Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Mu‘rab, mabni, dan sebab bina · Alfiyah — Syarah Pembelajaran
Koleksi belajar
NAHWU & SHARAF · EDISI AWAL

Alfiyah Syarah Pembelajaran

Pahami kaidahnya. Uraikan kalimatnya.

71 bait20 pelajaran60 latihan
ألفيةابن مالك

Edisi awal: mukadimah dan tiga bab pertama, bait 1–71. Bab al-‘Alam dan bagian sesudahnya belum dimasukkan.

PELAJARAN 5 DARI 20 · BAIT 15–18

Mu‘rab, mabni, dan sebab bina

المعرب والمبني من الأسماء

Membedakan perubahan i‘rab dari tetapnya bina dan mengenali empat jenis kemiripan dengan huruf.

Bekal sebelum membaca

Sudah mengenal isim, fi‘il, dan huruf. Rafa‘, nashab, dan jar akan dirinci pada pelajaran 7.

Buka pengantar dasar ↗

01 Baca matannya

وَالِاسْمُ مِنْهُ مُعْرَبٌ وَمَبْنِي

لِشَبَهٍ مِنَ الْحُرُوفِ مُدْنِي

Terjemahan maksud

Sebagian isim mu‘rab dan sebagian mabni; kemabniannya karena kemiripan yang mendekatkannya kepada huruf.

كَالشَّبَهِ الْوَضْعِيِّ فِي اسْمَيْ جِئْتَنَا

وَالْمَعْنَوِيِّ فِي مَتَى وَفِي هُنَا

Terjemahan maksud

Seperti kemiripan bentuk pada dua isim dalam ji’tana, serta kemiripan makna pada mata dan huna.

وَكَنِيَابَةٍ عَنِ الْفِعْلِ بِلَا

تَأَثُّرٍ وَكَافْتِقَارٍ أُصِّلَا

Terjemahan maksud

Juga karena menggantikan fi‘il tanpa menerima pengaruh i‘rab, atau karena kebutuhan yang menetap kepada pelengkap.

وَمُعْرَبُ الْأَسْمَاءِ مَا قَدْ سَلِمَا

مِنْ شَبَهِ الْحَرْفِ كَأَرْضٍ وَسُمَا

Terjemahan maksud

Isim mu‘rab ialah yang selamat dari kemiripan tersebut, seperti ardh dan suma.

02 Kosakata kunci

Pilihan istilah dan frasa penting pada pelajaran ini.

مُعْرَبٌ
kata yang menerima i‘rab
مَبْنِي
kata yang bentuk akhirnya tetap menurut bina
شَبَهٍ
kemiripan
افْتِقَارٍ
kebutuhan kepada pelengkap

03 Pahami kaidahnya

Apa yang berubah?

Pada جَاءَ زَيْدٌ, رَأَيْتُ زَيْدًا, dan مَرَرْتُ بِزَيْدٍ, akhir Zaid berbeda menurut kedudukan dan pengaruh amilnya. Inilah contoh isim mu‘rab. Isim mabni mempertahankan bentuk bina ketika kedudukannya berubah: هَذَا tetap berbentuk hadza dalam جَاءَ هَذَا, رَأَيْتُ هَذَا, dan مَرَرْتُ بِهَذَا. Tetapnya bentuk tidak menghapus fungsi sintaksisnya.

Empat penjelasan dalam nazam

Bait 16–17 menyebut syabah wadhi, maknawi, niyabi, dan iftiqari. Contoh wadhi ialah ta dan na dalam جِئْتَنَا yang pendek bentuknya seperti sejumlah huruf. Contoh maknawi ialah مَتَى untuk tanya atau syarat dan هُنَا untuk isyarat. Niyabi ialah isim fi‘il yang menggantikan kerja fi‘il tanpa menerima perubahan i‘rab. Iftiqar ialah kebutuhan tetap kepada pelengkap, seperti الَّذِي yang memerlukan shilah.

Gunakan penjelasan ini dengan batasnya

Syabah adalah penjelasan nahwu terhadap kelompok kata; bukan rumus bahwa setiap kata pendek pasti mabni. Lafaz يَدٌ, misalnya, tetap mu‘rab. Isim mu‘rab pada bait 18 ialah yang selamat dari kemiripan yang menyebabkan bina. Ada mu‘rab yang tandanya tampak dan ada yang diperkirakan. Karena itu, penampilan akhir yang sama pada beberapa kalimat belum cukup untuk menyimpulkan suatu kata mabni.

Pendalaman & batas penerapan

Pada bab-bab berikut ada rincian dan pengecualian untuk kelompok seperti isim isyarah dan isim maushul. Jangan menyatakan seluruh anggota setiap kelompok pasti mabni tanpa pengecualian. Kata سُمَا pada bait 18 ialah salah satu bentuk bahasa untuk isim; rujukan syarah menjelaskannya sebagai contoh i‘rab yang diperkirakan.

04 Uraikan kalimatnya

رَأَيْتُ هَذَا

Aku melihat orang ini.

Lihat analisis i‘rab

رَأَيْتُ: fi‘il madhi dan ta fa‘il. هَذَا: isim isyarah mabni pada sukun dalam kedudukan nashab sebagai maf‘ul bih. Bentuknya tetap, tetapi kedudukannya nashab.

جِئْتَنَا

Engkau datang kepada kami.

Lihat analisis i‘rab

جِئْتَ: fi‘il madhi mabni pada sukun, ta adalah dhamir mabni pada fathah dalam kedudukan rafa‘ sebagai fa‘il. نَا adalah dhamir mabni pada sukun dalam kedudukan nashab sebagai maf‘ul bih. Dua isim yang ditunjuk bait ialah ta dan na.

05 Uji pemahamanmu

Coba jawab dengan alasan sebelum membuka pembahasan.

  1. Apa beda Zaid dan hadza ketika menjadi objek?

    Buka pembahasan

    Zaid menampakkan fathah: زَيْدًا. Hadza tetap هَذَا, tetapi berada dalam kedudukan nashab.

  2. Apa dua isim dalam جِئْتَنَا?

    Buka pembahasan

    Ta pelaku dan na sebagai objek; bukan keseluruhan lafaz ji’tana.

  3. Apakah setiap kata pendek mabni?

    Buka pembahasan

    Tidak. Syabah wadhi dibaca dalam penjelasan kelompok kata, bukan sebagai aturan jumlah huruf untuk semua isim.

Rujukan pelajaran

Syarah Ibnu Aqil · jilid 1 · halaman 28–36 ↗

Tautan membuka awal rentang pembahasan. Catatan kaki dalam edisi ini dapat berasal dari penyunting; uraian pelajaran disusun kembali dalam bahasa Indonesia.

Buka halaman matan pembanding ↗

Asal naskah dan catatan penyusunan

BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Alfiyah — Syarah Pembelajaran · Pelajaran 5 · Mu‘rab, mabni, dan sebab binaEdisi awal · revisi 1

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan