Jamak mudzakkar salim dan mulhaq
جمع المذكر السالم وملحقاته
Membaca tanda i‘rab jamak salim, mengenali mulhaq, dan membedakan nun jamak dari nun mutsanna.
01 Baca matannya
وَارْفَعْ بِوَاوٍ وَبِيَا اجْرُرْ وَانْصِبِ
سَالِمَ جَمْعِ عَامِرٍ وَمُذْنِبِ
Terjemahan maksud
Rafa‘kan dengan waw, serta jarkan dan nashabkan dengan ya, bentuk jamak salim dari ‘Amir dan mudznib—
وَشِبْهِ ذَيْنِ وَبِهِ عِشْرُونَا
وَبَابُهُ أُلْحِقَ وَالْأَهْلُونَا
Terjemahan maksud
—serta kata sejenis keduanya. ‘Isyruna dan kelompoknya, serta ahluna, diikutkan pada i‘rab ini.
أُولُو وَعَالَمُونَ عِلِّيُّونَا
وَأَرَضُونَ شَذَّ وَالسِّنُونَا
Terjemahan maksud
Demikian pula ulu, ‘alamuna, dan ‘illiyyuna; aradhuna menyimpang dari pola biasa, juga sinuna—
وَبَابُهُ وَمِثْلَ حِينٍ قَدْ يَرِدْ
ذَا الْبَابُ وَهْوَ عِنْدَ قَوْمٍ يَطَّرِدْ
Terjemahan maksud
—dan kelompoknya. Kelompok terakhir ini terkadang dipakai seperti hin; sebagian ahli bahasa memperluas pemakaian itu.
وَنُونَ مَجْمُوعٍ وَمَا بِهِ الْتَحَقْ
فَافْتَحْ وَقَلَّ مَنْ بِكَسْرِهِ نَطَقْ
Terjemahan maksud
Bacalah nun jamak dan bentuk yang diikutkan kepadanya dengan fathah; pembacaan dengan kasrah sedikit.
وَنُونُ مَا ثُنِّيَ وَالْمُلْحَقِ بِهْ
بِعَكْسِ ذَاكَ اسْتَعْمَلُوهُ فَانْتَبِهْ
Terjemahan maksud
Nun mutsanna dan bentuk yang diikutkan kepadanya dipakai dengan kebalikan ketentuan itu; perhatikanlah.
02 Kosakata kunci
Pilihan istilah dan frasa penting pada pelajaran ini.
- سَالِمَ جَمْعِ
- jamak yang mempertahankan bentuk tunggal
- أُلْحِقَ
- diikutkan
- أُولُو
- para pemilik
- السِّنُونَا
- tahun-tahun; alif akhir untuk nazam
03 Pahami kaidahnya
Waw atau ya sesuai kedudukan
Jamak mudzakkar salim seperti مُعَلِّمُونَ dirafa‘kan dengan waw; nashab dan jar memakai ya: مُعَلِّمِينَ. Bentuk tunggalnya tetap dikenali. Contoh عامر pada nazam mewakili nama laki-laki berakal, sedangkan مذنب mewakili sifat. Pembentukan jamak ini mempunyai syarat; tidak semua isim cukup ditambahi -un.
Mulhaq mengikuti i‘rab, bukan seluruh syarat bentuk
Bilangan puluhan, أَهْلُونَ, أُولُو, عَالَمُونَ, عِلِّيُّونَ, أَرَضُونَ, dan سِنُونَ disebut dalam nazam. Mereka mengikuti i‘rab jamak ini walaupun tidak memenuhi seluruh syarat jamak salim yang biasa. Ulu bermakna para pemilik. Sinun berarti tahun-tahun; sebagian penggunaan kelompok ini mengikuti pola lain yang dicatat pada bait 38.
Harakat nun membantu membaca
Nun jamak salim pada pola utama dibaca fathah: مُعَلِّمُونَ dan مُعَلِّمِينَ. Nun mutsanna dibaca kasrah: مُعَلِّمَانِ dan مُعَلِّمَيْنِ. Nazam mencatat pemakaian lain yang sedikit; gunakan pola utama dahulu. Dalam idhafah, nun kedua kelompok dibuang, seperti مُعَلِّمُو الْمَدْرَسَةِ. Huruf waw tetap menjadi tanda rafa‘.
Pendalaman & batas penerapan
Pada pemakaian سنين seperti حين, i‘rab dapat berada pada nun dan ya tetap. Ibnu Aqil membahas batas perluasan pemakaian itu. Pembacaan teks yang mengikuti bahasa tersebut tidak boleh dikoreksi hanya karena berbeda dari pola latihan utama.
04 Uraikan kalimatnya
حَضَرَ الْمُعَلِّمُونَ
Para guru laki-laki hadir.
Lihat analisis i‘rab
الْمُعَلِّمُونَ: fa‘il marfu‘ dengan waw karena jamak mudzakkar salim. Nun berfathah.
مَرَرْتُ بِالْمُعَلِّمِينَ
Aku melewati para guru laki-laki.
Lihat analisis i‘rab
الْمُعَلِّمِينَ: majrur dengan ya; mim sebelum ya berkasrah dan nun berfathah. Ini berbeda dari الْمُعَلِّمَيْنِ, “dua guru”.
05 Uji pemahamanmu
Coba jawab dengan alasan sebelum membuka pembahasan.
Apa tanda nashab مُعَلِّمِينَ?
Buka pembahasan
Ya, karena jamak mudzakkar salim; bukan fathah pada nun.
Apa beda مُعَلِّمَيْنِ dan مُعَلِّمِينَ?
Buka pembahasan
Yang pertama dua guru: ya didahului fathah, nun kasrah. Yang kedua para guru: ya didahului kasrah, nun fathah.
Mengapa عشرون disebut mulhaq?
Buka pembahasan
Ia mengikuti tanda i‘rab jamak mudzakkar salim, tetapi bukan jamak teratur dari satu kata tunggal yang memenuhi syarat pembentukannya.
Kemajuan tersimpan di perangkat ini.
Rujukan pelajaran
Syarah Ibnu Aqil · jilid 1 · halaman 59–72 ↗
Tautan membuka awal rentang pembahasan. Catatan kaki dalam edisi ini dapat berasal dari penyunting; uraian pelajaran disusun kembali dalam bahasa Indonesia.