Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Membaca tujuan dan adab penyusun · Alfiyah — Syarah Pembelajaran
Koleksi belajar
NAHWU & SHARAF · EDISI AWAL

Alfiyah Syarah Pembelajaran

Pahami kaidahnya. Uraikan kalimatnya.

71 bait20 pelajaran60 latihan
ألفيةابن مالك

Edisi awal: mukadimah dan tiga bab pertama, bait 1–71. Bab al-‘Alam dan bagian sesudahnya belum dimasukkan.

PELAJARAN 1 DARI 20 · BAIT 1–7

Membaca tujuan dan adab penyusun

مقدمة الناظم

Memahami tujuan nazam, cara memakai syarah, dan penghargaan Ibnu Malik kepada pendahulunya.

Bekal sebelum membaca

Dapat membaca huruf Arab. Istilah nahwu akan diperkenalkan pada pelajaran berikutnya.

Buka pengantar dasar ↗

01 Baca matannya

قَالَ مُحَمَّدٌ هُوَ ابْنُ مَالِكِ

أَحْمَدُ رَبِّي اللَّهَ خَيْرَ مَالِكِ

Terjemahan maksud

Muhammad, yaitu Ibnu Malik, berkata: Aku memuji Tuhanku, Allah, sebaik-baik pemilik.

مُصَلِّيًا عَلَى النَّبِيِّ الْمُصْطَفَى

وَآلِهِ الْمُسْتَكْمِلِينَ الشَّرَفَا

Terjemahan maksud

Seraya berselawat kepada Nabi yang terpilih dan keluarganya yang memiliki kemuliaan sempurna.

وَأَسْتَعِينُ اللَّهَ فِي أَلْفِيَّهْ

مَقَاصِدُ النَّحْوِ بِهَا مَحْوِيَّهْ

Terjemahan maksud

Aku memohon pertolongan Allah dalam menyusun Alfiyah yang menghimpun pokok-pokok ilmu nahwu.

تُقَرِّبُ الْأَقْصَى بِلَفْظٍ مُوجَزِ

وَتَبْسُطُ الْبَذْلَ بِوَعْدٍ مُنْجَزِ

Terjemahan maksud

Ia mendekatkan pembahasan yang jauh dengan ungkapan ringkas dan meluaskan pemberian ilmu dengan janji yang dipenuhi.

وَتَقْتَضِي رِضًا بِغَيْرِ سُخْطِ

فَائِقَةً أَلْفِيَّةَ ابْنِ مُعْطِ

Terjemahan maksud

Ia mengharapkan penerimaan tanpa kemurkaan, dengan keunggulan atas Alfiyah Ibnu Mu‘thi.

وَهْوَ بِسَبْقٍ حَائِزٌ تَفْضِيلَا

مُسْتَوْجِبٌ ثَنَائِيَ الْجَمِيلَا

Terjemahan maksud

Namun, karena lebih dahulu, beliau memiliki keutamaan dan berhak mendapatkan pujianku yang baik.

وَاللَّهُ يَقْضِي بِهِبَاتٍ وَافِرَهْ

لِي وَلَهُ فِي دَرَجَاتِ الْآخِرَهْ

Terjemahan maksud

Semoga Allah menetapkan karunia berlimpah bagiku dan baginya dalam derajat-derajat akhirat.

02 Kosakata kunci

Pilihan istilah dan frasa penting pada pelajaran ini.

أَسْتَعِينُ
aku memohon pertolongan
مَقَاصِدُ
pokok-pokok tujuan
مُوجَزِ
ringkas
بِسَبْقٍ
karena lebih dahulu

03 Pahami kaidahnya

Memulai dari maksud penulis

Ibnu Malik membuka nazam dengan pujian kepada Allah, selawat, dan permohonan pertolongan. Bait 3 menyatakan pokok pekerjaannya: menghimpun pembahasan nahwu dalam bentuk ringkas. Karena ringkas, satu ungkapan dapat mengandung syarat atau menunjuk contoh yang penjelasannya baru tampak setelah dibaca bersama bait berikutnya. Bacalah dua penggal sebagai satu kesatuan sebelum menarik kaidah.

Ringkas bukan berarti tanpa prasyarat

Janji mendekatkan pembahasan pada bait 4 perlu dibaca sebagai tujuan penyusunan. Bagi pelajar, nazam menjadi pegangan setelah maknanya dipahami. Dalam aplikasi ini, urutannya ialah membaca bait, memahami terjemahan maksud, mempelajari contoh, lalu menguji pemahaman. Hafalan membantu mengingat kaidah; latihan menunjukkan apakah kaidah itu dapat digunakan.

Mengakui karya yang mendahului

Bait 5 menyampaikan penilaian penyusun atas karyanya, lalu bait 6 mengakui keutamaan Ibnu Mu‘thi karena telah mendahului. Bait 7 ditutup dengan doa untuk keduanya. Pelajar dapat mengambil adab: membandingkan karya tidak mengharuskan merendahkan penulis lain. Uraian kita juga dipisahkan dari matan; kalimat Indonesia di halaman ini bukan ucapan asli Ibnu Malik.

Pendalaman & batas penerapan

Beberapa akhir bait memakai bentuk bunyi untuk nazam dan waqaf. Jangan menjadikan setiap alif atau sukun pada akhir penggal sebagai pola ejaan prosa. Nomor bait di sini mengikuti naskah pembanding, termasuk tujuh bait mukadimah.

04 Uraikan kalimatnya

أَحْمَدُ رَبِّي

Aku memuji Tuhanku.

Lihat analisis i‘rab

أَحْمَدُ: fi‘il mudhari‘ marfu‘ dengan dhammah; fa‘ilnya dhamir tersembunyi أَنَا. رَبِّي: maf‘ul bih manshub dengan fathah yang diperkirakan sebelum ya pembicara; رَبّ adalah mudhaf, dan ya adalah mudhaf ilaih. Contoh ini memperkenalkan bahwa tanda i‘rab tidak selalu terlihat.

05 Uji pemahamanmu

Coba jawab dengan alasan sebelum membuka pembahasan.

  1. Apa tujuan Alfiyah yang dinyatakan pada bait 3?

    Buka pembahasan

    Menghimpun pokok pembahasan nahwu dalam nazam. Pernyataan itu menjelaskan mengapa banyak ungkapannya perlu diuraikan dengan syarah.

  2. Apa hubungan bait 5 dan 6?

    Buka pembahasan

    Setelah menyebut keunggulan karyanya, penyusun tetap mengakui keutamaan Ibnu Mu‘thi sebagai pendahulu. Keduanya perlu dibaca bersama.

  3. Mengapa hafalan perlu disertai contoh?

    Buka pembahasan

    Karena mengingat bunyi kaidah belum menunjukkan kemampuan menentukan tempat berlakunya kaidah pada kalimat baru.

Rujukan pelajaran

Syarah Ibnu Aqil · jilid 1 · halaman 10–12 ↗

Tautan membuka awal rentang pembahasan. Catatan kaki dalam edisi ini dapat berasal dari penyunting; uraian pelajaran disusun kembali dalam bahasa Indonesia.

Buka halaman matan pembanding ↗

Asal naskah dan catatan penyusunan

BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Alfiyah — Syarah Pembelajaran · Pelajaran 1 · Membaca tujuan dan adab penyusunEdisi awal · revisi 1

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan