Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Mengenali isim dan fi‘il · Alfiyah — Syarah Pembelajaran
Koleksi belajar
NAHWU & SHARAF · EDISI AWAL

Alfiyah Syarah Pembelajaran

Pahami kaidahnya. Uraikan kalimatnya.

71 bait20 pelajaran60 latihan
ألفيةابن مالك

Edisi awal: mukadimah dan tiga bab pertama, bait 1–71. Bab al-‘Alam dan bagian sesudahnya belum dimasukkan.

PELAJARAN 3 DARI 20 · BAIT 10–11

Mengenali isim dan fi‘il

علامات الاسم والفعل

Menentukan jenis kata melalui tanda yang dapat diterimanya.

Bekal sebelum membaca

Pelajaran 2: tiga jenis kalimah ialah isim, fi‘il, dan huruf.

Buka pengantar dasar ↗

01 Baca matannya

بِالْجَرِّ وَالتَّنْوِينِ وَالنِّدَا وَأَلْ

وَمُسْنَدٍ لِلِاسْمِ تَمْيِيزٌ حَصَلْ

Terjemahan maksud

Isim dapat dikenali melalui jar, tanwin, panggilan, al, dan penyandaran suatu keterangan kepadanya.

بِتَا فَعَلْتَ وَأَتَتْ وَيَا افْعَلِي

وَنُونِ أَقْبِلَنَّ فِعْلٌ يَنْجَلِي

Terjemahan maksud

Fi‘il dapat dikenali melalui ta pada fa‘alta dan atat, ya pada if‘ali, serta nun pada aqbilanna.

02 Kosakata kunci

Pilihan istilah dan frasa penting pada pelajaran ini.

الْجَرِّ
keadaan jar
التَّنْوِينِ
bunyi nun tambahan pada akhir isim menurut ketentuannya
النِّدَا
panggilan
يَنْجَلِي
menjadi jelas

03 Pahami kaidahnya

Lima jalan mengenali isim

Isim dapat dikenali melalui jar, tanwin, panggilan, al, atau kedudukannya sebagai sesuatu yang diberi keterangan. Dalam بِزَيْدٍ, Zaid menerima jar; dalam كِتَابٌ terdapat tanwin; dalam يَا خَالِدُ, Khalid menjadi yang dipanggil; dalam الْكِتَابُ terdapat al. Pada زَيْدٌ حَضَرَ, kehadiran disandarkan kepada Zaid. Semua itu menunjukkan keisiman.

Tanda adalah petunjuk, bukan daftar yang wajib terkumpul

Satu tanda yang sah sudah memadai; satu isim tidak harus menerima kelima tanda. Dhamir أَنَا tidak menerima al atau tanwin, tetapi dapat menjadi pihak yang diberi keterangan dalam أَنَا طَالِبٌ. Tanwin juga tidak berarti nakirah secara otomatis: زَيْدٌ bertanwin, padahal nama diri termasuk ma‘rifah.

Tanda fi‘il memiliki tempat masing-masing

Ta pelaku pada فَعَلْتَ dan ta ta’nits yang semula bersukun pada أَتَتْ menandai fi‘il madhi. Ya lawan bicara perempuan pada اِفْعَلِي terdapat pada amar dan juga mudhari‘, seperti تَفْعَلِينَ. Nun taukid dapat masuk pada amar dan mudhari‘. Bait ini memberi tanda jenis fi‘il secara umum; pemilahan waktunya diterangkan pada bait berikutnya.

Pendalaman & batas penerapan

“Musnad” pada bait 10 menunjuk kepada penyandaran: suatu hukum atau berita disandarkan kepada isim. Ini menolong mengenali isim yang tidak menerima tanda lahir seperti tanwin. Pada panggilan, yang menjadi tanda ialah kata itu benar-benar berfungsi sebagai yang dipanggil, bukan sekadar kebetulan berada sesudah ya.

04 Uraikan kalimatnya

مَرَرْتُ بِخَالِدٍ

Aku melewati Khalid.

Lihat analisis i‘rab

مَرَرْتُ: fi‘il madhi mabni pada sukun karena tersambung ta pelaku; ta adalah fa‘il. بِـ: huruf jar. خَالِدٍ: isim majrur dengan kasrah. Keadaan jar menjadi tanda bahwa Khalid adalah isim.

كَتَبَتْ فَاطِمَةُ

Fatimah menulis.

Lihat analisis i‘rab

كَتَبَتْ: fi‘il madhi mabni pada fathah; ta ta’nits tidak mempunyai kedudukan i‘rab. فَاطِمَةُ: fa‘il marfu‘ dengan dhammah. Ta tersebut menandai feminin, bukan fa‘il.

05 Uji pemahamanmu

Coba jawab dengan alasan sebelum membuka pembahasan.

  1. Apakah Zaid pada زَيْدٌ isim walaupun tanpa al?

    Buka pembahasan

    Ya. Tanwin dan kemampuannya menerima penyandaran sudah menunjukkan keisiman; semua tanda tidak harus berkumpul.

  2. Apa beda ta dalam ذَهَبْتُ dan ذَهَبَتْ هِنْدٌ?

    Buka pembahasan

    Pada yang pertama ta adalah pelaku “aku”; pada yang kedua ta menandai feminin, sedangkan Hind adalah fa‘il.

  3. Tanda apa pada الْبَيْتُ?

    Buka pembahasan

    Al menunjukkan keisiman. Dhammah baru ditentukan menurut kedudukan kata dalam kalimat.

Rujukan pelajaran

Syarah Ibnu Aqil · jilid 1 · halaman 16–23 ↗

Tautan membuka awal rentang pembahasan. Catatan kaki dalam edisi ini dapat berasal dari penyunting; uraian pelajaran disusun kembali dalam bahasa Indonesia.

Buka halaman matan pembanding ↗

Asal naskah dan catatan penyusunan

BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Alfiyah — Syarah Pembelajaran · Pelajaran 3 · Mengenali isim dan fi‘ilEdisi awal · revisi 1

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan