Isim maqshur dan manqush
المقصور والمنقوص
Mengenali i‘rab yang diperkirakan pada alif atau ya tanpa menyamakannya dengan bina.
01 Baca matannya
وَسَمِّ مُعْتَلًّا مِنَ الْأَسْمَاءِ مَا
كَالْمُصْطَفَى وَالْمُرْتَقِي مَكَارِمَا
Terjemahan maksud
Namakan isim yang seperti al-Mushthafa dan al-murtaqi makarima sebagai isim mu‘tal.
فَالْأَوَّلُ الْإِعْرَابُ فِيهِ قُدِّرَا
جَمِيعُهُ وَهْوَ الَّذِي قَدْ قُصِرَا
Terjemahan maksud
Pada jenis pertama, semua tanda i‘rab diperkirakan; itulah yang disebut maqshur.
وَالثَّانِ مَنْقُوصٌ وَنَصْبُهُ ظَهَرْ
وَرَفْعُهُ يُنْوَى كَذَا أَيْضًا يُجَرْ
Terjemahan maksud
Jenis kedua disebut manqush: tanda nashabnya tampak, sedangkan rafa‘ dan jarnya diperkirakan.
02 Kosakata kunci
Pilihan istilah dan frasa penting pada pelajaran ini.
- مُعْتَلًّا
- berhuruf akhir ‘illat dalam pembahasan ini
- قُدِّرَا
- diperkirakan
- مَنْقُوصٌ
- isim berakhir ya lazim setelah kasrah
- يُنْوَى
- diperkirakan dalam i‘rab
03 Pahami kaidahnya
Maqshur: tiga keadaan dengan bentuk akhir tetap
Isim maqshur ialah isim mu‘rab yang berakhir alif lazim, seperti الْفَتَى dan الْمُصْطَفَى. Dhammah, fathah, dan kasrah diperkirakan pada alif karena tidak dapat ditampakkan. الْفَتَى dalam جَاءَ الْفَتَى adalah marfu‘; dalam رَأَيْتُ الْفَتَى manshub; dalam مَرَرْتُ بِالْفَتَى majrur. Bentuk akhir sama, keadaan i‘rab berbeda.
Manqush: nashab terlihat
Isim manqush ialah isim mu‘rab yang berakhir ya lazim dan sebelumnya kasrah, seperti الْقَاضِي. Rafa‘ dan jar diperkirakan pada ya karena berat diucapkan, sedangkan fathah nashab tampak: رَأَيْتُ الْقَاضِيَ. Ya pada قَاضِي bukan ya pembicara. Kata أَبِي dengan ya pembicara tidak otomatis masuk manqush karena hubungan ya-nya berbeda.
Bedakan sebab takdir
Pada maqshur, sebabnya ta‘adzdzur, yakni tanda tidak dapat ditampakkan pada alif. Pada manqush, dhammah dan kasrah diperkirakan karena tsiqal atau beratnya pelafalan. Keduanya tetap mu‘rab. Penetapan keadaan i‘rab mengikuti amil dan fungsi kata, meskipun tanda tidak tampak di permukaan.
Pendalaman & batas penerapan
Manqush nakirah yang tidak menjadi mudhaf membuang ya pada rafa‘ dan jar, seperti جَاءَ قَاضٍ dan مَرَرْتُ بِقَاضٍ; pada nashab ya dipertahankan: رَأَيْتُ قَاضِيًا. Penghapusan ya ini tidak menjadikan kata tersebut mabni.
04 Uraikan kalimatnya
جَاءَ الْفَتَى
Pemuda itu datang.
Lihat analisis i‘rab
الْفَتَى: fa‘il marfu‘ dengan dhammah yang diperkirakan pada alif; terhalang tampak karena ta‘adzdzur.
رَأَيْتُ الْقَاضِيَ
Aku melihat hakim itu.
Lihat analisis i‘rab
الْقَاضِيَ: maf‘ul bih manshub dengan fathah yang tampak pada ya. Bandingkan مَرَرْتُ بِالْقَاضِي, dengan kasrah diperkirakan.
05 Uji pemahamanmu
Coba jawab dengan alasan sebelum membuka pembahasan.
Apa tanda rafa‘ الفتى?
Buka pembahasan
Dhammah yang diperkirakan pada alif karena ta‘adzdzur.
Pada keadaan apa tanda manqush tampak?
Buka pembahasan
Nashab: fathah pada ya, seperti الْقَاضِيَ.
Apakah ya pada القاضي sama fungsinya dengan ya pada كتابي?
Buka pembahasan
Tidak. Yang pertama bagian bentuk kata; yang kedua dhamir pembicara sebagai mudhaf ilaih.
Kemajuan tersimpan di perangkat ini.
Rujukan pelajaran
Syarah Ibnu Aqil · jilid 1 · halaman 80–82 ↗
Tautan membuka awal rentang pembahasan. Catatan kaki dalam edisi ini dapat berasal dari penyunting; uraian pelajaran disusun kembali dalam bahasa Indonesia.