Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Kapan dhamir disambung atau dipisah? · Alfiyah — Syarah Pembelajaran
Koleksi belajar
NAHWU & SHARAF · EDISI AWAL

Alfiyah Syarah Pembelajaran

Pahami kaidahnya. Uraikan kalimatnya.

71 bait20 pelajaran60 latihan
ألفيةابن مالك

Edisi awal: mukadimah dan tiga bab pertama, bait 1–71. Bab al-‘Alam dan bagian sesudahnya belum dimasukkan.

PELAJARAN 18 DARI 20 · BAIT 63–65

Kapan dhamir disambung atau dipisah?

اتصال الضمير وانفصاله

Menggunakan kaidah dasar ittishal dan memahami tempat pilihan yang disebut nazam.

Bekal sebelum membaca

Dhamir muttashil dan munfashil pada pelajaran 16–17.

Buka pengantar dasar ↗

01 Baca matannya

وَفِي اخْتِيَارٍ لَا يَجِيءُ الْمُنْفَصِلْ

إِذَا تَأَتَّى أَنْ يَجِيءَ الْمُتَّصِلْ

Terjemahan maksud

Dalam pemakaian biasa, dhamir terpisah tidak digunakan apabila bentuk yang melekat dapat digunakan.

وَصِلْ أَوِ افْصِلْ هَاءَ سَلْنِيهِ وَمَا

أَشْبَهَهُ فِي كُنْتُهُ الْخُلْفُ انْتَمَى

Terjemahan maksud

Ha pada salnihi dan yang serupa boleh dilekatkan atau dipisahkan; pada kuntuhu terdapat perbedaan pendapat—

كَذَاكَ خِلْتَنِيهِ وَاتِّصَالَا

أَخْتَارُ غَيْرِي اخْتَارَ الِانْفِصَالَا

Terjemahan maksud

—demikian pula khiltanihi. Aku memilih bentuk yang melekat, sedangkan selainku memilih bentuk yang terpisah.

02 Kosakata kunci

Pilihan istilah dan frasa penting pada pelajaran ini.

اخْتِيَارٍ
pemakaian biasa di luar kebutuhan syair
تَأَتَّى
memungkinkan
صِلْ
sambungkan
افْصِلْ
pisahkan

03 Pahami kaidahnya

Pola dasar: gunakan sambungan jika memungkinkan

Untuk maksud “aku memuliakanmu” dalam susunan biasa, dipakai أَكْرَمْتُكَ. Jangan menggantinya menjadi أَكْرَمْتُ إِيَّاكَ tanpa alasan susunan yang membenarkan. Bentuk terpisah digunakan ketika pelekatan tidak memungkinkan atau ketika terdapat konstruksi khusus, seperti pendahuluan objek dan pembatasan setelah illa.

Pilihan pada dua objek

Pada pola سَلْنِيهِ, ha objek kedua boleh disambung atau dipisahkan: سَلْنِي إِيَّاهُ. Pengertian dasarnya “mintalah itu kepadaku”. Pilihan ini memiliki lingkungan tertentu: dua dhamir sebagai dua objek, dengan dhamir pertama lebih khusus menurut urutan yang dijelaskan pada pelajaran berikutnya. Kaidah ini tidak membebaskan semua dhamir untuk dipisah di semua kalimat.

Mengenali perbedaan pilihan ulama

Pada pola كُنْتُهُ dan خِلْتَنِيهِ, nazam mencatat perbedaan pilihan tentang sambung atau pisah. Ibn Malik memilih sambung dalam pembahasan ini, sedangkan pihak lain memilih pisah. Sebagai pelajar, pahami dulu kedudukan dhamir: khabar kana berbeda dari objek kedua fi‘il yang menashabkan dua objek. Pilihan bahasa harus dibaca bersama jenis amilnya.

Pendalaman & batas penerapan

Dalam contoh dua objek, kedudukan dan tingkat kekhususan dhamir harus diperiksa. Pembahasan syarah membedakan objek yang asalnya mubtada-khabar dari dua objek yang tidak demikian. Karena itu contoh kuntuhu dan khiltanihi dibahas terpisah dari salnihi.

04 Uraikan kalimatnya

أَكْرَمْتُكَ

Aku memuliakanmu.

Lihat analisis i‘rab

Ta adalah fa‘il; kaf dhamir sambung dalam kedudukan nashab sebagai objek. Ini bentuk biasa ketika sambungan memungkinkan.

إِيَّاكَ أَقْصِدُ

Engkaulah yang kumaksud.

Lihat analisis i‘rab

إِيَّاكَ: dhamir terpisah dalam kedudukan nashab sebagai objek yang didahulukan. أَقْصِدُ: mudhari‘ marfu‘ dengan fa‘il أنا yang tersembunyi. Objek yang mendahului fi‘il tidak dapat melekat sebagai akhiran fi‘il itu.

05 Uji pemahamanmu

Coba jawab dengan alasan sebelum membuka pembahasan.

  1. Apa bentuk biasa “aku memuliakanmu”?

    Buka pembahasan

    أَكْرَمْتُكَ, dengan kaf melekat sebagai objek.

  2. Mengapa إِيَّاكَ أَقْصِدُ memakai dhamir terpisah?

    Buka pembahasan

    Objek didahulukan sebelum fi‘il sehingga tidak dapat menjadi akhiran fi‘il itu.

  3. Sebutkan dua bentuk yang dibolehkan untuk سلنيه.

    Buka pembahasan

    سَلْنِيهِ dan سَلْنِي إِيَّاهُ dalam lingkungan dua objek yang dibahas.

Rujukan pelajaran

Syarah Ibnu Aqil · jilid 1 · halaman 99–105 ↗

Tautan membuka awal rentang pembahasan. Catatan kaki dalam edisi ini dapat berasal dari penyunting; uraian pelajaran disusun kembali dalam bahasa Indonesia.

Buka halaman matan pembanding ↗

Asal naskah dan catatan penyusunan

BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Alfiyah — Syarah Pembelajaran · Pelajaran 18 · Kapan dhamir disambung atau dipisah?Edisi awal · revisi 1

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan