Na, dhamir tersembunyi, dan bentuk terpisah
صور الضمائر والضمير المستتر
Mengurai na menurut fungsinya serta menentukan dhamir tersembunyi dan bentuk munfashil.
Bekal sebelum membaca
Pelajaran 16: bentuk dhamir tidak selalu menunjukkan satu kedudukan saja.
Buka pengantar dasar ↗01 Baca matannya
لِلرَّفْعِ وَالنَّصْبِ وَجَرٍّ نَا صَلَحْ
كَاعْرِفْ بِنَا فَإِنَّنَا نِلْنَا الْمِنَحْ
Terjemahan maksud
Na dapat digunakan pada kedudukan rafa‘, nashab, dan jar, seperti “i‘rif bina fa’innana nilnal-minah”.
وَأَلِفٌ وَالْوَاوُ وَالنُّونُ لِمَا
غَابَ وَغَيْرِهِ كَقَامَا وَاعْلَمَا
Terjemahan maksud
Alif, waw, dan nun dapat menunjukkan pihak yang tidak hadir maupun pihak lainnya, seperti qama dan i‘lama.
وَمِنْ ضَمِيرِ الرَّفْعِ مَا يَسْتَتِرْ
كَافْعَلْ أُوَافِقْ نَغْتَبِطْ إِذْ تُشْكَرْ
Terjemahan maksud
Di antara dhamir rafa‘ ada yang tersembunyi, seperti dalam if‘al, uwafiq, naghtabith, dan idz tusykar.
وَذُو ارْتِفَاعٍ وَانْفِصَالٍ أَنَا هُوْ
وَأَنْتَ وَالْفُرُوعُ لَا تَشْتَبِهْ
Terjemahan maksud
Dhamir rafa‘ yang terpisah ialah ana, huwa, dan anta; bentuk-bentuk turunannya dapat dikenali.
وَذُو انْتِصَابٍ فِي انْفِصَالٍ جُعِلَا
إِيَّايَ وَالتَّفْرِيعُ لَيْسَ مُشْكِلَا
Terjemahan maksud
Dhamir nashab yang terpisah menggunakan iyyaya; bentuk-bentuk turunannya juga dapat ditentukan.
02 Kosakata kunci
Pilihan istilah dan frasa penting pada pelajaran ini.
- نَا
- kami/kita; fungsinya mengikuti susunan
- يَسْتَتِرْ
- tersembunyi
- انْفِصَالٍ
- terpisah
- إِيَّايَ
- aku pada bentuk dhamir nashab terpisah
03 Pahami kaidahnya
Na dapat berada pada tiga kedudukan
Dalam نِلْنَا, na adalah pelaku dalam kedudukan rafa‘. Dalam إِنَّنَا, na berada dalam kedudukan nashab sebagai isim inna. Dalam بِنَا, na berada dalam kedudukan jar. Lafaz yang sama tidak berarti fungsi yang sama. Bait 58 merangkai ketiganya untuk membantu hafalan dan analisis.
Dhamir tampak dan tersembunyi
Alif dua, waw jamak, dan nun niswah dapat menunjuk ghaib maupun lawan bicara menurut fi‘ilnya. Ada pula dhamir yang tidak tampak sebagai unsur terpisah: pada أَكْتُبُ fa‘ilnya أنا, pada نَكْتُبُ نحن, dan pada amar اُكْتُبْ أنت. Pada يُكْرَمُ yang pasif, dhamir tersembunyi berfungsi sebagai na’ib fa‘il, bukan fa‘il. Jadi dhamir rafa‘ tidak terbatas pada satu fungsi.
Munfashil untuk rafa‘ dan nashab
Bentuk terpisah rafa‘ antara lain أنا، نحن، أنتَ، أنتِ، أنتما، أنتم، أنتن، هو، هي، هما، هم، هن. Bentuk nashab menggunakan إِيَّا dengan penunjuk orang yang sesuai, seperti إِيَّايَ، إِيَّانَا، إِيَّاكَ، إِيَّاهُ. Pemilihannya mengikuti kedudukan. Untuk jar, dhamir melekat kepada isim atau huruf jar; tidak dibuat kelompok dhamir jar munfashil yang berdiri sendiri.
Pendalaman & batas penerapan
Istitar wajib berarti dhamir pada susunan tersebut tidak digantikan isim zhahir sebagai pelaku dalam pola yang sama, seperti fa‘il أنا pada أكتب. Istitar jaiz berlaku pada contoh tertentu seperti هو dalam زيد يكتب. Dhamir tampak yang ditambahkan sesudah fi‘il dapat berfungsi sebagai penguat, sehingga tidak otomatis mengganti status pelaku tersembunyi.
04 Uraikan kalimatnya
نَحْنُ نَكْتُبُ
Kami menulis.
Lihat analisis i‘rab
نَحْنُ: dhamir munfashil mabni pada dhammah dalam kedudukan rafa‘ sebagai mubtada. نَكْتُبُ: mudhari‘ marfu‘; fa‘ilnya نحن yang wajib tersembunyi. Jumlah fi‘liyah adalah khabar.
أَكْرَمَنَا الْمُعَلِّمُ
Guru memuliakan kami.
Lihat analisis i‘rab
Na adalah dhamir dalam kedudukan nashab sebagai objek. Bandingkan أَكْرَمْنَا الْمُعَلِّمَ: sukun pada mim dan nashab pada guru menghasilkan makna “kami memuliakan guru”; na menjadi fa‘il.
05 Uji pemahamanmu
Coba jawab dengan alasan sebelum membuka pembahasan.
Bandingkan نَصَرْنَا dan نَصَرَنَا.
Buka pembahasan
Yang pertama “kami menolong”: na fa‘il. Yang kedua “ia menolong kami”: na objek, pelakunya dipahami dari konteks atau disebut kemudian.
Apa fa‘il أَكْتُبُ?
Buka pembahasan
Dhamir أنا yang wajib tersembunyi.
Apa bentuk terpisah untuk objek “engkau laki-laki”?
Buka pembahasan
إِيَّاكَ; pemakaiannya harus sesuai susunan yang membolehkan bentuk munfashil.
Kemajuan tersimpan di perangkat ini.
Rujukan pelajaran
Syarah Ibnu Aqil · jilid 1 · halaman 93–99 ↗
Tautan membuka awal rentang pembahasan. Catatan kaki dalam edisi ini dapat berasal dari penyunting; uraian pelajaran disusun kembali dalam bahasa Indonesia.