Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Al-Qira’ah Ar-Rasyidah
JILID 4 · BACAAN 53 DARI 60

الحرب

AL-QIRA’AH AR-RASYIDAHArab & Indonesia · Inggris tersedia

BACA & HAYATIالنص العربي

وَمَوَاكِبُ كَالسَّيْلِ أَوْ كَاللَّيْلِ قَدْ
حُشِدَتْ لِسَهْلٍ حَوْلَهُ هَضَبَاتُ

وَكَتَائِبُ كَبَوَارِجَ أَعْلَامُهَا
عَمَدُ السَّوَارِي وَالْقَنَا الْمِرْسَاةُ

سَالَتْ بِكَثْرَتِهَا الْأَبَاطِحُ مِثْلَمَا
سَالَتْ بِرَهْطِ حَجِيجِهَا عَرَفَاتُ

أَصْوَاتُهَا رَعْدٌ وَلَمْعُ نِصَالِهَا
بَرْقٌ وَقَسْطَلُ جَوِّهَا ظُلُمَاتُ

وَالْبَرُّ بَحْرٌ وَالسَّرَابُ عُبَابُهُ
وَالرَّكْبُ سُفُنٌ وَالرُّبَى مَوْجَاتُ

أَمْسَتْ فَغَيَّبَهَا الظَّلَامُ بِجَوْفِهِ
وَبَدَا سُكُونٌ طَيَّهُ حَرَكَاتُ

أَلْقَى اللُّغُوبُ عَلَى الصَّعِيدِ هَيَاكِلًا
قَدْ كَهْرَبَتْهَا بِالْكَرَى نَسَمَاتُ

حَتَّى إِذَا نَصَبَ الصَّبَاحُ عَمُودَهُ
وَاللَّيْلُ شَقَّتْ حُجُبَهُ لَمَعَاتُ

هَوَتِ الرِّجَالُ عَلَى الرِّجَالِ كَأَنَّهُمْ
قُلَلُ الْجِبَالِ مُتُونُهَا الصَّهَوَاتُ

وَتَعَانَقَتْ فَوْقَ السَّوَاعِدِ بِيضُهُمْ
تَحْتَ الْعَرَاءِ كَأَنَّهَا غَادَاتُ

وَتَرَنَّحَتْ سُمْرُ الْقَنَا نَشْوَانَةً
بِدَمِ الطُّلَى فَتَرَنَّحَتْ هَامَاتُ

وَتَطَايَرَتْ نَحْوَ الْفَضَاءِ كَأَنَّمَا
شُهُبٌ وَضَوْضَاءُ الْوَغَى صَفَقَاتُ

وَتَبَعْثَرَتْ فَوْقَ الْوِهَادِ فَوَارِسُ
عَلِقَتْ عَلَيْهَا أَنْسُرٌ وَبُزَاةُ

فَالْأُسْدُ تُولَعُ وَالْجَوَارِحُ تَغْتَذِي
وَالْأَرْضُ تَحْيَا وَالْوَرَى أَمْوَاتُ

وَالْجَهْلُ يَسْخَرُ وَالصَّوَابُ مُهَيَّمٌ
وَالْجُنْدُ سُهْرٌ وَالْمُلُوكُ غُفَاةُ

وَالْعَقْلُ يَبْكِي وَالطَّبِيعَةُ ثَاكِلٌ
وَالدَّهْرُ يَضْحَكُ وَالرَّدَى شَمَّاتُ

سُبْحَانَ مَنْ تَخِذَ الْعَوَالِمَ مُصْحَفًا
فِيهِ لِكُلِّ غَرِيبَةٍ آيَاتُ

(سَلِيمٌ عَنْحُورِيٌّ)

01Terjemahan maknaPahami isi bacaan dalam bahasa Indonesia

Barisan pasukan bagaikan banjir, atau bagaikan malam,
dihimpun di dataran yang dikelilingi perbukitan.

Batalion-batalion bagaikan kapal perang; benderanya
menjadi tiang kapal, dan tombaknya menjadi jangkar.

Lembah-lembah seolah mengalir karena begitu banyaknya pasukan,
seperti Arafah yang dipenuhi arus rombongan jemaah haji.

Suara mereka menjadi guruh dan kilau mata senjata menjadi kilat,
sedangkan debu yang memenuhi udara menjadi kegelapan.

Daratan berubah seperti laut, fatamorgana menjadi luapannya,
rombongan berkuda menjadi kapal, dan bukit-bukit menjadi gelombang.

Petang datang dan kegelapan menyembunyikan mereka dalam perutnya;
tampaklah keheningan yang di dalamnya masih tersimpan gerak.

Kelelahan merebahkan tubuh-tubuh di tanah,
sedangkan hembusan angin membius mereka dalam kantuk.

Hingga pagi menegakkan tiang cahayanya,
dan kilatan sinar membelah selubung-selubung malam,

para lelaki menerjang lelaki lainnya, seolah mereka
puncak-puncak gunung yang tegak di atas punggung kuda.

Pedang-pedang berkilau saling beradu di atas lengan,
di medan terbuka seolah gadis-gadis gemulai yang berpelukan.

Tombak-tombak cokelat bergoyang seolah mabuk oleh darah leher,
hingga kepala-kepala pun terhuyung.

Kepala-kepala itu beterbangan ke angkasa seolah bintang jatuh,
dan hiruk-pikuk perang terdengar seperti tepuk tangan.

Para penunggang tergeletak berserakan di tanah rendah,
sementara burung nasar dan elang hinggap pada tubuh mereka.

Singa-singa bergairah dan burung pemangsa mendapat makanan;
bumi seolah hidup, sedangkan manusia mati.

Kebodohan mengejek dan kebenaran tertegun kebingungan;
para prajurit tetap terjaga, sedangkan para raja tertidur.

Akal menangis dan alam meratap seperti ibu kehilangan anak;
zaman tertawa, sedangkan kematian bersukacita atas penderitaan.

Mahasuci Dia yang menjadikan seluruh alam sebagai kitab,
yang di dalamnya terdapat tanda-tanda bagi setiap keajaiban.

(Salim Anhuri)

02Arti kata & frasaIkuti makna sesuai urutan teks Arab

وَمَوَاكِبُ كَالسَّيْلِ أَوْ كَاللَّيْلِ — Dan barisan-barisan bagaikan banjir atau malam

قَدْ حُشِدَتْ لِسَهْلٍ — telah dihimpun pada sebuah dataran

حَوْلَهُ هَضَبَاتُ — yang di sekelilingnya ada dataran-dataran tinggi.

وَكَتَائِبُ كَبَوَارِجَ — Dan batalion-batalion bagaikan kapal-kapal perang,

أَعْلَامُهَا عَمَدُ السَّوَارِي — bendera-benderanya adalah tiang-tiang kapal,

وَالْقَنَا الْمِرْسَاةُ — dan tombak-tombaknya adalah jangkar.

سَالَتْ بِكَثْرَتِهَا الْأَبَاطِحُ — Lembah-lembah mengalir karena banyaknya mereka,

مِثْلَمَا سَالَتْ بِرَهْطِ حَجِيجِهَا عَرَفَاتُ — sebagaimana Arafah mengalir dengan rombongan jemaah hajinya.

أَصْوَاتُهَا رَعْدٌ — Suara-suara mereka adalah guruh,

وَلَمْعُ نِصَالِهَا بَرْقٌ — dan kilau mata senjata mereka adalah kilat,

وَقَسْطَلُ جَوِّهَا ظُلُمَاتُ — serta debu tebal udaranya adalah kegelapan-kegelapan.

وَالْبَرُّ بَحْرٌ — Dan daratan adalah lautan,

وَالسَّرَابُ عُبَابُهُ — dan fatamorgana adalah luapan airnya,

وَالرَّكْبُ سُفُنٌ — dan rombongan penunggang adalah kapal-kapal,

وَالرُّبَى مَوْجَاتُ — serta bukit-bukit adalah gelombang-gelombang.

أَمْسَتْ فَغَيَّبَهَا الظَّلَامُ بِجَوْفِهِ — Mereka memasuki petang, lalu kegelapan menyembunyikannya dalam perutnya,

وَبَدَا سُكُونٌ — dan tampak suatu keheningan

طَيَّهُ حَرَكَاتُ — yang dalam lipatannya ada gerakan-gerakan.

أَلْقَى اللُّغُوبُ عَلَى الصَّعِيدِ هَيَاكِلًا — Kelelahan merebahkan tubuh-tubuh di atas tanah,

قَدْ كَهْرَبَتْهَا بِالْكَرَى نَسَمَاتُ — yang telah dibius dengan kantuk oleh hembusan angin.

حَتَّى إِذَا نَصَبَ الصَّبَاحُ عَمُودَهُ — Hingga ketika pagi menegakkan tiangnya,

وَاللَّيْلُ شَقَّتْ حُجُبَهُ لَمَعَاتُ — dan malam, selubung-selubungnya dibelah kilatan cahaya,

هَوَتِ الرِّجَالُ عَلَى الرِّجَالِ — para laki-laki menerjang laki-laki lainnya,

كَأَنَّهُمْ قُلَلُ الْجِبَالِ — seolah mereka adalah puncak-puncak gunung,

مُتُونُهَا الصَّهَوَاتُ — yang punggung-punggungnya adalah punggung kuda.

وَتَعَانَقَتْ فَوْقَ السَّوَاعِدِ بِيضُهُمْ — Dan pedang-pedang putih mereka saling berpelukan di atas lengan,

تَحْتَ الْعَرَاءِ كَأَنَّهَا غَادَاتُ — di ruang terbuka seolah gadis-gadis gemulai.

وَتَرَنَّحَتْ سُمْرُ الْقَنَا نَشْوَانَةً — Dan tombak-tombak cokelat bergoyang dalam keadaan mabuk

بِدَمِ الطُّلَى — oleh darah leher-leher,

فَتَرَنَّحَتْ هَامَاتُ — sehingga kepala-kepala terhuyung.

وَتَطَايَرَتْ نَحْوَ الْفَضَاءِ — Dan beterbangan menuju angkasa

كَأَنَّمَا شُهُبٌ — seolah bintang-bintang jatuh,

وَضَوْضَاءُ الْوَغَى صَفَقَاتُ — sementara kegaduhan perang adalah tepukan-tepukan.

وَتَبَعْثَرَتْ فَوْقَ الْوِهَادِ فَوَارِسُ — Dan para penunggang berserakan di tanah-tanah rendah,

عَلِقَتْ عَلَيْهَا — yang telah hinggap pada mereka

أَنْسُرٌ وَبُزَاةُ — burung-burung nasar dan elang.

فَالْأُسْدُ تُولَعُ — Maka singa-singa menjadi bergairah,

وَالْجَوَارِحُ تَغْتَذِي — dan burung-burung pemangsa makan,

وَالْأَرْضُ تَحْيَا — dan bumi hidup,

وَالْوَرَى أَمْوَاتُ — sementara manusia mati.

وَالْجَهْلُ يَسْخَرُ — Dan kebodohan mengejek,

وَالصَّوَابُ مُهَيَّمٌ — sementara kebenaran tertegun kebingungan,

وَالْجُنْدُ سُهْرٌ — dan para prajurit terjaga,

وَالْمُلُوكُ غُفَاةُ — sementara para raja tidur.

وَالْعَقْلُ يَبْكِي — Dan akal menangis,

وَالطَّبِيعَةُ ثَاكِلٌ — sementara alam seperti ibu yang kehilangan anak,

وَالدَّهْرُ يَضْحَكُ — dan zaman tertawa,

وَالرَّدَى شَمَّاتُ — sementara kematian bergembira atas penderitaan.

سُبْحَانَ مَنْ تَخِذَ الْعَوَالِمَ مُصْحَفًا — Mahasuci Dia yang menjadikan alam-alam sebagai kitab,

فِيهِ لِكُلِّ غَرِيبَةٍ آيَاتُ — di dalamnya ada tanda-tanda bagi setiap keajaiban.

(سَلِيمٌ عَنْحُورِيٌّ) — Salim Anhuri.

03Penjelasan bacaanDalami isi, kosakata, dan pelajaran yang disampaikan

Syair menggambarkan perang dari penghimpunan pasukan, istirahat malam, pertempuran pagi, hingga mayat yang menjadi santapan hewan. Gambaran awal tampak megah dan dinamis, tetapi bagian akhir mengungkapkan kesia-siaan serta penderitaan. Perbandingan prajurit yang terjaga dengan raja yang tertidur menyoroti perbedaan antara mereka yang menanggung perang dan mereka yang berada jauh dari bahayanya.

“بوارج” ialah kapal perang, “السواري” tiang-tiang kapal, dan “المرساة” jangkar. “قسطل” berarti debu tebal, “اللغوب” kelelahan, “الكرى” kantuk atau tidur, dan “الطلى” leher-leher. “هامات” berarti kepala-kepala, “الوهاد” tanah rendah, sedangkan “ثاكل” menggambarkan seseorang yang kehilangan anak.

Bait-bait awal membentuk perumpamaan laut secara berkelanjutan: daratan adalah laut, pasukan kapal, fatamorgana luapan air, dan bukit gelombang. Setelah itu, gerak senjata disamakan dengan pelukan serta tarian. Perumpamaan yang seolah indah ini justru menajamkan ironi karena yang digambarkan sebenarnya kehancuran manusia.

Bagian akhir memakai personifikasi: kebodohan mengejek, akal menangis, alam berkabung, dan kematian bersorak. Pasangan “الأرض تحيا والورى أموات” serta “الجند سهر والملوك غفاة” menyusun pertentangan makna. Bait penutup mengajak membaca alam sebagai kitab yang penuh tanda, sesudah pembaca diperlihatkan sisi tragis perang.

04Latihan pemahamanCoba jawab sebelum membuka pedoman

LOTS · 1–5

  1. بِمَاذَا شَبَّهَ الشَّاعِرُ مَوَاكِبَ الْجَيْشِ فِي الْبِدَايَةِ؟

  2. أَيْنَ حُشِدَتِ الْمَوَاكِبُ؟

  3. بِمَاذَا شَبَّهَ الشَّاعِرُ أَصْوَاتَ الْكَتَائِبِ وَلَمْعَ نِصَالِهَا؟

  4. مَتَى هَجَمَ الرِّجَالُ بَعْضُهُمْ عَلَى بَعْضٍ فِي الْقَصِيدَةِ؟

  5. مَنْ هُمُ النَّائِمُونَ الَّذِينَ يُقَابِلُهُمُ الْجُنْدُ السَّاهِرُونَ؟

MOTS · 6–10

  1. مَا الَّذِي تُبْرِزُهُ صُورَةُ الْجَيْشِ كَالسَّيْلِ؟

  2. كَيْفَ يَتَحَوَّلُ الْمَشْهَدُ مِنَ اللَّيْلِ إِلَى الصَّبَاحِ؟

  3. مَاذَا تُوحِي الْمُقَابَلَةُ بَيْنَ سَهَرِ الْجُنْدِ وَنَوْمِ الْمُلُوكِ؟

  4. مَاذَا يُفْهَمُ مِنْ قَوْلِهِ: «وَالْعَقْلُ يَبْكِي وَالطَّبِيعَةُ ثَاكِلٌ»؟

  5. كَيْفَ يُجَسِّدُ الشَّاعِرُ الْحُزْنَ فِي صُورَةِ الطَّبِيعَةِ؟

HOTS · 11–12

  1. هَلْ تَرَى أَنَّ الْقَصِيدَةَ تَدْعُو إِلَى الْإِعْجَابِ بِالْحَرْبِ أَمْ إِلَى التَّفَكُّرِ فِي ثَمَنِهَا؟ اسْتَدِلَّ.

  2. اِقْتَرِحْ خَاتِمَةً قَصِيرَةً تَدْعُو إِلَى السَّلَامِ، وَتُنَاسِبُ حُزْنَ الْقَصِيدَةِ؟

Lihat pedoman jawaban

LOTS · 1–5

  1. شَبَّهَهَا بِالسَّيْلِ أَوْ بِاللَّيْلِ.

  2. حُشِدَتْ فِي سَهْلٍ تُحِيطُ بِهِ هَضَبَاتٌ.

  3. شَبَّهَ أَصْوَاتَهَا بِالرَّعْدِ، وَلَمْعَ نِصَالِهَا بِالْبَرْقِ.

  4. هَجَمُوا عِنْدَ طُلُوعِ الصَّبَاحِ.

  5. هُمُ الْمُلُوكُ.

MOTS · 6–10

  1. تُبْرِزُ كَثْرَةَ الْجُنُودِ وَقُوَّةَ حَرَكَتِهِمْ.

  2. يَنْتَقِلُ مِنَ الظَّلَامِ وَالْهُدُوءِ وَالتَّعَبِ إِلَى الضَّوْءِ وَالْهُجُومِ.

  3. تُوحِي بِاخْتِلَافِ مَا يَتَحَمَّلُهُ الْجُنْدُ وَالْمُلُوكُ مِنْ تَعَبِ الْحَرْبِ.

  4. يُفْهَمُ مِنْهُ الْحُزْنُ عَلَى مَا تُحْدِثُهُ الْحَرْبُ مِنْ مَوْتٍ وَمَصَائِبَ.

  5. يُصَوِّرُهَا كَأُمٍّ فَقَدَتْ وَلَدَهَا، فَيَجْعَلُ الْمَشْهَدَ شَدِيدَ الْأَلَمِ.

HOTS · 11–12

  1. أَرَى أَنَّهَا تَدْعُو إِلَى التَّفَكُّرِ فِي ثَمَنِهَا؛ فَهِيَ تُظْهِرُ مَوْتَ الْإِنْسَانِ وَبُكَاءَ الْعَقْلِ.

  2. مِثَالٌ: لِنَحْفَظْ حَيَاةَ الْإِنْسَانِ، وَلْنَجْعَلِ الْعَدْلَ وَالْحِوَارَ طَرِيقًا إِلَى حَلِّ الْخِلَافِ.

ENBahasa InggrisArti kata & terjemahan utuh

Draf Inggris · perlu ditinjau

Terjemahan utuh

The army marches like a flood, or like the night,
gathered on a plain surrounded by hills.

Battalions are like warships; the flag
became the mast of the ship, and the spear became the anchor.

The valleys seemed to flow because of so many troops,
like Arafah which is filled with streams of pilgrims.

Their voices became thunder and the glint of their weapons became lightning,
while the dust that filled the air became darkness.

The land turns like the sea, the mirage becomes its overflow,
horsemen became ships, and the hills became waves.

Evening came and darkness hid them in its belly;
there appears silence in which there is still movement.

Tired of laying bodies on the ground,
while the gust of wind lulled them into drowsiness.

Until morning erects its pillar of light,
and flashes of light cut through the veils of night,

men lunged at other men, as if they were
mountain peaks standing on horseback.

The shining swords clashed over the arms,
in the open field as if beautiful girls were embracing.

Brown spears sway as if drunk with neck blood,
until heads swayed.

The heads flew into the sky like shooting stars,
and the din of war sounded like applause.

The riders lay scattered on the low ground,
while vultures and eagles alighted on their bodies.

The lions are excited and the birds of prey are getting food;
the earth seems to be alive, while humans are dead.

Ignorance mocks and truth stuns in confusion;
the soldiers remained awake, while the kings fell asleep.

Reason weeps and nature wails like a mother who has lost her child;
age laughs, while death rejoices in suffering.

Glory be to He who made the whole world a book,
in which there are signs for every miracle.

(Salim Anhuri)

Arti kata / frasa

وَمَوَاكِبُ كَالسَّيْلِ أَوْ كَاللَّيْلِ — And the rows were like a flood or night

قَدْ حُشِدَتْ لِسَهْلٍ — has been collected on a plain

حَوْلَهُ هَضَبَاتُ — around which there are highlands.

وَكَتَائِبُ كَبَوَارِجَ — And the battalions are like warships,

أَعْلَامُهَا عَمَدُ السَّوَارِي — the flags are masts,

وَالْقَنَا الْمِرْسَاةُ — and the spears are anchors.

سَالَتْ بِكَثْرَتِهَا الْأَبَاطِحُ — The valleys flow because of their multitude,

مِثْلَمَا سَالَتْ بِرَهْطِ حَجِيجِهَا عَرَفَاتُ — as Arafah flows with his entourage of Hajj pilgrims.

أَصْوَاتُهَا رَعْدٌ — Their voices are thunder,

وَلَمْعُ نِصَالِهَا بَرْقٌ — and the glint of their weapons is lightning,

وَقَسْطَلُ جَوِّهَا ظُلُمَاتُ — and the thick dust in the air are darkness.

وَالْبَرُّ بَحْرٌ — And land is sea,

وَالسَّرَابُ عُبَابُهُ — and the mirage is the overflow of water,

وَالرَّكْبُ سُفُنٌ — and the company of riders are ships,

وَالرُّبَى مَوْجَاتُ — and the hills are waves.

أَمْسَتْ فَغَيَّبَهَا الظَّلَامُ بِجَوْفِهِ — They entered the evening, then darkness hid them in its belly,

وَبَدَا سُكُونٌ — and there was silence

طَيَّهُ حَرَكَاتُ — which has movements in its folds.

أَلْقَى اللُّغُوبُ عَلَى الصَّعِيدِ هَيَاكِلًا — Tired of lying bodies on the ground,

قَدْ كَهْرَبَتْهَا بِالْكَرَى نَسَمَاتُ — who had been drugged with drowsiness by the gust of wind.

حَتَّى إِذَا نَصَبَ الصَّبَاحُ عَمُودَهُ — Until the morning raises its pole,

وَاللَّيْلُ شَقَّتْ حُجُبَهُ لَمَعَاتُ — and night, its veils split by flashes of light,

هَوَتِ الرِّجَالُ عَلَى الرِّجَالِ — men lunge at other men,

كَأَنَّهُمْ قُلَلُ الْجِبَالِ — as if they were mountain peaks,

مُتُونُهَا الصَّهَوَاتُ — whose backs are the backs of horses.

وَتَعَانَقَتْ فَوْقَ السَّوَاعِدِ بِيضُهُمْ — And their white swords embraced each other over their arms,

تَحْتَ الْعَرَاءِ كَأَنَّهَا غَادَاتُ — in the open space as if the girls were graceful.

وَتَرَنَّحَتْ سُمْرُ الْقَنَا نَشْوَانَةً — And the brown spears sway drunkenly

بِدَمِ الطُّلَى — by the blood of the necks,

فَتَرَنَّحَتْ هَامَاتُ — so that heads reeled.

وَتَطَايَرَتْ نَحْوَ الْفَضَاءِ — And flew towards the sky

كَأَنَّمَا شُهُبٌ — as if the stars were falling,

وَضَوْضَاءُ الْوَغَى صَفَقَاتُ — while the noise of war is clapping.

وَتَبَعْثَرَتْ فَوْقَ الْوِهَادِ فَوَارِسُ — And the riders scattered on the low lands,

عَلِقَتْ عَلَيْهَا — that has landed on them

أَنْسُرٌ وَبُزَاةُ — vultures and eagles.

فَالْأُسْدُ تُولَعُ — So the lions became excited,

وَالْجَوَارِحُ تَغْتَذِي — and the birds of prey eat,

وَالْأَرْضُ تَحْيَا — and the earth lives,

وَالْوَرَى أَمْوَاتُ — while humans die.

وَالْجَهْلُ يَسْخَرُ — And stupidity mocks,

وَالصَّوَابُ مُهَيَّمٌ — while the truth is stunned in confusion,

وَالْجُنْدُ سُهْرٌ — and the soldiers awake,

وَالْمُلُوكُ غُفَاةُ — while the kings slept.

وَالْعَقْلُ يَبْكِي — And reason cries,

وَالطَّبِيعَةُ ثَاكِلٌ — while nature is like a mother who has lost her child,

وَالدَّهْرُ يَضْحَكُ — and the ages laugh,

وَالرَّدَى شَمَّاتُ — while death rejoices in suffering.

سُبْحَانَ مَنْ تَخِذَ الْعَوَالِمَ مُصْحَفًا — Glory be to He who made the worlds a book,

فِيهِ لِكُلِّ غَرِيبَةٍ آيَاتُ — in it are signs for every miracle.

(سَلِيمٌ عَنْحُورِيٌّ) — Salim Anhuri.

Teks sumberBaca redaksi sumber yang tersimpan dalam koleksi

ومواكب كالسيل أو كالليل قد
حشدت لسهل حوله هضبات

وكتائب كبوارج أعلامها
عمد السواري والقنا المرساة

سالت بكثرتها الأباطح مثلما
سالت برهط حجيجها عرفات

أصواتها رعد ولمع نصالها
برق وقسطل جوها ظلمات

والبر بحر والسراب عبابه
والركب سفن والربى موجات

أمست فغيبها الظلام بجوفه
وبدا سكون طيه حركات

ألقى اللغوب على الصعيد هياكلا
قد كهربتها بالكرى نسمات

حتى إذا نصب الصباح عموده
والليل شقت حجبه لمعات

هوت الرجال على الرجال كأنهم
قلل الجبال متونها الصهوات

وتعانقت فوق السواعد بيضهم
تحت العراء كأنها غادات

وترنحت سمر القنا نشوانة
بدم الطلى فترنحت هامات

وتطايرت نحو الفضاء كأنما
شهب وضوضاء الوغى صفقات

وتبعثرت فوق الوهاد فوارس
علقت عليها أنسر وبزاة

فالأسد تولع والجوارح تغتذي
والأرض تحيا والورى أموات

والجهل يسخر والصواب مهيم
والجند سهر والملوك غفاة

والعقل يبكي والطبيعة ثاكل
والدهر يضحك والردى شمات

سبحان من تخذ العوالم مصحفا
فيه لكل غريبة آيات

(سليم عنحوري)

AL-QIRA’AH AR-RASYIDAH

Bagian bacaan

Catat bacaanmu

Al-Qira’ah Ar-Rasyidah · Jilid 4 · Bacaan 53 · الحرب

Tersimpan di perangkat ini. Masuk agar progres dapat dibuka di perangkat lain.
Masuk untuk sinkronisasi

BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Al-Qira’ah Ar-Rasyidah · Jilid 4 · Bacaan 53 · الحرب

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan