Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Na, dhamir tersembunyi, dan bentuk terpisah · Alfiyah — Syarah Pembelajaran
Koleksi belajar
NAHWU & SHARAF · EDISI AWAL

Alfiyah Syarah Pembelajaran

Pahami kaidahnya. Uraikan kalimatnya.

71 bait20 pelajaran60 latihan
ألفيةابن مالك

Edisi awal: mukadimah dan tiga bab pertama, bait 1–71. Bab al-‘Alam dan bagian sesudahnya belum dimasukkan.

PELAJARAN 17 DARI 20 · BAIT 58–62

Na, dhamir tersembunyi, dan bentuk terpisah

صور الضمائر والضمير المستتر

Mengurai na menurut fungsinya serta menentukan dhamir tersembunyi dan bentuk munfashil.

Bekal sebelum membaca

Pelajaran 16: bentuk dhamir tidak selalu menunjukkan satu kedudukan saja.

Buka pengantar dasar ↗

01 Baca matannya

لِلرَّفْعِ وَالنَّصْبِ وَجَرٍّ نَا صَلَحْ

كَاعْرِفْ بِنَا فَإِنَّنَا نِلْنَا الْمِنَحْ

Terjemahan maksud

Na dapat digunakan pada kedudukan rafa‘, nashab, dan jar, seperti “i‘rif bina fa’innana nilnal-minah”.

وَأَلِفٌ وَالْوَاوُ وَالنُّونُ لِمَا

غَابَ وَغَيْرِهِ كَقَامَا وَاعْلَمَا

Terjemahan maksud

Alif, waw, dan nun dapat menunjukkan pihak yang tidak hadir maupun pihak lainnya, seperti qama dan i‘lama.

وَمِنْ ضَمِيرِ الرَّفْعِ مَا يَسْتَتِرْ

كَافْعَلْ أُوَافِقْ نَغْتَبِطْ إِذْ تُشْكَرْ

Terjemahan maksud

Di antara dhamir rafa‘ ada yang tersembunyi, seperti dalam if‘al, uwafiq, naghtabith, dan idz tusykar.

وَذُو ارْتِفَاعٍ وَانْفِصَالٍ أَنَا هُوْ

وَأَنْتَ وَالْفُرُوعُ لَا تَشْتَبِهْ

Terjemahan maksud

Dhamir rafa‘ yang terpisah ialah ana, huwa, dan anta; bentuk-bentuk turunannya dapat dikenali.

وَذُو انْتِصَابٍ فِي انْفِصَالٍ جُعِلَا

إِيَّايَ وَالتَّفْرِيعُ لَيْسَ مُشْكِلَا

Terjemahan maksud

Dhamir nashab yang terpisah menggunakan iyyaya; bentuk-bentuk turunannya juga dapat ditentukan.

02 Kosakata kunci

Pilihan istilah dan frasa penting pada pelajaran ini.

نَا
kami/kita; fungsinya mengikuti susunan
يَسْتَتِرْ
tersembunyi
انْفِصَالٍ
terpisah
إِيَّايَ
aku pada bentuk dhamir nashab terpisah

03 Pahami kaidahnya

Na dapat berada pada tiga kedudukan

Dalam نِلْنَا, na adalah pelaku dalam kedudukan rafa‘. Dalam إِنَّنَا, na berada dalam kedudukan nashab sebagai isim inna. Dalam بِنَا, na berada dalam kedudukan jar. Lafaz yang sama tidak berarti fungsi yang sama. Bait 58 merangkai ketiganya untuk membantu hafalan dan analisis.

Dhamir tampak dan tersembunyi

Alif dua, waw jamak, dan nun niswah dapat menunjuk ghaib maupun lawan bicara menurut fi‘ilnya. Ada pula dhamir yang tidak tampak sebagai unsur terpisah: pada أَكْتُبُ fa‘ilnya أنا, pada نَكْتُبُ نحن, dan pada amar اُكْتُبْ أنت. Pada يُكْرَمُ yang pasif, dhamir tersembunyi berfungsi sebagai na’ib fa‘il, bukan fa‘il. Jadi dhamir rafa‘ tidak terbatas pada satu fungsi.

Munfashil untuk rafa‘ dan nashab

Bentuk terpisah rafa‘ antara lain أنا، نحن، أنتَ، أنتِ، أنتما، أنتم، أنتن، هو، هي، هما، هم، هن. Bentuk nashab menggunakan إِيَّا dengan penunjuk orang yang sesuai, seperti إِيَّايَ، إِيَّانَا، إِيَّاكَ، إِيَّاهُ. Pemilihannya mengikuti kedudukan. Untuk jar, dhamir melekat kepada isim atau huruf jar; tidak dibuat kelompok dhamir jar munfashil yang berdiri sendiri.

Pendalaman & batas penerapan

Istitar wajib berarti dhamir pada susunan tersebut tidak digantikan isim zhahir sebagai pelaku dalam pola yang sama, seperti fa‘il أنا pada أكتب. Istitar jaiz berlaku pada contoh tertentu seperti هو dalam زيد يكتب. Dhamir tampak yang ditambahkan sesudah fi‘il dapat berfungsi sebagai penguat, sehingga tidak otomatis mengganti status pelaku tersembunyi.

04 Uraikan kalimatnya

نَحْنُ نَكْتُبُ

Kami menulis.

Lihat analisis i‘rab

نَحْنُ: dhamir munfashil mabni pada dhammah dalam kedudukan rafa‘ sebagai mubtada. نَكْتُبُ: mudhari‘ marfu‘; fa‘ilnya نحن yang wajib tersembunyi. Jumlah fi‘liyah adalah khabar.

أَكْرَمَنَا الْمُعَلِّمُ

Guru memuliakan kami.

Lihat analisis i‘rab

Na adalah dhamir dalam kedudukan nashab sebagai objek. Bandingkan أَكْرَمْنَا الْمُعَلِّمَ: sukun pada mim dan nashab pada guru menghasilkan makna “kami memuliakan guru”; na menjadi fa‘il.

05 Uji pemahamanmu

Coba jawab dengan alasan sebelum membuka pembahasan.

  1. Bandingkan نَصَرْنَا dan نَصَرَنَا.

    Buka pembahasan

    Yang pertama “kami menolong”: na fa‘il. Yang kedua “ia menolong kami”: na objek, pelakunya dipahami dari konteks atau disebut kemudian.

  2. Apa fa‘il أَكْتُبُ?

    Buka pembahasan

    Dhamir أنا yang wajib tersembunyi.

  3. Apa bentuk terpisah untuk objek “engkau laki-laki”?

    Buka pembahasan

    إِيَّاكَ; pemakaiannya harus sesuai susunan yang membolehkan bentuk munfashil.

Rujukan pelajaran

Syarah Ibnu Aqil · jilid 1 · halaman 93–99 ↗

Tautan membuka awal rentang pembahasan. Catatan kaki dalam edisi ini dapat berasal dari penyunting; uraian pelajaran disusun kembali dalam bahasa Indonesia.

Buka halaman matan pembanding ↗

Asal naskah dan catatan penyusunan

BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Alfiyah — Syarah Pembelajaran · Pelajaran 17 · Na, dhamir tersembunyi, dan bentuk terpisahEdisi awal · revisi 1

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan