Membaca tujuan dan adab penyusun
مقدمة الناظم
Memahami tujuan nazam, cara memakai syarah, dan penghargaan Ibnu Malik kepada pendahulunya.
Bekal sebelum membaca
Dapat membaca huruf Arab. Istilah nahwu akan diperkenalkan pada pelajaran berikutnya.
Buka pengantar dasar ↗01 Baca matannya
قَالَ مُحَمَّدٌ هُوَ ابْنُ مَالِكِ
أَحْمَدُ رَبِّي اللَّهَ خَيْرَ مَالِكِ
Terjemahan maksud
Muhammad, yaitu Ibnu Malik, berkata: Aku memuji Tuhanku, Allah, sebaik-baik pemilik.
مُصَلِّيًا عَلَى النَّبِيِّ الْمُصْطَفَى
وَآلِهِ الْمُسْتَكْمِلِينَ الشَّرَفَا
Terjemahan maksud
Seraya berselawat kepada Nabi yang terpilih dan keluarganya yang memiliki kemuliaan sempurna.
وَأَسْتَعِينُ اللَّهَ فِي أَلْفِيَّهْ
مَقَاصِدُ النَّحْوِ بِهَا مَحْوِيَّهْ
Terjemahan maksud
Aku memohon pertolongan Allah dalam menyusun Alfiyah yang menghimpun pokok-pokok ilmu nahwu.
تُقَرِّبُ الْأَقْصَى بِلَفْظٍ مُوجَزِ
وَتَبْسُطُ الْبَذْلَ بِوَعْدٍ مُنْجَزِ
Terjemahan maksud
Ia mendekatkan pembahasan yang jauh dengan ungkapan ringkas dan meluaskan pemberian ilmu dengan janji yang dipenuhi.
وَتَقْتَضِي رِضًا بِغَيْرِ سُخْطِ
فَائِقَةً أَلْفِيَّةَ ابْنِ مُعْطِ
Terjemahan maksud
Ia mengharapkan penerimaan tanpa kemurkaan, dengan keunggulan atas Alfiyah Ibnu Mu‘thi.
وَهْوَ بِسَبْقٍ حَائِزٌ تَفْضِيلَا
مُسْتَوْجِبٌ ثَنَائِيَ الْجَمِيلَا
Terjemahan maksud
Namun, karena lebih dahulu, beliau memiliki keutamaan dan berhak mendapatkan pujianku yang baik.
وَاللَّهُ يَقْضِي بِهِبَاتٍ وَافِرَهْ
لِي وَلَهُ فِي دَرَجَاتِ الْآخِرَهْ
Terjemahan maksud
Semoga Allah menetapkan karunia berlimpah bagiku dan baginya dalam derajat-derajat akhirat.
02 Kosakata kunci
Pilihan istilah dan frasa penting pada pelajaran ini.
- أَسْتَعِينُ
- aku memohon pertolongan
- مَقَاصِدُ
- pokok-pokok tujuan
- مُوجَزِ
- ringkas
- بِسَبْقٍ
- karena lebih dahulu
03 Pahami kaidahnya
Memulai dari maksud penulis
Ibnu Malik membuka nazam dengan pujian kepada Allah, selawat, dan permohonan pertolongan. Bait 3 menyatakan pokok pekerjaannya: menghimpun pembahasan nahwu dalam bentuk ringkas. Karena ringkas, satu ungkapan dapat mengandung syarat atau menunjuk contoh yang penjelasannya baru tampak setelah dibaca bersama bait berikutnya. Bacalah dua penggal sebagai satu kesatuan sebelum menarik kaidah.
Ringkas bukan berarti tanpa prasyarat
Janji mendekatkan pembahasan pada bait 4 perlu dibaca sebagai tujuan penyusunan. Bagi pelajar, nazam menjadi pegangan setelah maknanya dipahami. Dalam aplikasi ini, urutannya ialah membaca bait, memahami terjemahan maksud, mempelajari contoh, lalu menguji pemahaman. Hafalan membantu mengingat kaidah; latihan menunjukkan apakah kaidah itu dapat digunakan.
Mengakui karya yang mendahului
Bait 5 menyampaikan penilaian penyusun atas karyanya, lalu bait 6 mengakui keutamaan Ibnu Mu‘thi karena telah mendahului. Bait 7 ditutup dengan doa untuk keduanya. Pelajar dapat mengambil adab: membandingkan karya tidak mengharuskan merendahkan penulis lain. Uraian kita juga dipisahkan dari matan; kalimat Indonesia di halaman ini bukan ucapan asli Ibnu Malik.
Pendalaman & batas penerapan
Beberapa akhir bait memakai bentuk bunyi untuk nazam dan waqaf. Jangan menjadikan setiap alif atau sukun pada akhir penggal sebagai pola ejaan prosa. Nomor bait di sini mengikuti naskah pembanding, termasuk tujuh bait mukadimah.
04 Uraikan kalimatnya
أَحْمَدُ رَبِّي
Aku memuji Tuhanku.
Lihat analisis i‘rab
أَحْمَدُ: fi‘il mudhari‘ marfu‘ dengan dhammah; fa‘ilnya dhamir tersembunyi أَنَا. رَبِّي: maf‘ul bih manshub dengan fathah yang diperkirakan sebelum ya pembicara; رَبّ adalah mudhaf, dan ya adalah mudhaf ilaih. Contoh ini memperkenalkan bahwa tanda i‘rab tidak selalu terlihat.
05 Uji pemahamanmu
Coba jawab dengan alasan sebelum membuka pembahasan.
Apa tujuan Alfiyah yang dinyatakan pada bait 3?
Buka pembahasan
Menghimpun pokok pembahasan nahwu dalam nazam. Pernyataan itu menjelaskan mengapa banyak ungkapannya perlu diuraikan dengan syarah.
Apa hubungan bait 5 dan 6?
Buka pembahasan
Setelah menyebut keunggulan karyanya, penyusun tetap mengakui keutamaan Ibnu Mu‘thi sebagai pendahulu. Keduanya perlu dibaca bersama.
Mengapa hafalan perlu disertai contoh?
Buka pembahasan
Karena mengingat bunyi kaidah belum menunjukkan kemampuan menentukan tempat berlakunya kaidah pada kalimat baru.
Kemajuan tersimpan di perangkat ini.
Rujukan pelajaran
Syarah Ibnu Aqil · jilid 1 · halaman 10–12 ↗
Tautan membuka awal rentang pembahasan. Catatan kaki dalam edisi ini dapat berasal dari penyunting; uraian pelajaran disusun kembali dalam bahasa Indonesia.