Mudhari‘ mu‘tal akhir
الفعل المضارع المعتل الآخر
Mengubah mudhari‘ berakhir alif, waw, atau ya setelah amil nashab dan jazm.
Bekal sebelum membaca
Pelajaran 12–13: bedakan penghapusan nun dari penghapusan huruf ‘illat.
Buka pengantar dasar ↗01 Baca matannya
وَأَيُّ فِعْلٍ آخِرٌ مِنْهُ أَلِفْ
أَوْ وَاوٌ أَوْ يَاءٌ فَمُعْتَلًّا عُرِفْ
Terjemahan maksud
Fi‘il yang huruf akhirnya alif, waw, atau ya dikenal sebagai fi‘il mu‘tal.
فَالْأَلِفَ انْوِ فِيهِ غَيْرَ الْجَزْمِ
وَأَبْدِ نَصْبَ مَا كَيَدْعُو يَرْمِي
Terjemahan maksud
Pada yang berakhir alif, perkirakan tanda selain jazm; tampakkan tanda nashab pada yang seperti yad‘u dan yarmi.
وَالرَّفْعَ فِيهِمَا انْوِ وَاحْذِفْ جَازِمَا
ثَلَاثَهُنَّ تَقْضِ حُكْمًا لَازِمَا
Terjemahan maksud
Perkirakan rafa‘ pada dua jenis terakhir; saat menjazmkan, hapuslah salah satu dari ketiga huruf akhir itu sesuai jenisnya.
02 Kosakata kunci
Pilihan istilah dan frasa penting pada pelajaran ini.
- آخِرٌ
- huruf akhir
- انْوِ
- perkirakanlah
- أَبْدِ
- tampakkanlah
- احْذِفْ
- hapuslah
03 Pahami kaidahnya
Tiga huruf akhir
Contoh mudhari‘ mu‘tal akhir ialah يَسْعَى, يَدْعُو, dan يَرْمِي. Huruf akhirnya masing-masing alif, waw, dan ya. Ketika marfu‘, dhammah diperkirakan pada ketiganya. Sebab pada alif ialah ta‘adzdzur; pada waw dan ya ialah beratnya pelafalan. Yang dibahas di sini ialah bentuk tunggal seperti contoh itu.
Nashab tidak selalu menampakkan fathah
Setelah lan, bentuk alif tetap لَنْ يَسْعَى, dengan fathah diperkirakan. Pada waw dan ya, fathah ditampakkan: لَنْ يَدْعُوَ dan لَنْ يَرْمِيَ. Karena itu jangan menghapus huruf ‘illat hanya karena ada huruf nashab. Penghapusan ketiga huruf akhir merupakan tanda jazm dalam pola ini.
Jazm dengan penghapusan
Setelah lam: لَمْ يَسْعَ, لَمْ يَدْعُ, dan لَمْ يَرْمِ. Yang menjadi tanda jazm ialah hilangnya alif, waw, atau ya, bukan fathah, dhammah, atau kasrah yang tersisa sebelumnya. Harakat yang tersisa membantu mengenali huruf yang telah dibuang. Ini berbeda dari fi‘il shahih akhir seperti لَمْ يَكْتُبْ yang dijazmkan dengan sukun.
Pendalaman & batas penerapan
Apabila fi‘il mu‘tal tersambung dhamir yang menjadikannya bagian af‘al khamsah, analisisnya juga memperhitungkan bentuk tersebut. Jangan menerapkan penghapusan huruf akhir contoh tunggal secara mekanis pada setiap bentuk jamak atau mutsanna.
04 Uraikan kalimatnya
لَمْ يَرْمِ الطَّالِبُ الْوَرَقَ
Siswa itu tidak melempar kertas.
Lihat analisis i‘rab
يَرْمِ: mudhari‘ majzum dengan penghapusan ya sebagai huruf ‘illat; kasrah pada mim bukan tanda jar. الطَّالِبُ: fa‘il; الْوَرَقَ: objek.
لَنْ يَسْعَى إِلَى الشَّرِّ
Ia tidak akan berusaha menuju keburukan.
Lihat analisis i‘rab
يَسْعَى: mudhari‘ manshub oleh lan, tandanya fathah diperkirakan pada alif. Fa‘ilnya هو yang tersembunyi.
05 Uji pemahamanmu
Coba jawab dengan alasan sebelum membuka pembahasan.
Jazmkan يَدْعُو dengan لم.
Buka pembahasan
لَمْ يَدْعُ; tanda jazm penghapusan waw.
Mengapa لن يسعى masih berakhir alif?
Buka pembahasan
Karena nashab pada alif diperkirakan; alif dihapus dalam jazm, bukan nashab.
Bandingkan tanda jazm يكتب dan يرمي.
Buka pembahasan
لَمْ يَكْتُبْ dengan sukun; لَمْ يَرْمِ dengan penghapusan huruf ‘illat.
Kemajuan tersimpan di perangkat ini.
Rujukan pelajaran
Syarah Ibnu Aqil · jilid 1 · halaman 83–85 ↗
Tautan membuka awal rentang pembahasan. Catatan kaki dalam edisi ini dapat berasal dari penyunting; uraian pelajaran disusun kembali dalam bahasa Indonesia.