Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Nun wiqayah sebelum ya pembicara · Alfiyah — Syarah Pembelajaran
Koleksi belajar
NAHWU & SHARAF · EDISI AWAL

Alfiyah Syarah Pembelajaran

Pahami kaidahnya. Uraikan kalimatnya.

71 bait20 pelajaran60 latihan
ألفيةابن مالك

Edisi awal: mukadimah dan tiga bab pertama, bait 1–71. Bab al-‘Alam dan bagian sesudahnya belum dimasukkan.

PELAJARAN 20 DARI 20 · BAIT 68–71

Nun wiqayah sebelum ya pembicara

نون الوقاية

Membedakan nun wiqayah dari bagian kata dan mengenali pemakaian utamanya.

Bekal sebelum membaca

Dhamir ya pembicara dan beda isim, fi‘il, serta huruf.

Buka pengantar dasar ↗

01 Baca matannya

وَقَبْلَ يَا النَّفْسِ مَعَ الْفِعْلِ الْتُزِمْ

نُونُ وِقَايَةٍ وَلَيْسِي قَدْ نُظِمْ

Terjemahan maksud

Sebelum ya pembicara yang melekat pada fi‘il, nun wiqayah wajib digunakan; bentuk laysi pernah dipakai dalam nazam.

وَلَيْتَنِي فَشَا وَلَيْتِي نَدَرَا

وَمَعَ لَعَلَّ اعْكِسْ وَكُنْ مُخَيَّرَا

Terjemahan maksud

Laytani banyak dipakai dan layti jarang. Pada la‘alla berlaku kebalikannya; engkau memiliki pilihan—

فِي الْبَاقِيَاتِ وَاضْطِرَارًا خَفَّفَا

مِنِّي وَعَنِّي بَعْضُ مَنْ قَدْ سَلَفَا

Terjemahan maksud

—pada huruf-huruf yang tersisa. Sebagian pendahulu meringankan minni dan ‘anni karena kebutuhan syair.

وَفِي لَدُنِّي لَدُنِي قَلَّ وَفِي

قَدْنِي وَقَطْنِي الْحَذْفُ أَيْضًا قَدْ يَفِي

Terjemahan maksud

Pada ladunni, bentuk laduni sedikit; pada qadni dan qathni, penghilangan nun juga terkadang dipakai.

02 Kosakata kunci

Pilihan istilah dan frasa penting pada pelajaran ini.

يَا النَّفْسِ
ya pembicara
وِقَايَةٍ
perlindungan
فَشَا
banyak dipakai
نَدَرَا
jarang dipakai

03 Pahami kaidahnya

Nun pelindung pada fi‘il

Jika ya pembicara melekat sebagai objek fi‘il, digunakan nun wiqayah, seperti أَكْرَمَنِي dan يُكْرِمُنِي. Nun bukan pelaku atau objek; ia tidak mempunyai kedudukan i‘rab. Ya adalah dhamir objek. Sebutan wiqayah mengacu pada perlindungan bentuk akhir kata dari perubahan yang dituntut ya pembicara. Dalam pola isim biasa seperti كِتَابِي, nun ini tidak ditambahkan.

Layta, la‘alla, dan saudara-saudaranya

Bentuk yang umum ialah لَيْتَنِي; tanpa nun, لَيْتِي, jarang dan dibahas sebagai pemakaian khusus. Pada la‘alla, yang lebih umum justru لَعَلِّي; لَعَلَّنِي lebih sedikit. Pada إِنَّ، أَنَّ، كَأَنَّ، لَكِنَّ, kedua bentuk dengan atau tanpa tambahan nun dibahas sebagai pilihan, seperti إِنِّي dan إِنَّنِي. Jangan menghapus nun asli hurufnya ketika membandingkan bentuk tersebut.

Minni, ‘anni, ladunni, qadni, dan qathni

Pada مِنِّي dan عَنِّي, nun wiqayah bertemu nun asal sehingga terdengar bertasydid. Bentuk ringan yang disebut bait 70 berkaitan dengan kebutuhan syair. Bait 71 menyebut لَدُنِّي dengan bentuk ringan yang lebih sedikit, serta قَدْنِي dan قَطْنِي dalam arti “cukup bagiku”. Qad dan qath di sini bukan otomatis qad tahqiq atau qath bermakna “pernah” pada setiap konteks.

Pendalaman & batas penerapan

Syarah mencatat perbedaan penilaian tentang sebagian bentuk langka: apakah boleh dalam prosa atau khusus kebutuhan syair. Pelajaran ini mengikuti pola yang umum untuk latihan, sambil mempertahankan catatan nazam agar pembaca dapat mengenali variasinya saat membaca kitab.

04 Uraikan kalimatnya

أَكْرَمَنِي الْمُعَلِّمُ

Guru memuliakanku.

Lihat analisis i‘rab

أَكْرَمَ: fi‘il madhi. Nun: nun wiqayah, tidak mempunyai kedudukan i‘rab. Ya: dhamir mabni dalam kedudukan nashab sebagai objek. الْمُعَلِّمُ: fa‘il marfu‘.

لَعَلِّي أَفْهَمُ

Semoga aku memahami.

Lihat analisis i‘rab

لَعَلَّ: huruf yang menashabkan isim dan merafa‘kan khabar. Ya: isim la‘alla dalam kedudukan nashab. أَفْهَمُ beserta fa‘il أنا yang tersembunyi menjadi jumlah khabar. Bentuk ini tidak menambahkan nun wiqayah.

05 Uji pemahamanmu

Coba jawab dengan alasan sebelum membuka pembahasan.

  1. Uraikan nun dan ya pada يُكْرِمُنِي.

    Buka pembahasan

    Nun adalah wiqayah tanpa kedudukan i‘rab; ya dhamir objek dalam kedudukan nashab.

  2. Mana pola yang lebih umum: لعلّي atau لعلّني?

    Buka pembahasan

    لَعَلِّي, sebagaimana kebalikan pola لَيْتَنِي dalam nazam.

  3. Apakah كتابي memerlukan nun wiqayah?

    Buka pembahasan

    Tidak dalam pola isim biasa ini. Ya langsung menjadi mudhaf ilaih.

Rujukan pelajaran

Syarah Ibnu Aqil · jilid 1 · halaman 108–117 ↗

Tautan membuka awal rentang pembahasan. Catatan kaki dalam edisi ini dapat berasal dari penyunting; uraian pelajaran disusun kembali dalam bahasa Indonesia.

Buka halaman matan pembanding ↗

Asal naskah dan catatan penyusunan

BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Alfiyah — Syarah Pembelajaran · Pelajaran 20 · Nun wiqayah sebelum ya pembicaraEdisi awal · revisi 1

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan