Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Nakirah dan enam contoh ma‘rifah · Alfiyah — Syarah Pembelajaran
Koleksi belajar
NAHWU & SHARAF · EDISI AWAL

Alfiyah Syarah Pembelajaran

Pahami kaidahnya. Uraikan kalimatnya.

71 bait20 pelajaran60 latihan
ألفيةابن مالك

Edisi awal: mukadimah dan tiga bab pertama, bait 1–71. Bab al-‘Alam dan bagian sesudahnya belum dimasukkan.

PELAJARAN 15 DARI 20 · BAIT 52–53

Nakirah dan enam contoh ma‘rifah

النكرة والمعرفة

Mengenali nakirah melalui al yang berpengaruh dan mengelompokkan contoh ma‘rifah.

Bekal sebelum membaca

Tanda isim pada pelajaran 3 dan idhafah pada pelajaran 8–9.

Buka pengantar dasar ↗

01 Baca matannya

نَكِرَةٌ قَابِلُ أَلْ مُؤَثِّرَا

أَوْ وَاقِعٌ مَوْقِعَ مَا قَدْ ذُكِرَا

Terjemahan maksud

Nakirah ialah yang menerima al yang menghasilkan kema‘rifahan, atau yang menempati kedudukan kata semacam itu.

وَغَيْرُهُ مَعْرِفَةٌ كَهُمْ وَذِي

وَهِنْدَ وَابْنِي وَالْغُلَامِ وَالَّذِي

Terjemahan maksud

Selainnya ialah ma‘rifah, seperti hum, dzi, Hind, ibni, al-ghulam, dan alladzi.

02 Kosakata kunci

Pilihan istilah dan frasa penting pada pelajaran ini.

نَكِرَةٌ
isim yang belum menentukan individu
مُؤَثِّرَا
menghasilkan kema‘rifahan
مَعْرِفَةٌ
isim yang menentukan acuannya menurut jenisnya
ذِي
isim isyarah feminin dalam bait ini

03 Pahami kaidahnya

Belum menunjuk individu tertentu

Nakirah menunjukkan sesuatu tanpa menetapkan individu tertentu dalam pengertian katanya. رَجُلٌ berarti seorang laki-laki, belum menentukan siapa. Salah satu pengujiannya ialah menerima al yang menghasilkan kema‘rifahan: الرَّجُلُ. Kata مُؤَثِّرًا pada bait membatasi jenis al yang dimaksud; bukan setiap tambahan al selalu mengubah nakirah menjadi ma‘rifah.

Ada nakirah yang tidak menerima al secara langsung

ذُو dalam ذُو عِلْمٍ bermakna “pemilik ilmu”. Ia tidak menerima al secara langsung pada pemakaian ini, tetapi menempati makna صَاحِبٌ yang dapat menerima al. Inilah tujuan bagian kedua bait 52. Definisi perlu mencakup makna dan pemakaian, tidak berhenti pada percobaan menempelkan dua huruf.

Enam kelompok yang dicontohkan

Bait 53 mencontohkan dhamir melalui هُمْ, isim isyarah melalui ذِي, nama diri melalui هِنْد, yang diidhafahkan kepada ma‘rifah melalui ابْنِي, yang memakai al melalui الْغُلَام, dan isim maushul melalui الَّذِي. Ini peta awal; rincian tiap kelompok menyusul dalam Alfiyah. Tanwin bukan lawan ma‘rifah: زَيْدٌ tetap ma‘rifah walaupun bertanwin.

Pendalaman & batas penerapan

Nama seperti الحارث sudah mempunyai kema‘rifahan sebagai nama; tambahan al pada pemakaian nama tidak berfungsi sama dengan al pada رجل. Demikian pula tidak semua idhafah otomatis menghasilkan ma‘rifah: كِتَابُ طَالِبٍ masih nakirah. Ada rincian idhafah lafzhiyyah yang dipelajari kemudian.

04 Uraikan kalimatnya

هَذَا كِتَابٌ

Ini sebuah buku.

Lihat analisis i‘rab

هَذَا: mubtada berupa isim isyarah ma‘rifah, mabni dalam kedudukan rafa‘. كِتَابٌ: khabar marfu‘ berupa nakirah. Status nakirah tidak mencegah kata menjadi khabar.

كِتَابُ الطَّالِبِ جَدِيدٌ

Buku milik siswa itu baru.

Lihat analisis i‘rab

كِتَابُ: mubtada marfu‘ dan mudhaf; menjadi ma‘rifah karena idhafah maknawi kepada الطَّالِبِ yang ma‘rifah. جَدِيدٌ: khabar marfu‘.

05 Uji pemahamanmu

Coba jawab dengan alasan sebelum membuka pembahasan.

  1. Apakah زَيْدٌ nakirah karena bertanwin?

    Buka pembahasan

    Tidak. Ia nama diri dan termasuk ma‘rifah.

  2. Apa beda كتاب طالب dan كتاب الطالب?

    Buka pembahasan

    Yang pertama diidhafahkan kepada nakirah dan tetap nakirah; yang kedua idhafah maknawi kepada ma‘rifah sehingga menjadi ma‘rifah.

  3. Mengapa ذو علم dapat nakirah walaupun tidak menerima al?

    Buka pembahasan

    Karena ذو dalam arti pemilik menempati makna صاحب yang menerima al.

Rujukan pelajaran

Syarah Ibnu Aqil · jilid 1 · halaman 86–88 ↗

Tautan membuka awal rentang pembahasan. Catatan kaki dalam edisi ini dapat berasal dari penyunting; uraian pelajaran disusun kembali dalam bahasa Indonesia.

Buka halaman matan pembanding ↗

Asal naskah dan catatan penyusunan

BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Alfiyah — Syarah Pembelajaran · Pelajaran 15 · Nakirah dan enam contoh ma‘rifahEdisi awal · revisi 1

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan