Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Dhamir dan sambungannya · Alfiyah — Syarah Pembelajaran
Koleksi belajar
NAHWU & SHARAF · EDISI AWAL

Alfiyah Syarah Pembelajaran

Pahami kaidahnya. Uraikan kalimatnya.

71 bait20 pelajaran60 latihan
ألفيةابن مالك

Edisi awal: mukadimah dan tiga bab pertama, bait 1–71. Bab al-‘Alam dan bagian sesudahnya belum dimasukkan.

PELAJARAN 16 DARI 20 · BAIT 54–57

Dhamir dan sambungannya

الضمير المتصل وبناؤه

Mengenali dhamir berdasarkan acuannya dan membedakan bentuk dengan kedudukan i‘rab.

Bekal sebelum membaca

Nakirah/ma‘rifah dan bina; isim dapat mabni sekaligus mempunyai kedudukan i‘rab.

Buka pengantar dasar ↗

01 Baca matannya

فَمَا لِذِي غَيْبَةٍ أَوْ حُضُورِ

كَأَنْتَ وَهْوَ سَمِّ بِالضَّمِيرِ

Terjemahan maksud

Kata yang menunjukkan pihak yang tidak hadir atau yang hadir, seperti anta dan huwa, dinamakan dhamir.

وَذُو اتِّصَالٍ مِنْهُ مَا لَا يُبْتَدَا

وَلَا يَلِي إِلَّا اخْتِيَارًا أَبَدَا

Terjemahan maksud

Dhamir muttashil ialah yang tidak dipakai untuk memulai tuturan dan tidak langsung mengikuti illa dalam pemakaian biasa.

كَالْيَاءِ وَالْكَافِ مِنِ ابْنِي أَكْرَمَكْ

وَالْيَاءِ وَالْهَا مِنْ سَلِيهِ مَا مَلَكْ

Terjemahan maksud

Seperti ya dan kaf pada “ibni akramak”, serta ya dan ha pada “salihi ma malak”.

وَكُلُّ مُضْمَرٍ لَهُ الْبِنَا يَجِبْ

وَلَفْظُ مَا جُرَّ كَلَفْظِ مَا نُصِبْ

Terjemahan maksud

Semua dhamir wajib mabni. Bentuk dhamir jar sama dengan bentuk dhamir nashab.

02 Kosakata kunci

Pilihan istilah dan frasa penting pada pelajaran ini.

غَيْبَةٍ
pihak yang dibicarakan
حُضُورِ
pembicara atau lawan bicara
ذُو اتِّصَالٍ
yang melekat
مُضْمَرٍ
dhamir

03 Pahami kaidahnya

Menunjuk pembicara, lawan bicara, atau yang dibicarakan

Dhamir menggantikan penyebutan pihak menurut takallum, khithab, atau ghaib: أَنَا, أَنْتَ, dan هُوَ. “Hadir” dalam bait mencakup pembicara dan lawan bicara. Dalam teks, dhamir ghaib memerlukan acuan yang dapat dipahami; mengenali bentuknya saja belum cukup untuk memastikan kepada siapa ia kembali.

Muttashil memerlukan tempat melekat

Dhamir muttashil tidak digunakan sendirian untuk memulai tuturan dan dalam pemakaian biasa tidak langsung diletakkan setelah illa. Ya pada ابْنِي melekat kepada isim; kaf pada أَكْرَمَكَ melekat kepada fi‘il. Dalam سَلِيهِ, ya menunjuk pelaku perempuan yang diajak bicara, sedangkan ha menunjuk yang ditanya. Bentuk sambungan perlu diurai agar pelaku tidak tertukar dengan objek.

Semua dhamir mabni, kedudukannya beragam

Dhamir dapat berada dalam kedudukan rafa‘, nashab, atau jar. Kaf pada أَكْرَمَكَ menjadi objek dalam kedudukan nashab; kaf pada بِكَ berada dalam kedudukan jar. Bentuk dhamir nashab dan jar dalam kelompok yang dibahas sama, tetapi fungsinya berbeda. Karena mabni, kita mengatakan “dalam kedudukan nashab”, bukan menambahkan fathah i‘rab pada akhirnya.

Pendalaman & batas penerapan

Nazam memberi batas “ikhtiyaran”, yakni pemakaian prosa biasa. Syarah mencatat bentuk penyair yang menempatkan dhamir sambung setelah illa. Bentuk khusus itu bukan pola utama untuk membuat kalimat pemula.

04 Uraikan kalimatnya

أَكْرَمَكَ الْمُعَلِّمُ

Guru memuliakanmu.

Lihat analisis i‘rab

أَكْرَمَ: madhi. Kaf dhamir mabni pada fathah dalam kedudukan nashab sebagai maf‘ul bih. الْمُعَلِّمُ: fa‘il marfu‘. Kaf bukan pelaku meskipun dekat dengan fi‘il.

هَذَا كِتَابُهُ

Ini bukunya.

Lihat analisis i‘rab

كِتَابُ: khabar marfu‘ dan mudhaf. Ha dhamir mabni pada dhammah dalam kedudukan jar sebagai mudhaf ilaih; acuannya harus diketahui dari konteks.

05 Uji pemahamanmu

Coba jawab dengan alasan sebelum membuka pembahasan.

  1. Apa kedudukan ha dalam كتابه?

    Buka pembahasan

    Dalam kedudukan jar sebagai mudhaf ilaih.

  2. Apa kedudukan kaf dalam أكرمك?

    Buka pembahasan

    Dalam kedudukan nashab sebagai maf‘ul bih.

  3. Apa dua dhamir dalam سَلِيهِ?

    Buka pembahasan

    Ya mukhathabah sebagai fa‘il dan ha sebagai maf‘ul bih, keduanya mabni.

Rujukan pelajaran

Syarah Ibnu Aqil · jilid 1 · halaman 88–93 ↗

Tautan membuka awal rentang pembahasan. Catatan kaki dalam edisi ini dapat berasal dari penyunting; uraian pelajaran disusun kembali dalam bahasa Indonesia.

Buka halaman matan pembanding ↗

Asal naskah dan catatan penyusunan

BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Alfiyah — Syarah Pembelajaran · Pelajaran 16 · Dhamir dan sambungannyaEdisi awal · revisi 1

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan