيُوخِ وَالْأُمَرَاءِ، وَهِيَ تُمَثِّلُ مَبَادِئَ الْحُكْمِ الْفِطْرِيِّ؛ فَالْقُوَّةُ لِمَنْ غَلَبَ وَتَتْبَعُهُ الثَّرْوَةُ. فَلَيْسَ لَهُمْ قَوَانِينُ مَكْتُوبَةٌ وَمَجَالِسُ مَعْقُودَةٌ، وَمَعَ ذَلِكَ يَقُومُ الْعُرْفُ أَحْيَانًا مَقَامَ الْقَانُونِ النَّافِذِ، فَيَرْجِعُونَ بِالتَّقَاضِي إِلَيْهِ. وَإِنِ اخْتَلَفُوا فِي أَمْرٍ أَشْكَلَ عَلَيْهِمْ رَفَعُوهُ إِلَى الْعُرَفَاءِ، وَالْعَرِيفُ عِنْدَهُمْ بِمَنْزِلَةِ الْقَاضِي، يَحْكُمُ بِمَا عَرَفَهُ بِالِاخْتِبَارِ مِمَّا جَرَى عَلَيْهِ الْعَرَبُ فِي كُلِّ زَمَانٍ، وَهُوَ يَقُومُ مَقَامَ الْفَيْصَلِ أَوِ الْفَارُوقِ فِي الْعَهْدِ الْقَدِيمِ، وَلَهُ بَيْنَهُمْ مَنْزِلَةٌ كُبْرَى.
أَمَّا اللُّغَةُ فَقَدْ تَطَرَّقَ إِلَيْهَا الْفَسَادُ وَاسْتَوْلَى عَلَيْهَا الِانْحِطَاطُ، وَلَوْ أَنَّ الْكَلَامَ فِي الْعَامِّيَّةِ الْبَدْوِ أَصَحُّ مِنْهُ فِي سَائِرِ الْبِلَادِ الَّتِي غَلَبَتْ فِيهَا اللُّغَةُ الْعَرَبِيَّةُ، فَاللَّفْظُ أَضْبَطُ وَالْكَلَامُ نَقِيٌّ مِنْ خَلِيطِ الْأَلْفَاظِ الْأَعْجَمِيَّةِ.
(تَارِيخُ الْعَرَبِ وَآدَابِهِمْ لِفَنْدِيكَ)
01Terjemahan maknaPahami isi bacaan dalam bahasa Indonesia
Menurut bacaan ini, perempuan Badui di pedalaman lebih banyak jumlahnya daripada laki-laki. Mereka digambarkan memiliki sikap lebih lembut dan perangai lebih halus, tetapi tidak kalah dari laki-laki dalam harga diri dan keberanian. Secara umum akhlak mereka dipuji. Sifat yang paling menghiasi mereka ialah kemuliaan jiwa, kehormatan yang membuat mereka enggan direndahkan, serta kemampuan menggantikan peranan laki-laki dalam banyak pekerjaan.
Tradisi pembalasan darah telah dikenal di kalangan Badui sejak sebelum Islam dan, menurut penulis, masih berlangsung pada masanya. Tradisi itu sering menyebabkan permusuhan dan perang antarkabilah. Namun, dalam beberapa keadaan pembalasan darah diganti dengan pembayaran diyat.
Penulis menyebut bahwa tidak sedikit orang Badui melakukan perampasan dan penjarahan serta menyerang kafilah jemaah haji. Mereka merampas harta rombongan atau memaksanya membayar tebusan untuk menyelamatkan diri dan harta. Dalam serangan mereka memakai pedang dan tombak, terutama mengandalkan tombak. Penggunaan senapan juga telah meluas pada masa yang diceritakan.
Keputusan hukum di pedalaman diserahkan kepada para tetua dan pemimpin. Penulis menggambarkannya sebagai bentuk pemerintahan alamiah: kekuatan berada pada pihak yang menang dan kekayaan mengikutinya. Tidak ada undang-undang tertulis atau dewan yang teratur, tetapi adat terkadang berfungsi sebagai hukum yang berlaku dan menjadi rujukan dalam sengketa. Jika suatu perkara sulit diselesaikan, mereka menyerahkannya kepada orang-orang yang memahami adat. Tokoh adat tersebut berkedudukan seperti hakim. Ia memutuskan berdasarkan pengalaman tentang kebiasaan yang dijalankan bangsa Arab dari masa ke masa. Ia menjalankan peran pemutus sengketa atau pembeda benar dan salah sebagaimana pada masa dahulu, serta mempunyai kedudukan tinggi di antara mereka.
Mengenai bahasa, penulis menilai bahwa penyimpangan dan kemunduran telah memengaruhinya. Walaupun demikian, menurutnya ragam percakapan Badui masih lebih tepat daripada ragam yang digunakan di negeri-negeri lain yang didominasi bahasa Arab. Pengucapannya dianggap lebih terjaga dan tuturannya lebih bersih dari campuran kata-kata asing.
(Dari “Sejarah Bangsa Arab dan Kesusastraannya”, karya Van Dyck)
02Arti kata & frasaIkuti makna sesuai urutan teks Arab
أَمَّا الْبَدَوِيَّاتُ فَهُنَّ فِي الْبَادِيَةِ — Adapun perempuan Badui, mereka di pedalaman
أَكْثَرُ عَدَدًا مِنَ الرِّجَالِ، — lebih banyak jumlahnya daripada laki-laki,
وَبِالطَّبْعِ أَلْيَنُ جَانِبًا — dan menurut tabiat lebih lembut sikapnya
وَأَرَقُّ طِبَاعًا، — serta lebih halus perangainya,
وَلَسْنَ مَعَ ذَلِكَ — dan mereka meskipun demikian tidaklah
دُونَ الرِّجَالِ نَخْوَةً وَشَهَامَةً، — di bawah laki-laki dalam harga diri dan keberanian,
وَأَخْلَاقُهُنَّ بِالْجُمْلَةِ حَمِيدَةٌ، — dan akhlak mereka secara umum terpuji,
وَخَيْرُ مَا يُزَيِّنُهُنَّ — dan sebaik-baik yang menghiasi mereka
عِزَّةُ النَّفْسِ وَأَنَفَةُ الْحَمِيَّةِ — ialah kemuliaan jiwa dan keengganan tunduk karena kehormatan,
وَقِيَامُهُنَّ مَقَامَ الرِّجَالِ — serta tindakan mereka menggantikan kedudukan laki-laki
فِي أَكْثَرِ الْأَعْمَالِ. — dalam kebanyakan pekerjaan.
وَالثَّأْرُ عِنْدَ الْبَدْوِ مَشْهُورٌ — Dan pembalasan darah di kalangan Badui terkenal
مِنْ قَبْلِ الْإِسْلَامِ، — sejak sebelum Islam,
وَلَا يَزَالُ بَاقِيًا حَتَّى الْآنَ، — dan masih terus ada hingga sekarang,
وَكَثِيرًا مَا يَكُونُ السَّبَبَ — dan sering kali menjadi penyebab
فِي شُبُوبِ الْعَدَاوَةِ وَالْحَرْبِ — berkobarnya permusuhan dan perang
بَيْنَ قَبِيلَةٍ وَأُخْرَى، — antara suatu kabilah dan kabilah lainnya,
إِلَّا أَنَّهُ يُعَوَّضُ عَنِ الدَّمِ — hanya saja darah diganti
بِالدِّيَةِ فِي بَعْضِ الْأَحْيَانِ. — dengan diyat pada beberapa kesempatan.
وَمِنَ الْبَدْوِ عَدَدٌ لَيْسَ بِقَلِيلٍ — Dan di antara Badui ada jumlah yang tidak sedikit
يَتَعَاطَوْنَ السَّلْبَ وَالنَّهْبَ، — yang melakukan perampasan dan penjarahan,
وَيُغِيرُونَ عَلَى قَوَافِلِ الْحُجَّاجِ — serta menyerang kafilah-kafilah jemaah haji,
يَسْلُبُونَهَا أَوْ يُلْزِمُونَ الرَّكْبَ — mereka merampasnya atau mewajibkan rombongan
بِدَفْعِ فِدْيَةٍ — membayar tebusan
يَفْتَدُونَ بِهَا أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ. — yang dengannya mereka menebus diri dan harta mereka.
وَفِي غَزَوَاتِهِمْ — Dan dalam penyerbuan mereka,
يَسْتَعْمِلُونَ السَّيْفَ وَالرُّمْحَ، — mereka memakai pedang dan tombak,
وَأَكْثَرُ اعْتِمَادِهِمْ عَلَى الرِّمَاحِ، — dan ketergantungan terbesar mereka pada tombak,
وَقَدْ شَاعَ اسْتِعْمَالُ الْبُنْدُقِيَّاتِ — dan telah meluas penggunaan senapan
عِنْدَهُمْ فِي هَذِهِ الْأَزْمَانِ. — di kalangan mereka pada masa-masa ini.
أَمَّا الْأَحْكَامُ فِي الْبَادِيَةِ — Adapun keputusan-keputusan hukum di pedalaman,
فَمَوْكُولَةٌ إِلَى الشُّيُوخِ وَالْأُمَرَاءِ، — diserahkan kepada para tetua dan pemimpin,
وَهِيَ تُمَثِّلُ مَبَادِئَ الْحُكْمِ الْفِطْرِيِّ؛ — dan mencerminkan dasar-dasar pemerintahan alamiah,
فَالْقُوَّةُ لِمَنْ غَلَبَ — maka kekuatan bagi siapa yang menang
وَتَتْبَعُهُ الثَّرْوَةُ. — dan kekayaan mengikutinya.
فَلَيْسَ لَهُمْ قَوَانِينُ مَكْتُوبَةٌ — Maka mereka tidak mempunyai undang-undang tertulis
وَمَجَالِسُ مَعْقُودَةٌ، — dan dewan-dewan yang diselenggarakan,
وَمَعَ ذَلِكَ يَقُومُ الْعُرْفُ أَحْيَانًا — dan meskipun begitu adat kadang-kadang menempati
مَقَامَ الْقَانُونِ النَّافِذِ، — kedudukan hukum yang berlaku,
فَيَرْجِعُونَ بِالتَّقَاضِي إِلَيْهِ. — lalu mereka merujuk kepadanya dalam berperkara.
وَإِنِ اخْتَلَفُوا فِي أَمْرٍ — Dan jika mereka berselisih dalam suatu perkara
أَشْكَلَ عَلَيْهِمْ — yang sulit bagi mereka,
رَفَعُوهُ إِلَى الْعُرَفَاءِ، — mereka mengajukannya kepada para arif adat,
وَالْعَرِيفُ عِنْدَهُمْ بِمَنْزِلَةِ الْقَاضِي، — dan arif adat bagi mereka berkedudukan seperti hakim,
يَحْكُمُ بِمَا عَرَفَهُ بِالِاخْتِبَارِ — ia memutuskan dengan yang diketahuinya melalui pengalaman
مِمَّا جَرَى عَلَيْهِ الْعَرَبُ — dari apa yang dijalankan orang Arab
فِي كُلِّ زَمَانٍ، — pada setiap zaman,
وَهُوَ يَقُومُ مَقَامَ الْفَيْصَلِ — dan ia menempati kedudukan pemutus perkara
أَوِ الْفَارُوقِ فِي الْعَهْدِ الْقَدِيمِ، — atau pembeda kebenaran pada masa dahulu,
وَلَهُ بَيْنَهُمْ مَنْزِلَةٌ كُبْرَى. — dan ia mempunyai kedudukan tinggi di antara mereka.
أَمَّا اللُّغَةُ فَقَدْ تَطَرَّقَ — Adapun bahasa, telah menyusup
إِلَيْهَا الْفَسَادُ — ke dalamnya kerusakan
وَاسْتَوْلَى عَلَيْهَا الِانْحِطَاطُ، — dan kemunduran menguasainya,
وَلَوْ أَنَّ الْكَلَامَ — walaupun sesungguhnya tutur kata
فِي الْعَامِّيَّةِ الْبَدْوِ — dalam ragam sehari-hari kaum Badui
أَصَحُّ مِنْهُ فِي سَائِرِ الْبِلَادِ — lebih benar daripada di negeri-negeri lainnya
الَّتِي غَلَبَتْ فِيهَا اللُّغَةُ الْعَرَبِيَّةُ، — yang bahasa Arab dominan di dalamnya,
فَاللَّفْظُ أَضْبَطُ — maka pengucapannya lebih terjaga
وَالْكَلَامُ نَقِيٌّ مِنْ خَلِيطِ — dan tuturnya bersih dari campuran
الْأَلْفَاظِ الْأَعْجَمِيَّةِ. — kata-kata asing.
(تَارِيخُ الْعَرَبِ وَآدَابِهِمْ لِفَنْدِيكَ) — Sejarah Bangsa Arab dan Kesusastraannya, karya Van Dyck.
03Penjelasan bacaanDalami isi, kosakata, dan pelajaran yang disampaikan
Bagian kedua membahas perempuan, pembalasan darah, penyerbuan, penyelesaian sengketa, dan bahasa. Tema-tema ini memperluas bagian pertama yang lebih banyak membicarakan mata pencaharian serta perpindahan tempat. Peranan adat menonjol: meskipun tidak digambarkan mempunyai hukum tertulis, masyarakat tetap memiliki mekanisme rujukan dan pemutus sengketa.
“الثأر” ialah pembalasan karena pembunuhan, sedangkan “الدية” ialah pembayaran sebagai pengganti dalam perkara darah. “الفدية” berbeda konteks: tebusan untuk membebaskan orang atau hartanya. “العرف” berarti adat yang dikenal masyarakat, dan “العريف” di sini adalah orang yang memahami kebiasaan serta dipercaya memutus sengketa, bukan pangkat militer.
Pengulangan “أما ... فـ” membagi pokok bahasan secara teratur: perempuan, hukum, kemudian bahasa. “ألين جانبا” dan “أرق طباعا” memakai bentuk perbandingan dengan kata penjelas yang menerangkan sisi perbandingannya. “يقوم مقام” berarti menjalankan fungsi atau menempati kedudukan sesuatu, seperti adat yang menggantikan fungsi hukum tertulis.
Penilaian tentang jumlah perempuan, kebiasaan menjarah, dan kemunduran bahasa adalah pernyataan sumber lama, bukan gambaran menyeluruh masyarakat Badui masa kini. Istilah kemurnian atau kerusakan bahasa mencerminkan sudut pandang penulis. Pembaca perlu membedakan laporan tentang praktik tertentu dari penilaian umum terhadap suatu masyarakat.
04Latihan pemahamanCoba jawab sebelum membuka pedoman
LOTS · 1–5
مَا الصِّفَتَانِ اللَّتَانِ يَمْدَحُ بِهِمَا النَّصُّ الْبَدَوِيَّاتِ؟
مَا الْبَدِيلُ الْمَذْكُورُ لِلثَّأْرِ فِي بَعْضِ الْأَحْيَانِ؟
إِلَى مَنْ تُوكَلُ الْأَحْكَامُ فِي الْوَصْفِ؟
مَنْ يَفْصِلُ فِي الْخِلَافِ الَّذِي أَشْكَلَ عَلَيْهِمْ؟
مَا الْمَرْجِعُ الَّذِي يَقُومُ مَقَامَ الْقَانُونِ أَحْيَانًا؟
MOTS · 6–10
كَيْفَ يَرْبِطُ النَّصُّ بَيْنَ الثَّأْرِ وَالْحَرْبِ؟
كَيْفَ يَجْمَعُ وَصْفُ الْمَرْأَةِ بَيْنَ اللِّينِ وَالْقُوَّةِ؟
مَا وَجْهُ الشَّبَهِ بَيْنَ الْعَرِيفِ وَالْقَاضِي؟
عَلَى أَيِّ أَسَاسٍ يَحْكُمُ الْعَرِيفُ حَسَبَ النَّصِّ؟
كَيْفَ يَجْمَعُ الْكَاتِبُ بَيْنَ نَقْدِ اللُّغَةِ وَمَدْحِهَا؟
HOTS · 11–12
هَلْ غِيَابُ الْقَانُونِ الْمَكْتُوبِ يَعْنِي غِيَابَ كُلِّ نِظَامٍ؟ اسْتَدِلَّ؟
كَيْفَ تَمْنَعُ خِلَافًا بَيْنَ فَرِيقَيْنِ مِنْ أَنْ يَتَحَوَّلَ إِلَى سِلْسِلَةِ انْتِقَامٍ؟
Lihat pedoman jawaban
LOTS · 1–5
عِزَّةُ النَّفْسِ وَالشَّهَامَةُ.
الدِّيَةُ.
إِلَى الشُّيُوخِ وَالْأُمَرَاءِ.
الْعَرِيفُ.
الْعُرْفُ.
MOTS · 6–10
يَجْعَلُ الثَّأْرَ سَبَبًا فِي تَجَدُّدِ الْعَدَاوَةِ بَيْنَ الْقَبَائِلِ.
يَصِفُهَا بِرِقَّةِ الطِّبَاعِ مَعَ الشَّهَامَةِ وَالْقُدْرَةِ عَلَى أَعْمَالٍ كَثِيرَةٍ.
كِلَاهُمَا يُرْجَعُ إِلَيْهِ لِفَصْلِ الْخِلَافِ وَإِصْدَارِ الْحُكْمِ.
عَلَى خِبْرَتِهِ بِمَا جَرَى عَلَيْهِ الْعُرْفُ.
يَرَى فِيهَا تَغَيُّرًا يَنْقُدُهُ، وَيَعُدُّهَا مَعَ ذَلِكَ أَضْبَطَ مِنْ بَعْضِ اللَّهَجَاتِ الْأُخْرَى.
HOTS · 11–12
مِثَالٌ: لَا؛ فَالنَّصُّ يَذْكُرُ الْعُرْفَ وَالْعَرِيفَ، وَهُمَا يُنَظِّمَانِ فَصْلَ الْخِلَافِ، مَعَ الْحَاجَةِ إِلَى تَقْوِيمِ عَدْلِ الْأَحْكَامِ.
مِثَالٌ: أَطْلُبُ وَسَاطَةَ مُعَلِّمٍ عَادِلٍ وَاتِّفَاقًا عَلَى إِصْلَاحِ الضَّرَرِ؛ لِأَنَّ الرَّدَّ بِالْأَذَى يُجَدِّدُ الْخُصُومَةَ.
ENBahasa InggrisArti kata & terjemahan utuh
Draf Inggris · perlu ditinjau
Terjemahan utuh
According to this reading, Bedouin women in the interior are more numerous than men. They are described as having a gentler demeanor and a more refined temperament, but not inferior to men in dignity and courage. In general, their morals are praised. The qualities that most adorn them are nobility of soul, honor that makes them reluctant to be humiliated, and the ability to replace men in many jobs.
The tradition of blood revenge has been known among the Bedouin since before Islam and, according to the author, was still ongoing in his time. This tradition often causes hostility and war between tribes. However, in some circumstances blood revenge is replaced by payment of diyat.
The author states that quite a few Bedouins carried out looting and looting and attacked Hajj pilgrim caravans. They confiscated the group's property or forced them to pay ransom to save themselves and their property. In their attacks they use swords and spears, relying mainly on spears. The use of guns had also become widespread in the time being described.
Legal decisions in the interior were left to the elders and leaders. The author describes it as a natural form of government: power rests with the victor and wealth follows. There are no written laws or regular councils, but custom sometimes functions as applicable law and is a reference point in disputes. If a matter is difficult to resolve, they hand it over to people who understand customs. These traditional figures have positions like judges. He decided based on experience regarding the customs carried out by Arabs from time to time. He plays the role of deciding disputes or differentiating right and wrong as in the past, and has a high position among them.
Regarding language, the author considers that deviations and decline have influenced it. However, according to him, the variety of Bedouin conversation is still more appropriate than the variety used in other countries where Arabic is dominated. His pronunciation is considered more maintained and his speech is cleaner from a mixture of foreign words.
(From “The History of the Arabs and Their Literature”, by Van Dyck)
Arti kata / frasa
أَمَّا الْبَدَوِيَّاتُ فَهُنَّ فِي الْبَادِيَةِ — As for Bedouin women, they are in the interior
أَكْثَرُ عَدَدًا مِنَ الرِّجَالِ، — outnumber men,
وَبِالطَّبْعِ أَلْيَنُ جَانِبًا — and by nature is more gentle in his attitude
وَأَرَقُّ طِبَاعًا، — and more refined in temperament,
وَلَسْنَ مَعَ ذَلِكَ — and they nevertheless do not
دُونَ الرِّجَالِ نَخْوَةً وَشَهَامَةً، — below men in dignity and courage,
وَأَخْلَاقُهُنَّ بِالْجُمْلَةِ حَمِيدَةٌ، — and their morals are generally commendable,
وَخَيْرُ مَا يُزَيِّنُهُنَّ — and the best that adorns them
عِزَّةُ النَّفْسِ وَأَنَفَةُ الْحَمِيَّةِ — is the nobility of the soul and the unwillingness to submit because of honor,
وَقِيَامُهُنَّ مَقَامَ الرِّجَالِ — and their actions replace men's positions
فِي أَكْثَرِ الْأَعْمَالِ. — in most jobs.
وَالثَّأْرُ عِنْدَ الْبَدْوِ مَشْهُورٌ — And blood revenge among the Bedouin is well known
مِنْ قَبْلِ الْإِسْلَامِ، — since before Islam,
وَلَا يَزَالُ بَاقِيًا حَتَّى الْآنَ، — and still exists today,
وَكَثِيرًا مَا يَكُونُ السَّبَبَ — and is often the cause
فِي شُبُوبِ الْعَدَاوَةِ وَالْحَرْبِ — the outbreak of hostility and war
بَيْنَ قَبِيلَةٍ وَأُخْرَى، — between one tribe and another tribe,
إِلَّا أَنَّهُ يُعَوَّضُ عَنِ الدَّمِ — it's just that the blood is replaced
بِالدِّيَةِ فِي بَعْضِ الْأَحْيَانِ. — with diyat on several occasions.
وَمِنَ الْبَدْوِ عَدَدٌ لَيْسَ بِقَلِيلٍ — And among the Bedouins there are not a small number of them
يَتَعَاطَوْنَ السَّلْبَ وَالنَّهْبَ، — who commit plunder and plunder,
وَيُغِيرُونَ عَلَى قَوَافِلِ الْحُجَّاجِ — and attacked caravans of Hajj pilgrims,
يَسْلُبُونَهَا أَوْ يُلْزِمُونَ الرَّكْبَ — they seized it or obliged the group
بِدَفْعِ فِدْيَةٍ — paid the ransom
يَفْتَدُونَ بِهَا أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ. — by which they redeemed themselves and their property.
وَفِي غَزَوَاتِهِمْ — And in their raid,
يَسْتَعْمِلُونَ السَّيْفَ وَالرُّمْحَ، — they use swords and spears,
وَأَكْثَرُ اعْتِمَادِهِمْ عَلَى الرِّمَاحِ، — and their greatest reliance on spears,
وَقَدْ شَاعَ اسْتِعْمَالُ الْبُنْدُقِيَّاتِ — and had widespread use of rifles
عِنْدَهُمْ فِي هَذِهِ الْأَزْمَانِ. — among them in these times.
أَمَّا الْأَحْكَامُ فِي الْبَادِيَةِ — As for legal decisions in the interior,
فَمَوْكُولَةٌ إِلَى الشُّيُوخِ وَالْأُمَرَاءِ، — handed over to the elders and leaders,
وَهِيَ تُمَثِّلُ مَبَادِئَ الْحُكْمِ الْفِطْرِيِّ؛ — and reflects the fundamentals of natural government,
فَالْقُوَّةُ لِمَنْ غَلَبَ — then power to whoever wins
وَتَتْبَعُهُ الثَّرْوَةُ. — and riches follow.
فَلَيْسَ لَهُمْ قَوَانِينُ مَكْتُوبَةٌ — So they don't have written laws
وَمَجَالِسُ مَعْقُودَةٌ، — and the councils convened,
وَمَعَ ذَلِكَ يَقُومُ الْعُرْفُ أَحْيَانًا — and even so custom sometimes occupies
مَقَامَ الْقَانُونِ النَّافِذِ، — applicable legal position,
فَيَرْجِعُونَ بِالتَّقَاضِي إِلَيْهِ. — then they refer to him in the case.
وَإِنِ اخْتَلَفُوا فِي أَمْرٍ — And if they differ in a matter
أَشْكَلَ عَلَيْهِمْ — which is difficult for them,
رَفَعُوهُ إِلَى الْعُرَفَاءِ، — they submitted it to the traditional wisdom,
وَالْعَرِيفُ عِنْدَهُمْ بِمَنْزِلَةِ الْقَاضِي، — and traditional wisdom for those in positions such as judges,
يَحْكُمُ بِمَا عَرَفَهُ بِالِاخْتِبَارِ — he decides with what he knows through experience
مِمَّا جَرَى عَلَيْهِ الْعَرَبُ — of what the Arabs do
فِي كُلِّ زَمَانٍ، — in every era,
وَهُوَ يَقُومُ مَقَامَ الْفَيْصَلِ — and he occupies the position of case decider
أَوِ الْفَارُوقِ فِي الْعَهْدِ الْقَدِيمِ، — or the distinguisher of truth in ancient times,
وَلَهُ بَيْنَهُمْ مَنْزِلَةٌ كُبْرَى. — and he had a high position among them.
أَمَّا اللُّغَةُ فَقَدْ تَطَرَّقَ — As for language, it has infiltrated
إِلَيْهَا الْفَسَادُ — into it damage
وَاسْتَوْلَى عَلَيْهَا الِانْحِطَاطُ، — and decline overcame him,
وَلَوْ أَنَّ الْكَلَامَ — even though it is actually spoken
فِي الْعَامِّيَّةِ الْبَدْوِ — in the everyday variety of the Bedouins
أَصَحُّ مِنْهُ فِي سَائِرِ الْبِلَادِ — more true than in other countries
الَّتِي غَلَبَتْ فِيهَا اللُّغَةُ الْعَرَبِيَّةُ، — in which Arabic is dominant,
فَاللَّفْظُ أَضْبَطُ — then the pronunciation is better maintained
وَالْكَلَامُ نَقِيٌّ مِنْ خَلِيطِ — and the words are clean from mixtures
الْأَلْفَاظِ الْأَعْجَمِيَّةِ. — foreign words.
(تَارِيخُ الْعَرَبِ وَآدَابِهِمْ لِفَنْدِيكَ) — History of the Arabs and Their Literature, by Van Dyck.
Teks sumberBaca redaksi sumber yang tersimpan dalam koleksi
أما البدويات فهن في البادية أكثر عددا من الرجال، وبالطبع ألين جانبا وأرق طباعا، ولسن مع ذلك دون الرجال نخوة وشهامة، وأخلاقهن بالجملة حميدة، وخير ما يزينهن عزة النفس وأنفة الحمية وقيامهن مقام الرجال في أكثر الأعمال.
والثأر عند البدو مشهور من قبل الإسلام، ولا يزال باقيا حتى الآن، وكثيرا ما يكون السبب في شبوب العداوة والحرب بين قبيلة وأخرى، إلا أنه يعوض عن الدم بالدية في بعض الأحيان.
ومن البدو عدد ليس بقليل يتعاطون السلب والنهب، ويغيرون على قوافل الحجاج يسلبونها أو يلزمون الركب بدفع فدية يفتدون بها أنفسهم وأموالهم. وفي غزواتهم يستعملون السيف والرمح، وأكثر اعتمادهم على الرماح، وقد شاع استعمال البندقيات عندهم في هذه الأزمان.
أما الأحكام في البادية فموكولة إلى الشيوخ والأمراء، وهي تمثل مبادئ الحكم الفطري؛ فالقوة لمن غلب وتتبعه الثروة. فليس لهم قوانين مكتوبة ومجالس معقودة، ومع ذلك يقوم العرف أحيانا مقام القانون النافذ، فيرجعون بالتقاضي إليه. وإن اختلفوا في أمر أشكل عليهم رفعوه إلى العرفاء، والعريف عندهم بمنزلة القاضي، يحكم بما عرفه بالاختبار مما جرى عليه العرب في كل زمان، وهو يقوم مقام الفيصل أو الفاروق في العهد القديم، وله بينهم منزلة كبرى.
أما اللغة فقد تطرق إليها الفساد واستولى عليها الانحطاط، ولو أن الكلام في العامية البدو أصح منه في سائر البلاد التي غلبت فيها اللغة العربية، فاللفظ أضبط والكلام نقي من خليط الألفاظ الأعجمية.
(تاريخ العرب وآدابهم لفنديك)
Gunakan penanda untuk melanjutkan belajar nanti.